INDIGO & 7

INDIGO & 7
Nego lagi.



Obrolan terhenti karena ada mobil memasuki halaman rumah. Bayu dan erlin beranjak untuk melihat siapa yang datang. Sesuai prediksi yang keluar dari mobil adalah orang tua erlin.


"Assalamu'alaikum om tante." ucap bayu menyalami om ridwan dan tante melinda. Keduanya senang dengan kedatangan bayu terutama om ridwan yang sudah lama tidak bertemu bayu.


"Wa'alaikumsalam. Akhirnya ketemu lagi ya bayu." ucap om ridwan.


"Iya bayu jarang main ke sini sih." tambah tante melinda.


"Hehe iya tan om bayu jarang mampir soalnya nggak ada kepentingan sih. Maaf ya tan om." ucap bayu,


"Oh jadi ke sini kalau ada perlu aja? Jadi apa keperluanmu?" ucap om Ridwan berubah jadi agak galak seperti orang tersinggung.


"Maaf om bukannya bayu ke sini pas butuh aja om. Om jangan tersinggung cuma bayu malu aja kalau sering mampir dikira bayu calon mantu om." ucap bayu gugup.


"Haha... ya gapapa kalau erlinnya mau. Tenang nggak usah gugup santai aja om bercanda kok. Om juga ngerti ya udah kamu mau ajak erlin liburan ke puncak bersama yang lain kan?" tebak om ridwan.


"Iya om." jawab bayu.


"Ya udah kalau begitu ikut om masuk kalau mau om kasih ijin."


Mang ujang datang.


"Maaf tuan teman teman non erlin udah sampai."


"Suruh masuk aja. Mah temenin erlin nemuin mereka ya kasih minuman n cemilan biar mereka ngobrol dulu. Ayah mau berdua sama bayu dulu. Ayuk!" ucap om ridwan mengajak bayu masuk sampai ke halaman belakang.


"Nah jika kamu mau ajak anak om satu satunya ke puncak ada syaratnya. Syaratnya lakukan push up 100x tiap 20 hitungan baru boleh istirahat 5 detik. Sanggup?" tantang om ridwan.


Bayu berpikir baginya push up 100x sudah jadi latihan harian baginya tapi masa iya mau ajak liburan erlin aja dia harus push up segala. Kalau dia nggak mau dan nggak dapat ijin pasti acara gagal dan yang di salahkan pasti bayu.


"Kok diem sanggup nggak?" tanya om ridwan lagi.


"Iya om sanggup."


Bayu susah siap dan memulai push up tapi yang menghitung om ridwan. Sesuai kemampuan bayu sanggup melewati syarat pertama dengan lancar.


"Bagus sudah om duga dengan fisik sepertimu push up 100x bukan hal sulit." Om ridwan masuk lalu keluar membawa minum.


"Syarat ke 2 lakukan sit up 100x dan pul up 50x tanpa henti sanggup?"


"Syaratnya ada berapa om?" tanya bayu.


"Rahasia. Gimana siap nggak dengan syarat kedua?"


"Siap om."


Bayu membuka bajunya yang sudah agak basah dan melakukan apa yang di perintahkan om ridwan. Bayu sukses sit up 100x tanpa henti dengan teriknya tapi untuk pul up tanpa henti 50x bayu sudah 3x gagal dan bayu rasa sudah nggak sanggup.


"Gimana masih mau coba?" tanya om ridwan di samping bayu.


"Masih om 1x lagi." Bayu ingin mencoba lagi dengan sisa tenaga yang ada tapi bayu 5x dia udah jatuh tepar di atas ubin.


"Hahaha...bagus om suka anak muda yang tak kenal menyerah. Kamu sudah melakukan pul up total 100x 40x+30+25+5\=100. Walau putus putus ayo minum dulu.


Setelah minum dan mengatur nafas om ridwan berkata.


"Om kasih ijin asal kamu mau tepatin syarat ke 3 ini."


"Aduh om apa lagi syarat?" tanya bayu kalut.


"Haha kamu sudah capek banget ya? syarat ke 3 kamu harus janji selalu jagain erlin dan jangan sampai erlin lepas dari pengawasan mu."


"Iya om bayu janji akan jagain erlin walau bayu harus bertaruh nyawa." jawab bayu tak mau buang buang waktu.


"Om pegang,janjimu. Sampai ingkar nyawamu di tangan om paham.


" Njir kok gw jadi di ancam gini sih." batin bayu.


"Kalau keringat udah kering kamu mandi ya. Baju ganti biar di siapin erlin itu kamar mandinya om mau ke depan dulu." ucap om lalu pergi meninggalkan bayu yang tepar.


"Kok lu di sini lin bukannya di depan? Gw mau ambil pakaian gw."


"Ambil sih ambil tapi pake handuk ya yang bener napa." protes erlin.


"Lah kan pusaka gw udah ketutup." bela bayu.😁


"Bodo itu baju gantinya lu pakek cepetan. Gw mau ke depan." ucap erlin buru buru pergi.


"Dasar cewek." gumam bayu dan lanjut ganti pakaian.


......................


Saat om ridwan keluar semua segera menyalami beliau.


"Kalian semua datang buat minta ijin kan? Om kasih ijin kok karena kalian udah nunjukin rasa pertemanan yang kuat dengan datang bersama. Tapi om minta kalian untuk jagain erlin jangan sampai kejadian tempo hari terulang. Paham."


"Iya om kami paham." Jawab mereka serentak.


"Haha... kompak banget. Ya udah om masuk dulu kalian ngobrol ngobrol dulu. Lin sini bentar! Bawain baju ganti buat bayu di belakang." perintah sang ayah.


"Bayu di apain yah kok sampai ganti baju segala?" tanya erlin kepo.


"Ayah tes renang. udah sana anterin kasihan nanti kedinginan dia."


Setelah om ridwan dan erlin masuk.


"Beb bayu kemana kok nggak ada?" tanya rahma.


"Nggak tahu dari tadi aku juga nyariin kok nggak nongol tuh anak." jawab bagas.


"Gas bayu belum dateng atau gimana nih?" tanya gembul.


"Yang penting kita udah dapet ijin mbul." ucap sinta.


"Tapi di depan ada motonya si bayu." ucap joni.


"Mungkin numpang ke toilet kali." ucap sekar.


"Paling bentar lagi dia keluar. Udah sikat aja makanan nya." ucap joni.


"Masuk jon." jawab gembul.


"Makan aja terus biar obesitas baru nyesel." ucap sinta.


"Ngapa sih sin gw gk bakal obesitas." ucap joni sambil makan roti.


"Lu enggak tapi onoh bisa meledak entar." sindir sinta ke gembul.


"Makanan gratis nggak baik di tolak sin. Udah lu nggak usah sewot." Balas gembul dengan mulut penuh makanan.


......................


Setelah 1 jam berlalu akhirnya bayu keluar dari rumah dengan tanda tanya di benak bagas. "Sejak kapan bayu ganti baju.


" Ngapain aja lu yu di dalem lama amat?" tanya gembul.


"Iya nih kita udah dapet ijin dari bokapnya erlin." tambah joni.


"Gw yang susah nyet lu tinggal ngomong doang enak." batin bayu agak kesal.


"Biasa kebelet boker gw nggak tahan." jawab bayu bohong.


"Boker apaan lu njir kok lama amat?" tanya joni.


"Biasa di WC sambil mabar."