INDIGO & 7

INDIGO & 7
24. Anggar minta tolong 3



"Iya yu paham dan makasih udah bantu gw. Gw minta maaf kalo gw salah gw janji akan nyelesaiin masalah ini sampai arwah nadia tenang dan tolong bantu gw. Gw butuh lu sebagai petunjuk arah jalan,😢"


"Maaf tuan sudah sampai di lokasi yang tuan minta. " ucap supir sambil melepas handset di telinganya.


"Iya gw bantu tenang aja. Yuk turun!"


"Yang mana rumahnya?" tanya bayu.


"Dulu sih yang ini kontrakannya. Coba tak tanya mbaknya itu." ucap anggar berjalan ke arah mbak mbak.


"Misi mbak."


"Iya mas ada perlu apa?" tanya mbaknya.


"Apa riski udah nggak ngontrak di sini lagi ya mbak? saya temennya riski." ucap anggar.


"Waduh riski yang mana ya? soalnya saya udah setahun tinggal di sini nggak ada tetangga yang namanya riski" ucap mbaknya.


"Dulu riski tinggal di rumah ini mbak dia ngontrak." jelas anggar.


"Ohh mungkin yang ngontrak di sini sebelum saya mas. Coba mas tanya yang punya kontrakan aja saya nggak tau tentang riski." jelas mbaknya.


"Itu mas rumahnya cet kuning sebelahnya rumah yang ada mobilnya." tunjuk mbaknya.


"Ohh iya mbak makasih infonya dan maaf mengganggu." ucap anggar.


"Hehe iya mas gapapa udah kelar kok ini. Sama sama mas"


Anggar menuju rumah yang di bilang mbak mbak tadi dan ibu ibu keluar. Kata ibu itu yang sebagai pemilik kontrakan riski sudah 2 tahun lalu pindah dari kontrakannya dengan alasan ingin cari suasana baru. Karena yang di cari sudah nggak ada anggar langsung buru buru menutup obrolan dan kembali ke dalam mobilnya.


"Aduh gimana nih si riski udah nggak tinggal di sini lagi yu? mau cari ke mana lagi kita?" tanya anggar.


"Menurut lu ada kemungkinan riski pulang ke asalnya nggak?" tanya balik bayu.


"Bisa jadi sih tapi kalau beneran ya jalan satu satunya kita cari budi dan berharap bulu itu di titipkan riski ke budi sebelum dia pulang ke daerahnya." ucap anggar.


"Bener ini alamat budi nggar?" tanya bayu menunjukan bukunya.


"Bener yu tapi ini jauh banget lo bisa 1 jam lebih ini kalau kesana. Tapi kalau lu mau ya ayuk aja." ucap anggar.


"Sampai sana malem dong ini. Ya udah gas aja lah ." ucap bayu.


Singkat cerita mobil sudah memasuki perumahan tempat budi tinggal tepat azan maghrib berkumandang. Ternyata rumah yang di tunjuk alamat itu seperti di segel oleh bank atau pihak polisi. Bayu yang merasa buntu ingin menunaikan ibadahnya dulu sekaligus berdo'a memohon petunjuk Nya. Anggar di aja sholat katanya malu karena udah lupa do'a do'anya jadi dia memutuskan mencari info saja di sekitar rumah budi.


Skip selesai sholat bayu mencari anggar dan ternyata sedang berada di warung kopi lagi melamun seolah pikirannya kosong.


"Woy nglamun aja maghrib maghrib nggak sholat." gertak bayu.


Bukannya kaget atau apa anggar masih melamun dengan tatapan kosong sambil berkata.


"Budi sudah nggak ada yu"


"Hah si budi pulang ke asalnya juga?" tanya bayu.


"Bukan. Buda sudah meninggal satu tahun lalu." jawab anggar lemas ingin menangis.


"Innalillahi kok bisa?" tanya, bayu.


"Yu gw udah nyerah dengan keadaan ini. Gw ikhlas arwah nadia gentayangin gw seumur hidup karena ini memang salah gw. Kalau gw nggak ngasih ide gila itu nggak akan seperti ini jadinya." ucap anggar menjambak rambutnya sendiri.


"Udah tenang dulu aja. Masa lalu udah terjadi nggak perlu di sesali. Btw di rumah lu ada siapa aja?" tanya bayu buat anggar heran dan berhenti menjambak rambutnya.


"Ada ART sama tukang kebun dan beberapa bodyguard keluarga gw. Emang kenapa?" tanya anggar.


"Lu nginep rumah gw aja. Yuk balik aja anter gw ke Alun alun buat ambil motor gw." ucap bayu.


"Ngapain gw nginep di rumah lu? Nggak ahh gw pulang aja."


"Lu mau selamat nggak? apa lu mau kayak temen temen lu itu" ucap bayu.


"Keadaan membuat gw nggak takut mati yu." ucap anggar mulai nglantur.


"Ye sinting lo ya. Udah tidur aja sono daripada nglantur gak jelas."


Bayu pun menyuruh pak sopir mengantarnya ke alun alun lalu pak sopir mengikutinya. Pak sopir bertanya mau ke mana lalu bayu menjelaskan masalah anggar sedikit ke pak sopir dan akhirnya dia mau.


Singkat cerita bayu sudah sampai rumah jam 7 malam dan mobil anggar berhenti di depan rumah bayu.


"Woy turun udah sampai rumah lu nih" ucap bayu mengguncang tubuh anggar.


"Hah.. i iya gw turun" turunlah anggar dari mobil dengan setengah sadar lalu.


"Jemput besok pagi ya pak." Bug suara pintu mobil di tutup lalu mobil melaju meninggalkan anggar yang linglung.


Bayu mengajak anggar duduk di teras rumahnya dan baru sadar ini bukan rumahnya.


"Ehh bentar ini bukan rumah gw anjir lu nyulik gw ya" ucap anggar kesal tapi bayu malah tertawa cekikikan.


"Udah santai aja. Tadi lu bilang butuh temen saat lu ada masalah ya udah lu nginep di rumah gw nanti cerita2 oke. Gw mau mandi habis itu ganti elu ya" ucap bayu lalu berjalan memasuki rumah.


Anggar memikirkan kata kata bayu baru kali ini ada orang yang peduli dengannya. Setelah itu dia tersenyum tapi hanya beberapa saat karena masalah besar masih menanti untuk di selesaikan. Saat anggar sendirian di teras ibu bayu dan adiknya pulang.


"Assalamualaikum"


"Wallaikumsalam tante. Perkenalkan nama saya anggar kakak kelasnya bayu" ucap anggar terus menyalami ibu bayu.


"Ohhh iya tapi bayunya dari tadi sore sampai sekarang belum pulang nak." ucap ibu bayu tidak tahu.


"Maaf tante tadi bayu sedang belajar untuk persiapan ujian minggu depan dan saya mohon izin nginep di sini ya tan. Soalnya di rumah sepi nggak ada orang mama papa lagi tugas di luar negeri. Kalo boleh saya bayar deh tan tenang aja." ucap anggar karena males pulang bukan karena di tinggal sopir tadi tapi bener kata bayu kalau lebih baik nginep di rumahnya.


'Gila nih bocah kayaknya kurang perhatian dia' batin ibu bayu.


"Ya udah boleh tapi rumah tante kecil loh. Kamar bayu juga kecil jadi harap maklum" ucap ibu bayu.


"Iya tan gapapa nanti tidur di teras sini aja." ucap anggar.


"Kok tidur di teras ya masuk dong. Yuk masuk dulu tante udah masak tadi kita makan bareng." ajak ibu bayu.


Singkat cerita malem itu anggar ikut makan bersama bayu,ayu dan ibunya bayu. Setelah makan anggar mandi setelah itu ia bercerita banyak hal seolah bayu teman seangkatannya. Pukul 11 anggar ngantuk dan minta tidur di teras sesuai keinginannya tadi. Apa boleh buat bayu harus menemani karena tujuan bayu ngajak anggar nginep supaya anggar nggak sendirian.


...Lanjut chapter berikutnya>>>...