INDIGO & 7

INDIGO & 7
Membantu pak alex.



Bayu dan miko telah sampai di rumah mewah dengan halaman luas dan terdapat kolam renang di samping rumah. Ketika bel di pencet seorang satpam datang menghampiri. Miko menjelaskan dan satpam itu menelepon seseorang sambil ngangguk2.


"Mari mas masuk dulu pak alex 15 menit lagi sampai." ucap satpam itu mengajak bayu dan miko masuk.


"Anu pak saya cuma mengantar masnya ini jadi saya pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum." ucap miko bergegas kembali ke sekolah.


"Ohh iya mas waalaikumsalam."


Bayu di suruh menunggu di ruang tamu sendiri kayak orang bodoh. Bayu sibuk memandangi asesoris dan furnitur yang tertata rapi sampai tidak sadar pak alex sudah duduk di samping kursi bayu.


"Siang mas bayu." ucap pak alex membuat bayu kaget dan hampir terloncat.


"Iya pak siang maaf nggak sadar bapak sudah di sini." ucap bayu malu.


"Iya tenang aja. Baru pulang sekolah ya?"


"Iya pak baru pulang. Ada perlu apa ya saya di suruh datang kemari?"


"Ayo ikut saya ke dalam!" ajak pak alex.


Pak alex mengajak bayu ke sebuah kamar yang dari luar saja bayu bisa merasakan aura jahat di dalam kamar. Saat pintu di buka bayu melihat siluman berbentuk seperti tuyul tapi punya sayap dan saat bayu masuk makhluk itu terbang menembus tembok. Seperti nya makhluk itu takut dengan kehadiran bayu.


"Dia Jasmin istri saya. Dia sudah 1 bulan keadaanya semakin memburuk."


"Sebaiknya kita bicara di luar saja pak. Soalnya bu jasmin terlihat lelap tidurnya."


Mereka kembali ke ruang tamu untuk berbincang.


"Saya mengundang mas bayu dengan tujuan mas bayu bisa membantu menyembuhkan istri saya. Saya sudah membawa istri saya berobat ke dokter manapun tapi tidak ada hasil. Terus minggu lalu kebetulan bapak bertemu mas miko dan bapak cerita ke dia dan kata mas miko mas bayu bisa membantu tentang masalah tak kasat mata."


"Iya saya memang bisa melihat makhluk tak kasat mata tapi saya bukan dukun yang bisa mengobati santet dan masalah ghoib lainnya. Tapi saya akan mencobanya pak."


Wajah pak alexa sempat muram karena di kira bayu akan menolak membantunya.


"Tapi sebelum saya mencoba menyembuhkan istri bapak saya ingin tahu apa bapak tahu kalau istri bapak sakit non medis? Bapak tahu darimana?" tanya bayu.


"Sebelum kamu bapak pernah minta bantuan ke dukun kenalan teman saya dukun itu bilang kalau istri saya terkena santet tapi sayang dukun itu bilang tak sanggup menghadapi makhluk yang di kirim."


"Njir dukun aja nggak sanggup apalagi gw." batin bayu.


"Waduh kalau dukun aja bilang seperti itu apalagi saya pak. Bagaimana kalau saya meminta bantuan guru saya?" tawar bayu.


"Tidak masalah asal istri saya bisa sembuh. Berapapun akan saya bayar."


"Saya tidak mengharap bayaran pak saya ikhlas menolong." Bayu menelepon pak ustad dan alhamdulillah dia sedang free jadi dia bisa datang. Bayu share lok dan menunggu pak ustad datang. Sambil menunggu bayu di hidangkan makanan dan buah buahan karena pak alex tahu bayu pasti lapar. Karena bayu melihat pak alex juga makan siang dia juga ikut makan sedikit.


Selesai makan bayu ngobrol lagi dengan pak alex.


"Pak bisa di ceritakan awal mula sakitnya istri bapak?"


"Awalnya cuma sakit biasa demam begitu. 3 hari nggak sembuh bapak bawa ke dokter lalu di bari obat. Di hari ke 5 demamnya sembuh tapi pagi pagi saat saya bangun istri saya mengaduh kesakitan memegangi kakinya katanya sakit banget seperti linu yang menusuk sampai ke tulangnya. 1 jam rasa sakit itu menyerang lalu mereda dan besoknya terulang kali ini setelah 1 jam rada hilang tapi di buat jalan sakitnya muncul lagi setelah duduk 1 jam hilang coba jalan lagi dan rasa sakit itu muncul lagi.


Seminggu berlalu rasa sakit di kaki merembet ke lutut sampai paha sebelah kanan yang kiri udah normal. Hari ke 8 malam harinya tiba tiba teriak saya kaget dong dan bangun istri saya udah kaku. Karena panik saya gendong istri saya ke mobil dan membawanya ke RS. Di RS dokter bilang istri saya terkena stroke. 2 minggu istri saya di rawat di RS katanya terapi dan alhamdulillah udah bisa gerak normal udah bisa duduk tapi belum bisa buat jalan. Nah di situ istri saya udah bisa ngomong lancar dia cerita waktu malam hari dia teriak dia seperti di tindih sesuatu yang berat sampai badannya nggak bisa gerak. Waktu saya gendong pun istri saya bilang tidak bisa gerak kan aneh. Setelah 2 minggu istri saya udah normal kurang jalannya aja saya bawa pulang alias rawat jalan. Malam harinya istri saya kembali teriak dan kaku seperti 2 minggu yang lalu. Saya bawa ke RS lagi katanya istri saya salah makan makanan yang di konsumsi padahal selama di rumah istri saya baru makan bubur 1x kan nggak logis. Setelah itu saya di beri tahu teman saya kalau dia punya kenalan dukun siapa tahu bisa sembuhin istri saya akhirnya saya coba dan seperti yang saya bilang tadi kata dukun itu istri saya kena santet tapi sayang dia kalah kuat dengan jin kirimannya."


"Ohh seperti itu ceritanya. Semoga bisa di tolong ya pak."


Tiba tiba hp pak alex dan bayu bunyi barengan.


"Bapak udah sampai depan nih." pesan dari pak ustad.


"Maaf pak sini ada seorang ustad katanya di suruh datang apa itu benar?"


"Oh iya suruh dia masuk!"


"Baik pak"


"Apa benar gurumu itu seorang ustad?" tanya pak alex.


"Iya pak betul katanya,dia sudah sampai di depan."


Tok tok tok. Permisi.


Bayu dan pak alex menuju pintu dan membukanya.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam pak."


"Mari pak duduk di dalam!"


Setelah pak ustad duduk pak alex kembali menceritakan kejadian awal mulai istrinya sakit. Pak ustad mengangguk paham tentang sakit yang di derita istri pak alex ini.


"Saya paham sekarang boleh saya lihat kondisi istri bapak?" ucap pak ustad.


"Tentu pak mari lewat sini." ucap alex semangat.


Setelah mereka bertiga di dalam kamar pak ustad mengucapkan istighfar.


"Kamarnya tidak pernah di rapikan pak?" tanya pak ustad.


"Setiap di rapikan lalu di tinggal kamar selalu berantakan lagi pak. Saya juga heran kalau istri saya kayaknya nggak mungkin orang bangun aja susah."


"Ya ini ulah makhluk yang menyiksa istri bapak. Mereka suka tempat kotor dan berantakan. Yu sini bapak mau ngomong."


"Iya pak."


"Bapak tadi lihat ada buntelan kayak pocong di deket pager depan. Barang itu cuma kita yang bisa lihat tolong ambil bawa kemari ya."


Bayu segera ke depan untuk mencari barang yang di maksud pak ustad.


Karena mendengar suara gaduh istri pak alex bangun tapi cuma matanya yang terbuka tidak ada pergerakan dari tubuhnya.


"Astagfirullah benar benar tega pengirim santetnya."


"Ada apa pak ustad?" tanya pak alex bingung.


"Si pengirim santet hanya ingin menyiksa tidak membunuh. Sebentar." pak ustad mendekati istri pak alex lalu tangannya mengusap keningnya dengan bacaan do'a. Aneh keningnya yang di pegang tapi seluruh tubuh bergetar seolah terkena sengatan listrik.


Hal itu berlangsung beberapa menit sampai tubuhnya tidak bergetar lagi.


"Alhamdulillah aura negatif sudah menghilang tapi belum bisa sembuh total karena makhluk kirimannya tidak ada di sini kita harus menunggu makhluk itu datang." ucap pak ustad.


"Pak pak bayu dapet ini." bayu datang membawa pocongan dan satu bungkus plastik berisi cairan berwarna hitam dan busuk.


"Bagus kamu nemu ini juga." ucap pak ustad menerima 2 barang itu.