INDIGO & 7

INDIGO & 7
Ular Vs Ular.



Setelah bangun bayu melihat jam ternyata pukul 00.03 yang berarti masih tengah malam. Bayu berniat tidur lagi tapi entah kenapa bayu tidak bisa tidur lagi. Pukul 00.30 bayu bosan di tenda dan tidak bisa tidur lalu dia keluar dan menyalakan api supaya tidak terlalu dingin. Bayu di luar jadi memikirkan keadaan nafia apa dia baik baik saja. Wulan duduk di samping wulan.


"Kamu nggak usah khawatir cewekmu dalam perlindunganku kok." ucap wulan.


"Tapi bukannya tugasmu cuma menjagaku?" tanya bayu.


"Aku tahu rasanya kehilangan itu menyakitkan jadi aku yakin kalau cewekmu,temanmu dan orang orang yang kamu sayang kenapa kenapa kamu akan sedih apalagi sampai meninggalkan dunia ini selamanya."


"Kamu dulu juga manusia kah?" tanya bayu.


"Tidak aku terlahir memang sebagai jin tapi sampai detik ini aku belum pernah melihat seperti apa bentuk ayahku entah manusia atau juga jin sepertiku."


"Lalu darimana kamu tahu rasa kehilangan? apa dulu kamu punya pacar sesama jin?"


"Aaaaa Ada ular ada ular....." teriak seorang perempuan dari tenda rombongannya pak juan sontak semua terbangun dan keluar semua dari tenda.


"Mana mana ularnya?" tanya pak juan dan laki laki yang lain berusaha mencari tapi tidak ketemu.


"Lan apa itu ular sungguhan?" tanya bayu ke wulan.


"Sepertinya bukan. Bantu cari gih soalnya cuma lu yang bisa lihat." ucap wulan.


Bayu,bagas,joy,jono dan edi bergegas mencari ular itu tapi cuma bayu yang melihat ada ular di atas tenda. Ular itu sepertinya ular cobra yang dalam dunia persiluman ular, ular cobra adalah siluman ular yang kuat bisa melebihi ratu ular.


Bayu menatap mata ular itu dan ular itu berbicara kepadanya.


"Cepat pergi dari sini atau kamu tidak bisa pulang selamanya." ucap silar(siluman ular) itu.


"Mohon maaf apa salah kami sehingga anda mengusir kami?" tanya bayu dengan sopan.


"Aku di sini bukan sebagai musuh tapi jika kalian tidak pergi dari sini secepatnya aku bisa menjadi musuhmu. Aku tahu penjagamu cukup kuat tapi bukan hal sulit bagiku untuk memusnahkannya jadi cepat pergi." perintah silar itu.


Setelah itu silar itu pergi dan bayu kembali ke tenda dan wulan berkata.


"Pergi dari sini sekarang juga? Sudah kuduga. Jangan turuti ucapan dia kita akan di jebak jika melanjutkan pendakian malam malam." tebak wulan tepat sasaran.


"Tapi lan..." ucapan bayu terputus.


"Jangan khawatir jika dia berkata bisa mengalahkanku maka harus ada buktinya. Kalau dia ingin berperang aku dengan senang hati meladeni." ucap wulan sambil tersenyum misterius.


Bayu sebenarnya juga tidak yakin teman temannya akan mau melanjutkan pendakian tengah malam. Walau bagas teman baik bayu tapi dia akan berpikir 2x. Setelah ucapan wulan di rasa masuk akal bayu duduk di depan api unggun lagi.


Jam 1 lebih semua kembali tenang dan masuk tenda lagi tapi tidak dengan bayu dan bagas.


"Kenapa nggak tidur lagi yu?" tanya bagas sambil menyeduh teh hangat.


"Nggak bisa tidur gas mending di sini jaga keamanan." jawab bayu santai.


"Jangan jangan lu takut ular tadi masuk tenda kita ya haha..." tawa bawas ringan.


"Gas kalau gw bilang tadi ular siluman lu percaya nggak?" tanya bayu dengan wajah serius.


"Gw tahu kapan lu becanda dan serius jadi ge yakin kalau memang ular tadi penunggu sini. Apa lu tahu sesuatu yu? ceritain aja gw bakal dengerin kok." ucap bagas.


"Serius lu yu? Tapi nggak mungkin di kegelapan malam lanjut mendaki bisa bisa kita nyasar nggak bisa pulang." ucap bagas agak kaget.


"Maka dari itu gw juga nggak mau mendaki gelap gulita gini. Yaudah lu masuk aja gih." perintah bayu.


"Haha.. gw bakal nemenin lu di sini." ucap bagas.


"Yu mereka datang." ucap wulan di samping kiri bayu.


"Mereka siapa?" tanya bayu bingung.


"Ya siluman yang ada di mimpi lu dan ular yang tadi di tenda. Sepertinya mereka menantangku." ucap wulan dan lagi lagi senyumnya tidak bisa di artikan.


"Masuk lah ke dalam tenda biar aku urus mereka." ucap wulan.


"Aku akan bantu melawan mereka." ucap bayu lalu berdiri menatap arah mereka datang.


"Jangan bodoh cepat ajak temanmu itu masuk karena berbahaya jika kalian di luar."


Dengan terpaksa bayu mengajak bagas masuk karena jika bayu tidak masuk bagas tetap di luar.


Sekian menit berlalu akhirnya ratu siluman itu muncul bersama pengawalnya.


"Wulandari lancang sekali kau menantangku di wilayah kekuasaanku mau cari mati kau?" tanya sang ratu yang bertampang kejam itu.


"Aku tidak menantangmu tapi anak buahmu yang mencari gara gara denganku. Untung dia tidak ku hancurkan saat mencoba menculik roh anak manusia yang sedang berkemah di sini."


"Ada hubungan apa kau dengan anak manusia itu?" tanya ratu ular.


"Dia kekasih manusia yang aku jaga." jawab wulan.


"Hahaha... jin sepertimu menjaga anak manusia? hey ingat kau ini jin aliran hitam sama denganku jadi jangan sok melindungi pasti kau punya maksud tertentu kan." ucap ratu ular.


"Begini saja aku beri 1 kesempatan pergilah dari sini bersama orang orang yang ingin kau bawa." nego sang ratu ular.


"Jika aku mau sudah aku lakukan dari tadi tapi sayangnya aku ingin bertamu baik baik ke sini dan berharap ada sambutan yang baik. Tapi jika sambutan yang kuterima adalah pertarungan akan aku terima dengan senang hati." ucap wulan mulai memasang kuda kuda.


"Sombong sekali kau. Jika tamu ingin di sambut dengan baik maka ia harus bertamu dengan baik juga. Hyaaa..." Ratu ular menyerang dengan tombaknya melesat dengan cepat ke arah wulan berada.


Wulan dengan posisi kuda kuda dapat membaca serangan itu dan melompat tinggi ke atas pohon tertinggi.


"Kau yang menantang kenapa kau lari?"


"Hah lari? Darimu? jangan mimpi aku cuma nggak mau membangunankan para manusia itu.


Wulan melesat ke tengah hutan si ikuti ratu ular. Pasukan siluman ular mengikuti sang ratu tapi tidak secepat sang ratu.


" Ayo kita mulai." ucap wulan dengan mata yang berubah jadi mata ular kebiruan.


"Mata itu." ucap ratu ular tertegun karena mata wulan bisa di bilang langka bahkan dirinya sebagai ratu tak mempunyai mata seperti itu. Tapi api sudah terlanjur berkobar maka tidak ada pilihan selain melanjutkan pertarungan. Saat pasukan ular sampai di medan perang yang mereka lihat hanya hembusan angin yang bergerak kesana kemari. Karena tak bisa melihat musuh pasukan ular hanya bisa menonton ratu mereka bertarunga satu lawan satu dengan wulan.