INDIGO & 7

INDIGO & 7
Ki Ageng Ngliman 2.



"Mereka pasukan naga dari Kerajaan Telaga ngebel yang di pimpin oleh Raja Baruklinting."


"Lalu raja baruklinting yang mana?" tanya bayu.


"Sepertinya belum muncul."


Grrrraarrr Graaarrrrrrr.....Terdengar suara harimau dari belakang bayu dan wulan tapi saat di tengok tidak ada wujud harimau di belakang mereka. Tapi anehnya pasukan naga itu berhenti dan muncul sosok naga baruklinting.


"Wuldandari benarkah kau yang menyerang Ratu ular dan pasukannya? Bukankah sejak awal kau sudah berjanji tidak akan membuat masalah di wilayah gunung wilis. Lalu kau sudah melanggar itu semua dan sekarang terima hukuman dariku." ucap raja baruklinting.


"Maaf Raja baruklinting saya memang berjanji tidak akan membuat masalah di gunung ini tapi saya tidak berjanji jika saya di serang penunggu sini saya akan diam saja karena saya bertugas menjaga anak ini."


"Siapa yang menyerangmu?"


"Raja bisa tanya ke ratu ular."


"Ratu ular bilang kalau kamu yang menyerangnya dan membawa salah satu tangan kanan ratu ular."


Ratu ular muncul.


"Betul raja dia benar benar licik menyerang saya saat lengah." ucap ratu ular berdusta.


"Hey bukankah dirimu yang menyerang saat para manusia tidur. Sungguh pandai mulutmu memutar balik fakta."


"Jaga ucapanmu..."


"Baruklinting kembalilah ke asalmu dan bawa semua pasukanmu. Jangan percaya ucapan ratu ular aku tahu dia mengadu dombamu dengan wulan karena dia tak mampu mengalahkan wulan walau dia membawa pasukan terbaiknya malah panglima cobra di tangkap oleh wulan." ucap seorang kakek tau berjenggot putih berbaju putih memakai sorban.


"Benarkah itu ki?" tanya baruklinting.


"Tidak raja aku bisa mengalahkan wulan dengan mudah tapi aku perlu persetujuan darimu dulu."


"Kalau begitu lakukan yang menurutmu benar." ucap baruklinting.


Ratu ular jadi gemetar dan tak mengira jawaban beruklinting seperti itu.


"Baiklah jika raja mengijinkan."


Ratu ular berubah jadi ular besar dan menyerang wulan tapi sungguh tak di duga wulan menjauh dari bayu lalu berubah jadi seekor ular berkepala seperti naga berwarna biru kehitaman dengan mata biru menyalanya.



Kira kira sepeti itu bentuk kepala naga wulan.


Pertarungan kedua ular itu berlangsung seru karena tidak ada yang mau bertahan. Keduanya saling gigit tapi wulan lebih unggul dan lincah akhirnya ular jelmaan ratu ular kabur karena lukanya sudah parah.


Setelah ratu ular pergi wulan berubah jadi gadis cantik lagi dengan beberapa luka di tubuhnya.


"Sebenarnya kamu siapa? Kamu bukan siluman tapi jin yang kuat." tanya baruklinting.


Wulan tidak menjawab karena dia sedang memulihkan luka yang ada di tubuhnya. Luar biasa dalam hitungan menit luka itu sembuh tak berbekas seperti tidak pernah terluka sedikitpun. Memang bagi siluman ular menyembuhkan luka itu hal yang biasa tapi juga tidak dalam hitungan menit melainkan butuh waktu seharian untuk sembuh normal.


Setelah wulan selesai.


"Ilmu apa yang membuatmu menyembuhkan luka secepat itu?" tanya kakek tua itu.


"Pertama wulan menjawab pertanyaan raja Baruklinting memang benar saya bukan siluman tapi jin. Namaku Wulandari ibu saya galuh pandhita ratu di istana kridha kartika. Kedua saya tidak memakai ilmu atau ajian saya hanya memakai energi yang ada di dasar pusat energi saya istilahnya energi murni."


"Apa benar kamu anak ratu galuh?" tanya baruklinting.


"Baruklinting segera kembali ke telaga ngebel dan bawa pasukanmu." ucap kakek itu.


"Iya benar. Apa raja baruklinting mengenal ibu saya?" tanya wulan.


"Iya ki tapi aku akan memberi sesuatu kepada wulan." Naga baruklinting berubah jadi manusia yang tampan dan memakai jubah emas berbentuk sisik naga.


Baruklinting memberikan sebuah cambuk kepada wulan.


Sekarang tinggal mereka bertiga di tempat itu.


"Mohon maaf saya undur diri kek." ucap wulan.


"Tunggu aku ingin bertanya kepada pemuda yang bersamamu siapakah dia? Bagaimana bisa dia bersama dengan jin sekuat dirimu." tanya kakek itu.


"Dia bernama bayu dan saya di perintah ibunda untuk menjaga anak manusia ini." jawab wulan.


"Hnn bayu baiklah kalian boleh pergi."


Bayu dan wulan kembali ke rombongan ternyata mereka masih sibuk dengan rombongan pak juan dan rombongan tak di kenal itu. Wulan menghilangkan bayu palsu dan bayu palsu muncul dari balik tenda.


Kondisi mereka beberapa ada yang udah sadar tapi untuk rombongan tak di kenal mereka masih pingsan semua. Berdasarkan keterangan pak juan setelah sadar rombongan mereka di serang rombongan tak di kenal itu. Mereka seperti zombi yang menyerang tanpa sebap. Karena rombongan pak juan terdiri dari 5 perempuan dan 5 laki laki zombi itu menyerang perempuan dahulu di saat laki laki ingin menolong zombi yang lain menyerang. Bayu yang baru datang cuma mendengarkan saja.


Pukul 11 petugas medis datang lalu memeriksa mereka yang pingsan tadi. Pukul 12 siang semua sudah sadar tapi untuk berjalan masih belum mampu.


"Gas kita lanjut atau turun aja?" Tanya joy.


"Lanjut aja udah deket kan ini." jawab bagas.


Pukul 12.30 mereka lanjut dan sampai di puncak limas pukul 13.30. Berfoto sebentar dan mereka bergegas turun menghindari sampai bawah malam hari.


Perjalanan turun tidak ada hal yang mencolok semua lancar dan waktu turun bisa di bilang cepat.


Mereka sampa pos 1 pukul 19.00 yhup memang sudah petang tapi itu lebih baik ketimbang sampai jam 8 lebih. Kalau sampai kam 8 lebih mereka di haruskan menginap di penginapan yang tersedia.


"Udah beres semua gas?" Tanya joy yang baru selesai memasukan barang barang ke mobilnya.


"Udah jo kalian jadi langsung balik kediri nih nggak nginep di rumah temennya jono dan edi aja?" tanya bagas.


"Enggak gas besok pagi gw ada keperluan." ucap joy dan masuk ke dalam mobilnya yang nampak eva sudah tertidur pulas.


"Gw Duluan ya semua.👋" Ucap joy bergegas pulang.


"Yoi."


"Ati ati bro."


"Gimana ed jon udah kan istirahatnya. Tenang nanti mampir ke rumah makan dulu pasti kalian lapar." Ucap bagas tahu kalau semua sudah lapar.


"Oke ayo kita cuss.." ucap edi.


"Gas kalau ngantuk gw aja yang nyetir." ucap bayu.


"Aman gw masih sanggup kok." jawab bagas lalu bayu masuk ke dalam mobil.


Kali ini bayu di depan sedangkan nafia memilih tidur bersama nafia di jok kedua.


"Gimana yu pengalaman mendaki pertama lu?" tanya bagas sambil menyetir.


"Seru sih gas dan nafia kayaknya juga puas banget naik gunung. Ya semoga aja next time dia nggak ngajak naik gunung lagi." ucap bayu.


"Kenapa emangnya?" tanya bagas.


"Gimana ya gw mau bilang jujur takutnya lu nggak percaya."


"Bicara soal gunung pasti ada hubungannya dengan yang tak kasat mata iya kan?" tebak bagas.


"Kok lu tau gas?" tanya bayu.


...----------------...


Akhirnya juga pendakian gunung wilis. Maaf 2 hari nggak update soalnya author sakit. Entah emang efek musim pancaroba atau efek author nulis cerita gunung wilis ini jadi author 3 hari demam alhamdulilah sekarang udah agak mendingan. Oke Lanjut Episode Selanjutnya👍👍