INDIGO & 7

INDIGO & 7
27. 5 tinggal 1



Sabtu, 1 Mei 2***.


Pagi itu bayu sudah ready di teras bersama anggar yang akan pulang ke rumahnya.


"Yu tolong kasih uang ini ke ibu lu ya. Gw udah kasih tadi tapi ibu lu nggak mau." ucap anggar.


"Pantes lah ibu nolak lu ngasih banyak banget. Lu pikir rumah gw hotel yang harus bayar mahal. Udah simpen aja uang lu ibu gw orangnya kalau nolong ikhlas kok. Yuk berangkat!"


"Jadi lu nggak mau nerima nih? Ok gw simpen lagi tapi kalau lu butuh bantuan kabari gw ya." ucap anggar berdiri dan masuk ke dalam mengikuti bayu untuk pamit ke ibu bayu.


Skip jam pulang sekolah telah berbunyi dan siswa siswi berhambur keluar dari gerbang sekolah termasuk bayu yang sudah di tunggu mobilnya anggar. Kali ini anggar tidak memakai supir dan dia sendiri yang nyetir.


"Mau kemana kita nggar?" tanya bayu.


"Gw udah dapet info keberadaan pacarnya riski jadi kita tanya aja sama pacarnya." ucap anggar.


"Kenapa nggak minta nomornya aja terus tanyain keberadaan riski?" tanya bayu.


"Temen gw lost kontak sama pacarnya riski cuma tahu alamatnya aja jadi semoga dia masih di sana nggak jauh kok." jelas anggar.


Saat perjalanan pak ustad telpon bayu ngasih kabar erlin udah sadar dan sekarang masih di RS. Bayu hanya menjawab dengan iya dan besok dia akan ke RS melihat kondisi erlin secara langsung.


"Udah sampai yu. Itu rumahnya yuk turun." ucap anggar menghentikan mobilnya di depan rumah bercat putih itu.


"Permisi tok.. tok.. tok.. " ucap anggar mengetuk pintunya.


"Iya ada apa?" ucap seorang cewek muda keluar dari rumah.


"Anu mbak saya cari anggi apa benar ini rumahnya?" tanya anggar gugup karena cewek itu hanya pakai tanktop dan celana gemesnya.


"Ohh mbak anggi rumahnya masuk gang itu mas. Pertigaan kecil itu masuk ke barat kala saya sepupunya. Ada perlu apa ya mas cari mbak anggi?" tanya cewek itu.


"Anggi temen satu angkatan saya mbak. Saya ingin reunian gitu hehe..."


"Ya udah mari saya antar aja mas mobilnya tinggal sini aja soalnya nggak muat masuk gang." ucap cewek itu.


"Tapi mbak... "


"Udah tenang aja nggak ngrepotin kok. Ayo mas!" ucap cewek itu keluar dari rumah hanya dengan pakaian seperti itu.


"Gila yu keluar cuma pake tenktop sama celana segitu. Apa nggak sekalian telanjang aja 😄" bisik anggar ke bayu.


"Otak lu cuci sana seneng banget lihat yang putih putih" ucap bayu sambil memukul ringan lengan anggar.


"Alah semua cowok juga suka kali termasuk elu kan hahaha... "


"Ada apa mas?" tanya cewek itu.


"Hehe nggak ada apa apa kok mbak. Masih jauh kah rumahnya?" tanya anggar mengalihkan pembicaraan.


"Enggak tinggal dikit lagi kok."


"Siapa ta?" ucap seseorang dari dalam dan pintu di buka.


"Loh kamu😨 anggar kan. Gimana kabarmu? ayo ayo masuk dulu!" perintah anggi.


"Iya kamu masih ingat ya. yuk yu masuk!"


Di dalam ada anak kecil yang sedang bermain.


"Eh andi sini main sama tante di teras." ucap cewek itu.


"Itu anakmu nggi?" tanya anggar.


"Iya itu anakku. Ta ajak andi main di teras gih!" ucap anggi ke cewek itu.


Mereka berdua keluar dan sekarang anggi, anggar dan bayu duduk bertiga di ruang tamu.


"Ada apa nggar nyari aku? pasti ada sesuatu yang penting." tanya anggi.


"Sebentar gw mau tanya itu anakmu sama riski? riski di mana sekarang gw mau ketemu?" tanya anggar penasaran.


"Hah..😨 hmm itu bukan anak gw sama riski nggar tapi.... " ucap anggi terpotong suara salam dari teras.


"Assalamu'alaikum sayang aku pulang." ucap suara yang tidak asing di telinga anggar.


"Wallaikumsalam." jawab mereka bertiga.


"Wah wah ada tam.. Mas anggar.😨" ucap dino kaget melihat teman kakaknya itu. Dino memang sering bertemu anggar karena anggar sering datang ke rumah nya.


"Apa kabar mas? lama tidak jumpa." ucap dino duduk sambil menyalami anggar dan bayu.


"Iya ini gw din kabar gw kurang baik. Jadi suami anggi itu elu. Gimana ceritanya kalian bisa menikah dan udah punya anak? Terus riski kemana nggi?" tanya anggar ke sepasang suami istri di depannya.


"Iya mas kamu aja yang cerita." ucap anggi kepada suaminya.


"Sebelumnya mas tau kabar mas budi?" tanya dino.


"Iya kemarin dari rumahmu yang di perumahan tapi rumah itu di segel. Kata tetangga budi bunuh diri di rumah itu? bener kan berita itu?"


"Iya mas benar. Mas budi tinggal di rumah itu sendirian setelah aku nikah sama anggi. Awal pernikahan mas budi biasa aja dan juga sering mampir ke sini. Tapi gelagat mas budi mulai aneh katanya dia nggak bisa tidur nyenyak dan sering mimpi di datengin cewek yang si gantung lehernya. Awalnya aku biasa aja sampai akhirnya tak kasih saran pindah rumah di deket rumahku ini aja dan mas budi setuju. Setelah itu selama 3 minggu mas budi nggak ada kabar dan nggak mampir ke sini lagi. Anggi menyarankan untuk aku dateng ke rumah lama tapi karena susah ijin kerja jadi nunggu hari minggu. Hari minggu aku datang ada bau bangkai saat aku membuka pintu depan yang tidak terkunci. Saat lampu ku nyalakan yang sebelumnya gelap jadi terang tapi kosong di ruang tamu lalu semua lampu aku nyalain tapi pas di kamar mandi aku lihat seseorang tergantung dan itu adalah mas budi yang sudah membusuk. Aku lemas waktu itu dan sekuat tenaga keluar minta bantuan supaya mayat mas budi bisa di turunkan." ucap dino berhenti ketika ia mengusap air matanya.


"Udah din jangan di ceritain lebih detail lagi gw nggak kuat." ucap anggar dengan mata berkaca kaca mengingat teman baiknya itu mati mengenaskan tergantung.


"Terus kenapa kalian bisa menikah? bukannya anggi dulu cinta mati sama riski sampai kemana mana berdua." tanya anggar mencoba kuat.


"Semua berawal saat mas riski memutuskan anggi dan anggi frustasi dan terjun ke dunia hitam. Maaf ini aib jadi tidak aku per detail ceritanya. Setelah anggi salah jalan mas riski menghubungi mas budi untuk menjodohkanku dengan anggi. Aku jelas menolak karena aku bukan tipe cowok yang suka cewek umurnya di atasku tapi mas budi memaksa dengan alasan untuk kebaikan bersama. Terpaksa aku menerima dan mas budi menyuruhku mencari keberadaan anggi di sebuah club malam. Aku tunggu anggi pulang dan tepat pukul 2 dini hari anggi keluar bersama seorang cowok dengan keadaan teler. Aku mengambil alih anggi dari cowok itu dan membawanya pulang." ucap doni terhenti.


"Bentar bentar terus kenapa riski mutusin kamu nggi? Apa dia selingkuh?" tanya anggar ke anggi.


...NEXT CHAPTER YA GUYS>>>...