
Saat itu bagas dan bayu kepikiran kalau tempat yang belum di cek yaitu kamarnya nafia. Di ketuk pintu kamar nafia dan ayu yang membuka pintu.
“Ada apa sih mas gangguin orang tidur aja." tanya ayu sambil mengucek sebelah matanya.
"Mbak rahma dan sopi si dalem ngggak dek?" tanya bagas.
"Ada tuh mereka masih tidur. Kenapa?"
Saat bagas ingin bicara bayu mendahului.
"Gapapa dek yaudah tidur lagi sana." ucap bayu sambil mengajak bagas ke ruang tamu.
"Kenapa yu?" tanya bagas bingung.
"Gapapa sih takutnya lu masuk kamar. Yang penting mereka aman. Lu masuk juga mereka masih tidur jadi kita tanya nanti aja kalau udah bangun." bagas mengerti dan mereka kembali ke kamar.
Skip pagi hari pukul 7 semua sibuk dengan kegiatannya sendiri sendiri. Sebentar lagi sarapan bareng di mulai.
Nafia dan rahma membantu mbah dok memasak dan mencuci.
Bagas dan bayu mencuci baju di sumur belakang rumah sedangkan sopi,ayu dan mbah nang bergurau di kandang sapi.
"Sarapan sudah siap." teriak mbah dok dari pintu dapur bagian luar.
Bagas dan bayu sudah selesai menjemur segera cuci tangan dan masuk ke dapur. Mbah nang bersama 2 bocil SMP itu juga buru buru ke dapur sepertinya mereka lapar.
Skip selesai sarapan bayu dan yang lain di teras tak lupa mereka mandi dulu tadi.
"Ma kok tadi pagi kamarmu ke buka pas aku cek kosong." tanya bagas.
"Iya yank aku pindah ke kamar nafia soalnya ada pocong di jendela kamar."
"Jadi mbak rahma pindah ke kamarku karena ada pocong? Pantesan wajah mbak pucet." ucap nafia.
"Tapi aku kok nggak tahu ya ada pocong." ucap sopi.
"Kamu di gendong mbak rahma dek. Kamu tidur jadi nggak tahu. Setelah mbak rahma pindah ke kamarku ada suara orang lagi ngobrol taoi nggak jelas di teras sini."
"Udah tenang aja kalau siang aman kok mending kita jalan jalan ke sungai sana." usul bayu.
Akhirnya mereka jalan kaki ke arah sungai dan di tengah perjalanan bayu bertemu dian. Ternyata dian mau ke sawah yang letaknya di seberang sungai. Karena searah mereka jalan bersama sama. Sambil jalan bayu tanya banyak hal tentang kampung sukaman dan dian bercerita dahulu kampung ini tidak ada yang ada hanya hutan bambu yang penunggunya suka jahil lalu di juluki hutan sukajail. Tak ada satupun orang yang mau dekat dekat hutan sukajail tapi suatu ketika ada seorang pendatang yang bernama Saiful rahman yang mengaku dari sebuah pondok dan ingin mendirikan sebuah kampung di hutan sukajail. Banyak warga menolak lantaran takut penunggu hutan sukajail mengamuk ke mereka. Tapi saiful rahman tetap pada pendiriannya dan singkat cerita dalam waktu seminggu hutan bambu sudah rata dengan tanah lalu saiful rahman tinggal di perkampungan yang di beri nama kampung sukaman oleh saiful rahman. Para warga sempat heboh bagaimana bisa hutan bambu yang begitu angker di babat dan sekarang berdiri sebuah rumah di sana. Tapi aneh ya para penghuni hutan itu malamnya malah mengganggu penduduk desa sekitar dan mereka meminta para warga untuk mengusir saiful rahmad dari rumahnya. Besoknya mereka kumpul di balai pertemuan masing masing kampung mereka serentak ingin mengusir saiful rahman dari rumahnya tapi aneh rumah itu hilang saat warga sampai di lokasi. Saat warga bingung mencari muncul sebuah suara.
"Kalian hanya di bodohi oleh setan setan itu. Apa kalian percaya setelah aku pergi atau mati mereka tidak akan mengganggu kalian?" ucapan itu membuat beberapa warga diam dan berpikir."
"Pastinya setan itu tidak akan mengganggu kami seperti dulu kecuali kami mengganggunya. Setan tidak mengganggu jika kita tidak mengusik." ucap bapak bapak gendut.
"Apa jaminannya mereka tidak akan menggangu setelah hutan ini aku babat habis seperti ini?"
Warga diam lagi untuk berpikir ulang.
"Kuberi tahu. Aku lebih tahu dari kalian kalau setan setan dan jin penunggu hutan ini sedang mengamuk besar tapi mereka tak mampu melukaiku bahkan menyentuhku lalu mereka ingin menjadikan kalian budak untuk mengusirku setelah itu kalian akan di bunuh lalu di jadikan budak di alam setan. Apa kalian mau mati konyol melindungi setan yang munafik itu? Kalau kalian mau mati konyol baiklah aku akan pergi tanpa kalian minta toh aku juga tidak akan mati seperti kalian." ucap suara itu seperti menyadarkan para warga.
"Baiklah tuan kami harus bagaimana supaya tidak di bunuh oleh setan penunggu hutan bambu ini?" tanya seorang pemuda di ikuti yang lainnya.
"Kalian pindah ke kampung sukaman ini pasti aman. Bawalah harta benda kalian di rumah lalu tinggal di kampung ini. Bawa harta benda secukupnya saja jangan berlebihkan." Perintah saiful rahman.
Singkat cerita semua warga berbodong bondong pindah ke kampung sukaman dan anehnya saat mereka kembali ke kampung sukaman sudah berjejer rumah sederhana lalu mereka mulai menempati rumah sederhana dengan joglo,ruang tamu 2 kamar dan dapurnya. Setelah semua sudah kebagian rumah sauful rahman terlihat berjalan di depan rumah rumah itu yang total 50 rumah itu. Mereka tampak senang karena rumah mereka di kampung asalnya masih dari kayu bukan batu bata. Tiba tiba di telinga mereka semua tedengar bisikan pelan "Keluarlah" mereka semua keluar dan melihat saiful rahman duduk di sebuah pos.
"Duduklah semua!" Lalu mereka duduk diam tidak ada yang berani bicara.
"Sebenarnya aku di sini untuk membantu kalian. Malam nanti akan ada badai besar dan kampung kalian akan hancur maka dari itu aku mengajak kalian tinggal di sini. Kalian tahu badai itu dari mana? Dari penunggu hutan bambu ini. Mereka sudah lama ingin memperluas wilayah kekuasaan."
"Maaf boleh saya bertanya tuan?" ucap seorang wanita yang sedang mengandung.
"Silahkan."
"Apa di sini aman tuan? maksud saya apa setan setan itu tidak bisa menyerang ksmpung kita ini dengan badai?" pertanyaan yang bagus.
"Atas kehendak Nya kita akan terlindung dari badai itu."
Skip paginya 4 orang pria di suruh saiful rahman untuk mengecek 3 kampung asal mereka tinggal.
4 pria itu kembali dan bersujud di kaki saiful rahman tapi saiful rahman tidak mau di sembah seperti itu dia langsung menari ke empatnya berdiri dan memberikan info yang mereka dapat.
Ternyata benar kampung mereka luluh lantak dengan tanah yang tersisa hanya puing puing bambu dan lainnya. Semua warga menangis haru masih si beri keselamatan.
Itulah kisah masa lalu kampung sukaman yang di dirikan oleh saiful rahman. Setelah itu dian pamit akan ke sawah dulu.
......................
Saiful rahman adalah bapaknya mbah minto jadi bisa di sebut bayu adalah buyut dari saiful rahman. Saat saiful rahman masih hidup kampung aman damai tapi setelah saiful rahman wafat dia berpesan agar saat malam jangan pernah keluar dari rumah kecuali urusan yang sangat penting dan beribadah. Tidak lupa kunci jendela dan pintu agar aman. Malam yang si maksud saiful rahman yaitu ba'da maghrib/setelah maghrib. Bisa di bilang saiful rahman adalah pelindung kampung tapi ketika dia wafat kampung sangat berbahaya saat malam. Soal ucapan wulan tempo hari kalau penunggu kampung sukaman berusaha menyerang bayu saat di luar gapura kampung mungkin karena bayu bisa melihat mereka dan kedua bayu adalah buyut dari saiful rahman yang menghancurkan hutan bambu sukajail. Lalu wulan juga pernah berkata kalau penguwasa kampung sukaman bisa di kalahkan wulan dengan mudah apa ilmu wulan setara dengan saiful rahman? apa wulan juga bisa jadi pelindung kampungnya bayu? itu akan terjawab di suatu episode Saat.......