
Sorry banget udah lama nggak upload karena sibuk. Untuk wajah tokoh muncul di akhir ya sabar.
Siang itu bayu melihat rumah erlin yang di selimuti awan hitam dan pusatnya berada di kamar erlin karena bayu sudah hafal letak kamar erlin. Dari gerbang bayu tidak melihat mang ujang di posnya lalu saat bayu melihat ke rumah pandangan bayu bisa menembus ke dalam. Bayu yang kaget mengucek matanya lalu memastikan lagi tapi tidak tembus lalu bayu membuka gerbang dan menuju pos satpam tapi menang sepi nggak ada orang. Bayu menuju rumah erlin tapi saat melihat kamar erlin bayu kembali bisa melihat isi kamar erlin ya di sana terlihat erlin di ikat di ranjangnya dan di kelilingi makhluk makhluk hitam besar dan jumlahnya lebih dari 1. Bayu mengalihkan pandangan ke ruang tamu disana ada bu melinda tergeletak di sofa panjangnya kemungkinan dia pingsan. Di sekitar bu melinda terdapat makhluk yang sama seperti berjaga di dalam rumah itu.
......................
Di lain sisi wulan yang sudah tahu keberadaan raja genderuwo langsung kembali ke istana untuk melapor ke bundanya.
'Mohon maaf ibunda mengganggu waktu makan bunda. Tapi ada hal penting yang mau saya sampaikan' ucap wulan hormat.
'Ada apa putriku? apa tentang anak itu?' tanya ratu menghentikan makannya.
'Iya ibunda saat ini bayu sedang menuju tempat raja genderuwo. Saya meminta izin untuk memusnahkan makhluk itu.' ucap wulan.
'Baiklah pastinya dengan ilmumu pasti kamu akan menang tapi ingat jangan di bunuh tapi tangkap hidup hidup dan bawa ke istana. Nanti kakakmu dan beberapa prajurit akan menyusulmu.' Ucap sang ratu lalu lanjut makan.
'Sendiko dawuh bunda ratu.' ucap wulan pergi dan tak mau mengganggu ratu lagi.
......................
Bayu mulai berjalan menuju pintu depan rumah erlin tapi muncul 2 genderuwo membawa kapak besarnya. Mereka menatap dengan buas ke arah bayu yang membuat bayu menghentikan langkah.
Dari belakang..
"Bayu tunggu Uhuukk uhukk uhukk..." suara pak ustad sambil menutup hidungnya.
"Bapak Kenapa kok batuk batuk gitu? Ayo kita masuk pak erlin dalam bahaya!" ucap bayu tidak sabar.
"Asap setebal ini kamu nggak sesak nak uhuukkk uhukkk...tunggu mereka bukan lawan kita. Sabar pasukan kita belum datang uhukk uhukk" ucap pak ustad sambil batuk batuk.
"Pasukan apa pak kelamaan. Kalo bapak nggak mau masuk bayu masuk sendiri aja" ucap bayu berjalan ke arah teras rumah.
"Heh.. bocah mau apa kau? mau cari mati hah.." ucap sosok di depan pintu rumah erlin.
"Minggir setan terkutuk." ucap bayu tegas lalu dia membaca do'a untuk menngusir genderuwo itu hasilnya cukup membuat rubuh mereka berdua seperti kepanasa lalu bayu masuk tapi baru saja bayu membuka pintu sedikit dia sudah terpental ke belakang dan muncul 10 genderuwo dan mengejar bayu. Bayu yang jatuh segera berdiri dan menghadapi mereka tetapi pukulan dan tendangan bayu tidak berefek apa2 malah bayu yang semakin terpojok.
Wulan tiba di rumah erlin dan dia merasa telat karena bayu sudah di keroyok 10 genderuwo. Wulan melesat ke arah 10 genderuwo itu lalu satu persatu tumbang dengan tubuh terpotong ada yang matanya copot. Bayu yang kehabisan tenaga bingung dengan apa yang terjadi dan dia berusaha berdiri.
"Si siapa engkau" tanya pak ustad.
'Jangan banyak omong cepat bawa bayu keluar dari area rumah ini!' ucap wulan dengan wajah sangar tapi tetap cantik.
"Ba baiklah" ucap pak ustad berjalan terseok seok menuju bayu berada entah mengapa asap di sekitarnya membuat tenaganya terkuras dengan begitu cepat seolah tersedot.
"Ayo kita keluar saja dulu dari sini. Kamu sudah terluka parah" Ucap pak ustad membantu bayu berdiri dan membopongnya menuju gerbang.
Setelah bayu keluar garbang wulan membuat pagar gaib supaya bayu tidak bisa masuk. Setelah itu wulan kembali melesat masuk dan kini sudah berada di dalam rumah.
Gendruwo yang di ruang tamu kaget dengan kemunculan wulan lalu berusaha menyerang tapi telat dalam hitungan detik puluhan genderuwo tercabik cabik lalu musnah seolah wulan punya kuku yang sangat tajam. Dari puluhan genderuwo tinggal 1 di ruang tamu.
'Dimana rajamu berada? cepat tunjukan!'
'Sampai mati aku tidak akan mengatakannya' ucap genderuwo yang terpojok itu.
'Suiiitttt....' suara siulan dari makhluk itu seolah sebuah kode karena dari ruang lain muncul genderuwo bersenjata yang siap menyerang wulan. Karena gerap dengan ulah genderuwo sialan itu wulan langsung memotong lehernya tanpa belas kasihan. Suara jerit makhluk itu di ikuti melesatnya wulan ke luar rumah dengan upaya mencari tempat yang luas agar rumah erlin tidak hancur terkena benturan 2 energi tidak terlihat. Genderuwo bersenjata yang tahu targetnya telah keluar rumah merekapun mengejarnya dan ternyats jumlah mereka lebih dari puluhan mungkin ratusan. Pasukan genderuwo itu di pimpin oleh panglima yang membawa perisai dan pedang.
'Putri wulan rupanya yang datang. Pantas saja pasukanku dengan mudah di kalahkan. Mengapa bukan ibumu saja yang datang? Apa dia takut menghadapi raja kami yang kuat?' ucap panglima dengan sombongnya.
Wulan hanya diam saja lalu 'Bughhh....' Sebuah pukulan secepat kilat bersarang di pipi kiri panglima sombong itu dan membuatnya terpelanting terbang ke sudut kanan rumah erlin dan menghantam pohon.
'Sialan. Serang!' ucap panglima menyeru.
Pasukan genderuwo menyerang wulan dan wulan mundur dengan kecepatan kilatnya lalu melerat terbang ke langit. Pasukan genderuwo pun bingung karena terget mereka hilang entah kemana. Beberapa saat cuaca berubah jadi mendung yang semakin lama semakin gelap lalu turunlah hujan yang sangat lebat. Bayu dan pak ustad berteduh di bawah pohon di samping gerbang.
Panglima sempat tertegun beberapa saat lalu dia sadar dengan ajian yang di keluarkan oleh wulan.
'Menjauh dari tempat terbuka cepat!!!' teriak panglima kepada pasukannya tapi sayang pasukannya sudah terkena ajian wulan yaitu ajian gelap ngampar sama dengan punya nawang tapi tingkatannya lebih tinggi punya wulan karena sampai hujan turun di alam nyata. Pasukan genderuwo seperti terhipnotis tidak ada yang bergerak sama sekali hanya menatap ke langit seolah pasrah dengan apa yang akan mereka terima.
Duar..⛈️⚡Satu sambaran petir mengenai tengah tengah kumpulan genderuwo itu dan Cress... Bagian tengah pasukan genderuwo musnah jadi abu lalu petir2 lain mulai menyambar pasukan genderuwo sampai habis tak tersisa dan salah satu petir mengenai pohon di belakang panglima genderuwo sampai daunnya kering dan dahannya sebagian patah terbakar. Setelah itu hujan mereda dan langit kembali cerah wulan turun dari langit.
'Sebelum kau hangus juga panggil rajamu keluar' ucap wulang menggelegar di telinga panglima dan panglima langsung menghilang sepertinya memanggil rajanya. Kabut hitam di rumah erlin sudah menghilang tinggal kabut hitam di atas kamar erlin yang tersisa kemungkinan raja genderuwo ada di sana jadi wulan langsung melesat menuju kamar erlin.
...NEXT EPISODE YA SEMUA... Ups ada yang nungguin ya.🤭di episode 22 ya.👋...