
Pak ustad meminta 1 lembar kertas putih dan korek api. Pak ustad membuat kertas itu sebagai wadah cairan hitam itu. Pak ustad menaruh kertas di tempat yang terkena sinar matahari lalu menuangkan cairan hitam itu dan anehnya saat cairan hitam itu menyentuh kertas putih dia membeku tidak tumpah sungguh aneh bukan. Setelah selesai pak ustad membuka pocongan itu dan isinya beberapa helai rambut panjang,sebotol kecil minyak yang bayu tidak tahu namanya.ada paku besar dan panjang dan ada juga jarum pentul 3 biji. Pak ustad membacakan doa lalu membakar pocongan itu di atas kertas dengan cairan hitam itu. Setelah semuanya hangus terbakar pak ustad pamit pulang mengambil alat dan melakukan beberapa hal di rumah. Pak ustad berpesan agar pak alex menjaga istri nya di kamar dan jangan keluar sebelum dia datang. Pak alex menyanggupi karena baginya istrinya harus sembuh. Bayu juga ikut pamit dan mohon maaf tidak bisa membantu nanti malam karena harus belajar. Pak ustad berbisik ke bayu.
"Yu ragamu tidak bisa datang,tapi sukmamu tolong bantu bapak. Bapak butuh bantuan jika jin kiriman itu terlalu kuat."
"InsyaAllah pak. Bayu pulang dulu."
Malam harinya pukul 7 bayu sudah tidur karena nanti akan di jemput pak ustad.
......................
Sesudah menjalankan sholat isya pak ustad bergegas ke rumah pak alex. Dengan membawa segala keperluan pak ustad berangkat dan waktu perjalanan kurang lebih setengah jam. Sampai di rumah pak alex pak ustad langsung di antar masuk oleh satpam. Saat pak ustad sampai di dekat kamar tiba tiba pintu kamar di gebrak2 dari dalam dan setelah itu terdengar suara pak alex meminta tolong. Pak ustad segera membuka pintu tapi pintu seperti terkunci dari dalam.
"Pak pak pintunya terkunci." teriak pak ustad dari luar.
"Tapi nggak ada yang ngunci pak. Tolong pak Heg..." suara pak alex terhenti seperti di cekik.
Pak ustad terpaksa mendobrak pintu itu dan brak... Akhirnya pintu berhasil di buka paksa dan memang benar tidak terkunci.
Di atas kasur terlihat pak alex yang sedang di cekik dari belakang oleh kuntilanak. Pak ustad segera membacakan do'a sampai kuntilanak itu meraung kepanasan lalu lenyap entah kemana. Pak alex langsung jatuh sambil memegang i lehernya.
"Bapak gapapa? Ayo keluar dulu pak." pak ustad membantu pak alex berdiri dan membawanya keluar.
Sampai di luar pak alex di beri minum dan mulai cerita.
"Tadi pak entah jam berapa saya lupa di kamar suasananya serem banget. Saya coba tenang tapi muncul kejadian kejadian janggal salah satunya suara tawa melengking dari luar kamar. Tapi itu masih di luar sampai lama kelamaan saya merasa setannya masuk ketika pintu kamar terbuka dan tertutup dengan keras. Saya sempat mau lati keluar tapi saya ingat pesan pak ustad makanya saya kuat2in bertahan di dalam kamar. Saya mulai di colekin di lempar barang dan suara bisikan menyuruh saya keluar tapi puncaknya saat pak ustad datang tadi karena saya sudah nggak kuat. Saya melihat kunti dengan mata lepas satu,darah di sekujur tubuhnya. Saya mau lari keluar tapi pintu nggak bisa di buka. Untung pak ustad segera mendobrak pintu karena si kunti mencekik saya dari belakang."
"Alhamdulillah saya tidak terlambat. Sekarang saya ijin buat keliling halaman rumah ini pak."
"Ohh iya pak silahkan mau saya antar? Soalnya halaman rumah saya luas dan agak gelap." tawar pak alex.
"Boleh pak."
Mereka berkeliling dan menemukan 8 biji lidi.
Mengikuti ucapan pak ustad sekarang lidi itu sudah terbakar semua lalu dari dalam rumah terdengar jeritan melengking otomatis mereka langsung masuk dan anehnya pak satpam juga ikutan masuk karena mendengar jeritan juga. Padahal jarak rumah dengan pos satpam bisa di bilang jauh.
Sampai di dalam kamar terlihat istri pak alex sedang di rasuki kuntilanak merah.
Pak ustad langsung berkomunikasi dengan makhluk ini.
"Siapa yang mengirimmu kesini?" tanya pak ustad.
"Bukan urusanmu!" Kunti merah itu menyerang menggunakan tubuh istri pak alex.
Pak ustad menangkis dan bergerak kebelakang sambil membaca do'a. Setelah itu pak ustad menyerang tanpa kontak fisik sampai tubuh istri pak alex membeku tak bisa bergerak.
"Keluar jangan pakai tubuh manusia jika ingin bertarung."
"Arghhhh.... Kurang ajar." Kunti merah di dalam tubuh istri pak alex marah dan berhasil melepaskan kuncian ghoib dari pak ustad. Pak ustad kaget reflek menyerang balik dengan membanting tubuh istri pak alex ke kasur lalu menekan keningnya sambil membaca do'a pengusiran. Kunti merah itu akhirnya berhasil di keluarkan secara paksa oleh pak ustad dan setelah itu pak ustad bersila di atas lantai. Sukma pak ustad keluar dan bertarung dengan si kunti yang sudah memanggil bala bantuan. Pak ustad tak gentar dan melawan mereka semua tapi sayang jumlah mereka terlalu banyak dan pak ustad di buat tak berdaya di keroyok pasukan kuntilanak dan kuntilanak merah itu sendiri.
Pak ustad sudah pasrah dengan keadaannya sekarang yang tidak mungkin bisa menang. Pak ustad tiba tiba teringat bayu mungkin dia bisa membantu tapi dengan cara apa dia memanggil bayu. Saat nyawa di ujung tanduk seorang cewek muda datang bersama cowok yang di kenal pak ustad.
"Maaf pak telat nawang baru datang soalnya." ucap bayu.
Pak ustad tak sanggup berkata kata saat ini.
Pertempuran sesi 2 berlangsung dan pak ustad takjub sekarang dia sudah bisa mengontrol tenaga dalamnya dengan baik. Dia malu karena sekarang bayu lebih kuat darinya.
Bayu melawan pasukan kuntilanak itu sendiri dan dengan mudah mengalahkan satu persatu.
"Dari dulu sampai sekarang masih main keroyokan rupanya. Lawan satu orang aja pakai pasukan segala kalau berani ya satu lawan satu dasar lemah." ejek nawang.
"Arghhhh...." kunti merah murka dan mengeluarkan semua ilmunya untuk mengalahkan nawang tapi nawang tak semudah itu di kalahkan karena nawang adalah jin. Saling adu pukul dan tendangan terjadi padahal level kunti merah berada di bawah nawang jadi saat nawang mengeluarkan jurus pamungkasnya dan berubah jadi ular besar. Ajian upas antaka di keluarkan membuat si kunti merah menjaga jarak dari nawang. Nawang bergerak menyerang tapi kali ini kunti merah hanya menghindar tak berani menyerang karena tahu jika nawang sampai mengenainya dirinya akan musnah dalam sekejap terkena bisa mematikan itu.
Di suatu momen kunti merah lengah dan ekor ular menghantam tubuhnya sampai terpelanting dan saat itu juga dia sadar telah melawan jin yang berbahaya lantas si kunti segera meminta maaf dan berjanji tidak akan mengganggu keluarga pak alex lagi.