INDIGO & 7

INDIGO & 7
Jatim Park.



Hari sabtu pengambilan rapot dan bayu memilih tidak masuk karena hari ini bayu di ajak nafia jalan jalan sekaligus mempersiapkan keperluan liburan.


"Udah semua kan say? Mau kemana lagi kita?" tanya bayu setelah masuk mobil nafia.


"Ke rumah aku yuk yank hehe..." goda nafia.


"Enggak deh." Jawab bayu.


"Hihi di rumah ada mamah papah kok yank. Tapi aku becanda aku pingin ke Kebun binatang yank." ucap nafia.


"Ke Jatim Park atau ke Batu say?" tawar bayu.


"Ke batu aja yuk!"


"Tapi ini udah siang say. Ke Jatim park aja yuk biar agak lama di sana." bujuk bayu.


"Ya udah ke Jatim park aja. Tapi pulangnya mampir cari oleh2 ya say."


"Beres cantikku."


Mereka langsung gas ke jatim park yank jaraknya tidak terlalu jauh jadi 15 menit sudah sampai lokasi.


Setelah parkir dan membayar tiket masuk bayu di ajak nafia menonton badut.


"Aduh ngapain nonton badut sih sayang." keluh bayu sambil mengecek HPnya.


"Lucu tauk tuh lihat badutnya bisa jugling."


Bayu di chat teman temannya menannyakan keberadaannya.


"Gw ada di jatim park." balas bayu ke teman temannya.


"kumpul di BC yu bahas hari senin." chat dari bagas.


"Gw ngikut aja gas. Sorry nggak bisa ikut kumpul soalnya gw baru sampai bareng nafia." balas bayu.


"Yank yank ke sana yuk." tunjuk nafia ke rumah hantu.


"Yakin nanti kamu takut?" ucap bayu.


"Enggak lah aku berani kok."


Bayu mengikuti kemauan nafia dan masuk rumah hantu yang menurut bayu nggak serem sama sekali karena bayu sering melihat yang lebih seram di banding patung dan orang orang yang memakai kostum. Berbeda dengan nafia yang ketakutan sampai jalan dengan mata tertutup sebelah. Karena jalan terlalu lama bayu dan nafia di dahului pengunjung lainnya yang otomatis membuat nafia kesal.


"Yank jalannya cepetan dong aku takut nih." ucap nafia.


"Katanya berani kok takut sekarang." ucap bayu santai.


"Tauk ahh tak tinggal kamu." ucap nafia buru buru jalan dan Whaaa... nafia kaget ada kunti palsu menghadang langkahnya. Tak hanya kunti tapi sosok genderuwo juga ikut menghadang lalu mengejar nafia. Nafia berlari ke arah bayu dan berlindung di baliknya.


"Kenapa? tanya bayu.


" Ada kunti dan gorila besar yank." ucap mafia menyebut genderuwo gorila wkwk...


"Ada ada aja kamu itu."


Kunti dan genderuwo palsu itu datang menghampiri bayu dan berusaha menakuti tapi bayu santai saja karena tahu mereka hanya manusia memakai kostum.


"Mau apa kalian minggir." ucap bayu.


Mereka berdua bingung kenapa orang ini nggak takut.


"Gw tahu kalian bukan hantu udah minggir gw mau lewat." ucap bayu lagi.


Mereka langsung pergi dan kembali sembunyi.


"Yank udah keluar belum?",tanya mafia di balik tubuh bayu.


" Belum yang masih di dalam ngumpet aja terus." ucap bayu padahal mereka udah keluar dari rumah hantu tapi nafia masih ngumpet di belakang bayu sambil merem.


Sampai di kandang monyet bayu berhenti.


"Udah keluar yank? kok lama banget."


"Udah yank tuh coba lihat depan ada temanmu." ucap bayu dan bersiap lari.


Nafia melihat ke depan dan terlihat monyet bergerombol menunggu nafia,membuka mata.


Saat nafia,menengok ke arah bayu dia sudah lari.


"Ihhh nakal monyet di samain aku. Terus keluar juga nggak bilang bilang. Jadi dari tadi aku jalan aneh di lihatin orang2 dong."


"Hehe... nggak banyak kok yang lihat. Udah dong say nyubit nya." ucap bayu sambil meringis menahan sakit di lengannya.


"Ihhh salah sendiri jadi orang ngeselin banget." ucap nafia geram.


Saat nafia mencubit disitu bayu punya trik supaya nafis berhenti mencubit yaitu dengan menggelitik i pinggangnya auto lepas deh.


"Ahh yank geli ampun." ucap nafia berlari di kejar bayu.


"Say udah lari larinya aku capek." ucap bayu duduk di kursi kecil.


Saat nafia sudah di jangkauan bayu dia segera merangkulnya dan nafia nggak bisa lepas.


"Ih curang main kunci kuncian lepasin dong sayang banyak orang loh " Pinta nafia.


"Siapa tadi yang nggak bisa nangkep kamu?"


"Iya deh iya kamu bisa nangkep aku. Udah ya aku juga capek n haus nih." ucap nafia.


"Nih minum dulu."


"Kamu nggak haus ta yank?" tanya nafia setelah minum.


"Enggak tuh soalnya deket kamu hawanya jadi sejuk."


"Alah gombal. Yuk foto foto yank."


Selesai foto foto ternyata sudah sore dan mereka memutuskan untuk pulang aja.


Malamnya bayu sedang chatan sama nafia dan bagas datang.


"Assalamu'alaikum." ucap bagas setelah masuk gerbang.


"Waalaikumsalam eh lu gas ada apa?" tanya bayu.


"Ada kabar kurang bagus sih menurut gw. Hari senin kita berangkatnya dari rumah erlin dan di kawal anak buah om ridwan yu. Kan nggak seru kalau di kawal kita nggak bisa bebas gitu. Nah berhubung tadi lu nggak bisa kumpul ya malem ini gw ke sini buat ajak lu ke rumah erlin. Kita nego supaya nggak ada pengawalan segala."


"Gw mau aja sih gas tapi kalau di kasih syarat macem macem ogah gw."


"Enang lu pernah di kasih syarat macem2 yu?"


"Kemarin pas kita minta ijin gw di suruh push up,sit up n pull gas gila nggak tuh."


"Serius lu? kok gw nggak tahu."


"Kan lu jemput rahma dulu gw masuk duluan. Eh btw kemarin gw denger dari erlin kalau dia udah punya cowok menurut lu gimana?"


"Gimana apanya? Ya bagus dong kawan kita akhirnya hampir punya pasangan masing masing tinggal Sekar sama yeni yang jomblo."


"Ya gimana ya. Eh emang si arum sama gembul udah punya pacar?" tanya bayu.


"Arum cowoknya udah kuliah tapi gw belum pernah lihat sih. Kalau gembul kemarin di jodohin ortunya dan gw juga belum pernah lihat."


Skip mereka sudah di depan rumah erlin dan rumah tampak sepi.


"Mang erlinnya ada?" teriak bayu dari luar gerbang tapi tak ada seorang pun di pos satpam.


"Kemana mang ujang kok nggak ada di pos." ucap bayu.


"Kayaknya mereka nggak ada di rumah deh. Mobil papahnya erlin nggak ada tuh. Balik aja yuk."


"Yah rugi dong kita ke sini." ucap bayu.


"Gpp lah rugi bensin dikit." ucap bagas dan mereka pulang.


Paginya bayu terbangun okeh suara telpon di hpnya.


"Aduh siapa sih telpon pagi pagi gini."


"Hallo.."


"Hallo yu kemarin nyariin gw ya?"


"Ini siapa ya?"


"Makanya buka matanya biar tahu."


Setelah bayu lihat layar hpnya ada nama erlin.


"Iya lin kemarin sama bagas mau nego keberangkatan besok." ucap bayu.


"Ohh itu iya kemarin gw sekeluarga ke kondangan temen mamah. Sekarang deh lu ke sini sebelum papah berangkat ke kantor."


"Ya kali si bagas jam 6 udah bangun lin lin. Nanti lah jam 7." ucap bayu.


"Bokap gw jan 7 udah sampai kantornya lah pulangnya jam 12 siang."


"Ya udah gw meluncur sekarang."


Telpon di tutup bayu langsung cuci muka dan ke rumah bagas tapi masih sepi tanda belum ada yang bangun. Bayu masuk dan mengetuk pintu samping ternya yang keluar pembantu bagas.


"Eh mas bayu cari mas bagas ya? tapi dia masih tidur kayaknya saya nggak berani bangunin mas sendiri aja yang bangunin saya mau ke,pasar."


"Nggak usah dek bik nggak enak juga ganggu orang tidur. Bibik mau ke pasar G**** ya? Ayuk bayu anter daripada keluar ongkos atau jalan kaki." Ajak bayu.


"Nggak usah mas saya jalan kaki aja biar sehat sekalian olahraga." ucap pembantu bayu yang lihat motor sport bayu.


"Ya udah bik bayu duluan."