INDIGO & 7

INDIGO & 7
Di usilin kunti.



"Anak kecil itu berkulit putih wajahnya agak serem hidungnya mancung mata sedang terus telinganya lancip di ujung atasnya. Aku rasa dia bukan manusia deh soalnya di mimpiku dia bisa nembus tembok. kamu tahu nggak dia siapa?" tanya erlin.


"Aku nggak tahu sih lin tapi nanti tak cari tahu lebih lanjut. Yuk balik daripada yang lain ngomong yang enggak enggak." ajak bayu.


Setelah kembali benar dugaan bayu ada saja godaan dari mereka mulai dari.


"Ehemm..inget udah punya cewek."


"Awas lin di modusin bayu."


" Habis ngapain nih?"


"1 cewek kurang lah ya haha..."


Bayu tahu mereka bercanda tapi ya nggak enak di hati apalagi kalau ada yang ngadu ke nafia beh gawat nih. Nafia emang tidak gampang cemburu tapi ada tapinya khusus erlin dia selalu cemburu dan marah besar kalau tahu bayu deket deket erlin. Padahal kalau cewek lain erlin ya nggak bakal marah marah.


So lanjut ke hari hari berikutnnya yang aman damai tidak ada darah yang tumpah di jalan alias kecelakaan. Begitu juga dengan cowok misterius itu yang sudah tidak meneror bayu lagi. Di sisi lain nawang sangat penasaran dengan cowok itu ketika bayu cerita. Nawang merasa di bodohi karena setiap bayu berhadapan dengan cowok itu nawang selalu tidak tahu. 2 minggu berlalu nawang juga sudah lupa dengan cowok misterius itu. Hari ini hari senin tepat ujian semester 1 akan berlangsung. Kelas 12 berangkat pagi dan menempati ruangan sesuai nomor yang sudah di bagi. Di ruang kelas bayu merasa bosan karena kelas di isi 20 orang jadi sepi sehingga dia memutuskan main ke kelas sebelah dulu ke ruangannya bagas.


"Wkwk...kesepian lu ya nggak ada gw." ucap bagas yang duduk di atas meja bersama teman yang lainnya.


"Iya lah di ruang gw beda kelas semua. Gw kayak di buang ke sana."


"Sabar yu cuma beberapa hari aja nggak lebih." sahut niko.


"Kapan kapan futsal lagi yuk!" ucap fajar.


"Kalo gw free ya jar." jawab bayu.


"Sok sibuk lu haha..." canda roni.


Bel bunyi tanda ujian akan segera di mulai bayu kembali ke kelas dan Ba sosok putih tiba tiba jatuh di samping bayu. Kalian tebak itu pocong? bukan itu kuntilanak dengan wajahnya yang gosong. Bau anyir darah tercium bayu membaca do'a untuk mengusir kunti itu. Tapi bukannya pergi si kunti malah tutup telinga dan duduk di kursi kosong di samping bayu. Rasa takut berubah jadi amarah saat bayu mengerjakan ujian malah di ganggu.


"Heh kunti jelek lu bisa pergi nggak atau gw bakar sekarang juga."


"Hihihi... ini kan tempat aku kenapa aku harus pergi hihi..." ucap si kunti sambil tertawa cekikikan.


Bayu kembali fokus ujian mengabaikan si kunti yang tidak bisa diam itu.


"Rasain tuh kunti centil." ucap bayu dalam hati.


Baru bayu duduk dan bersiap mengerjakan mapel kedua tapi ada yang menoel bahu bayu. Bayu menengok siapa tahu ada yang butuh bantuan dan dia lupa kalau bayu duduk di bangku paling belakang jadi belakang bayu ya kosong nggak ada siapa siapa.


"Sialan siapa sih ini pada usil satu pergi yang lain muncul."batin bayu.


Lagi lagi ada yang menoel bayu tidak respon sampai beberapa kali toelan bayu menengok.


"Aku di sini." ucap suara anak kecil.


"Minta uangnya buat beli jajan." ucap anak kecil pendek hanya memakai ****** putih.


"Anjir di sini ada tuyul juga."


"Nggak ada pergi sana jangan ganggu gw." ucap bayu mengusir.


"Minta uang buat jajan om."


"Am om am om lu pikir gw om lu. Nggak ada pergi sana jangan ganggu gw." Akhirnya tuyul itu pergi dengan muka melasnya menembus tembok belakang bayu.


Jam 10 bayu sudah selesai mengerjakan soal dan memilih tiduran di meja tiba2 rambutnya terasa di belai seseorang bayu kaget don dan langsung mendongakkan kepala dan si kunti tadi balik lagi tunggu. Dia bukan kunti tadi dia diam saja mulutnya sobek sampai ke pipinya. Dia menatap bayu sayu seperti ingin ngomong sesuatu tapi karena mulutnya sobek suaranya tidak jelas. Bayu merasa iba melihat kunti yang satu ini. Dan bayu melihat sekeliling ternyata di kelas ini tidak hanya ada 1 atau 2 kunti tapi totalnya semua ada 8 sosok. Tak perlu di jelaskan semua kita fokus ke kunti yang di samping bayu. Sebenarnya bayu malas melakukan hal ini karena setelah nya dia akan lemas beberapa menit karena kehabisan tenaga. Akhirnya bayu memfokuskan pandangan ke mata kunti itu dan semua berubah jadi gelap beberapa menit lalu muncul layar proyektor yang memutar sebuah film. Film itu menunjukan sepasang kekasih yang sedang bertengkar di sebuah hutan. dari pakaiannya sudah jelas ini bukan masa modern. Si cewek meminta pertanggung jawaban dari si cowok karena sudah telat menstruasi hampir 1 bulan. Si cowok ngotot kalau si cewek sebentar lagi akan menstruasi. Alasan utama si cowok ngotot karena dia sudah beristri dan si cewek belum tau hal itu. Karena terus terdesak akhirnya si cowok ngaku dia udah punya istri dan anak jadi dia tidak bisa menikahi si cewek. Mendengar ucapan si cowok si cewek merasa tak percaya dan si cowok meyakinkan lagi. Akhirnya cewek itu menjerit keras sekali sampai membuat cowok itu reflek memukul perut cewek itu. Cewek itu tersungkur memegangi perutnya.


"Kenapa mas aduh... sakit. Kamu sudah menghancurkan hidupku jangan kau buat calon anak kita ikut merasakannya. Pergi aku sudah tidak sudi melihat tampang wajahmu yang jahat itu." usir si cewek sambil merintih kesakitan.


"Aku akan pergi setelah membunuh kalian berdua." si cowok mengeluarkan pisau untuk menikam cewek itu tapi dia lari ke arah hutan lalu terpeleset masuk ke dalam jurang Mulutnya sobek karena mulutnya menancap di sebuah dahan pohon sampai tembus ke kepala bagian belakangnya. Layar proyektor berhenti memutar film lalu gelam menyelimuti.


*Aku cuma ingin berbagi kesedihanku yang sangat mendalam. Banyak dari masa ke masa anak istimewa sepertimu. Tapi mereka semua terlaku angkuh jadi aku tak mau berbagi cerita kepada mereka. Perkenalkan namaku asri."


"Dari tahun berapa kamu meninggal dunia?" tanya bayu.


"1960." jawabnya singkat.


"Baiklah sekarang kamu pergi ya jangan ganggu aku."


"Terima kasih." pandangan bayu kembali normal dan sosok kunti tadi telah hilang bayu tak bisa menemukan Keberadaannya. Tak terasa sudah 1 jam berlalu padahal film tadi tidak lebih dari 5 menit.