
Saat tiba di istana para prajurit sedang berkumpul dan bersiaga. Melihat wulan yang datang mereka langsung hormat.
"Mari masuk putri wulan ratu menunggu." ucap panglima kumbang.
"Ada apa sampai prajurit bersiaga sebanyak ini?" tanya wulan sambil berjalan.
"Tadi ada jin yang membuat kekacauan di luar istana dan saya bersama para panglima lain berhasil menangkapnya." ucap panglima kumbang.
"Siapa jin itu berani beraninya datang kemari?" kesal wulan.
"Biar ratu yang menjelaskan saya tidak berani."
Tiba di dalam aula pertemuan.
"Bunda siapa jin yang berani menyerang istana kita?" tanya wulan.
"Duduklah dulu anakku. Ya jin itu adalah mata mata dari aliansi jin yang mengincar nyawa anak di kandungan anak manusia itu."
"Nama anak manusia itu erlin bun teman bayu. Lantas di mana mata mata itu bun?"
"Dia berada di ruang penyiksaan karena menolak memberitahukan siapa saja yang ikut aliansi jin itu."
"Baiklah wulan mohon ijin menemui jin itu bunda."
"Ayo bunda temani."
Tiba di ruang penyiksaan.
"Hentikan dulu aku ingin bertanya padanya!"
"Hei bukannya kamu pemimpin kelompok jin hitam tempo hari."
"Haha..jadi benar kau yang membawa anak manusia itu dan anak manusia itu ada di sini." ucap jin itu sambil tertawa padahal perutnya sudah tertancap 5 batang besi.
"Jangan mengalihkan pertanyaanku. Kau pemimpin kelompok itu kan"
"Jadi kau pernah melihatnya putriku?" tanya ratu.
"Iya bun dia ketua kelompok yang menyerang RS tempat erlin di rawat."
"Benar aku adalah salah satu ketua aliansi. Perlu kalian ketahui aku ke sini di jadikan umpan untuk mencari keberadaan anak manusia itu. Sebentar lagi aku akan lenyap dan info keberadaan anak itu akan sampai ke aliansiku. hahaha"
"Bagaimana caranya kau menyampaikan info ke aliansi itu?"
"Itu tidak penting hoexx cuh.. Bersiaplah menghadapi mereka brugg..." jin itu jatuh ke tanah dan lenyap jadi abu.
"Ahhh sialan aku telat datang ke sini." ucap wulan kesal.
"Tenang putriku. Setidaknya kita tahu harus berbuat apa sekarang." ucap ratu galuh.
"Apa bun yang harus kita lakukan?"
"Kita butuh bantuan dari jin aliran putih."
"Mana mungkin mereka membantu kita bun. Kita ini beraliran hitam dan apa bunda lupa kejadian waktu itu? banyak jin aliran putih yang kita musnahkan."
"Belum di coba belum tahu. Bunda akan pergi ke wilayah D untuk meminta bantuan Sunan Fahrudin semoga beliau mau membantu."
"Lalu kita bisa apa? Minta bantuan nenekmu? itu sama saja buang buang waktu."
"Sudahlah percaya pada bunda. Istana bunda titipkan kepadamu sementara jadi mereka akan mengikuti perintahmu sayang. Bunda pergi dulu."
"Jangan bundaaa...." teriak wulan tapi ratu galuh sudah menghilang.
Singkat cerita malam tiba dan suasana istana ramai karena wulan mengerahkan pasukan untuk tetap siaga. Wulan mengira malam ini akan ada serangan ternyata benar beberapa jin menyerang tapi sayang tidak ada yang mampu masuk ke dalam istana. Silih berganti serangan datang membuat wulan was was di temani nawang yang ketakutan.
"Lan kenapa lu bawa anak itu ke sini sih? Kan jadi kita kena imbasnya." ucap nawang tak di respon wulan yang memikirkan ibundanya.
"Tak perlu khawatir putri wulan malam ini hanya permulaan karena serangan susungguhnya akan datang pada hari ke 5." ucap sebuah suara tanpa rupa.
"Ini eyang kawi nak. Eyang berkunjung untuk melihat seberapa kuat jin jin itu. Dengarkan eyang besok bundamu akan kembali membawa bantuan tapi kamu harus tahu bahwa di antara mereka ada musuh yang menyamar hati hati lah." ucap suara eyang kawi.
"Siapa musuh itu kek? Lantas apa kakek juga berkenan membantu kita semua?" tanya wulan.
"Kakek tidak ingin terlibat karena ada urusan penting."
......................
Setelah bayu istirahat pertandingan final melawan kelasnya tomi berjalan keras ya karena efek bayu dan tomi bermusuhan jadinya gitu. Tapi hasil akhir tim bayu yang jadi pemenang dan jadi juara 1. Tapi sayang pertandingannya tidak di jelaskan oleh author karena reader pasti banyak yang nungguin cerita perang jin vs jin.
Oke kita lanjut setelah pertandingan usai bayu mengantar nafia pulang dan saat bayu balik dari rumah nafia pak ustad telpon katanya info darurat akhirnya bayu bergegas ke rumah mak ustad.
"Assalamu'alaikum pak."
"Wa'alaikumsalam yu sini masuk aja bapak lagi buat teh." ucap pak ustad dari dalam.
Setelah bayu duduk di ruang tamu dan pak ustad menyuguhkan teh anget beserta roti R*ma kelapa.
"Di sambi yu biar nggak asem."
"Ah bapak nggak usah repot repot. jadi ada apa pak katanya darurat."
"Tadi bapak ke RS dan bapak lihat raga erlin seperti kosong apa jangan2 sukma erlin sudah di bawa jin jin itu ya."
"Jin yang mana pak?" tanya bayu pura pura tidak tahu.
"Sebelum bapak masuk RS bapak merasa ada energi kuat dari berbagai tempat bisa di tebak itu jin."
"Ohh begitu tapi bapak tidak usah khawatir karena sukma dan raga erlin yang asli sedang di jaga di istana."
"Maksudmu istana apa? terus kalau raga dan sukmanya aman di RS itu siapa yu?" tanya pak ustad bingung.
"Itu hanya tiruan yang di buat wulan yang biasa ngikutin aku itu pak." jelas bayu.
"Benar dugaan bapak ilmu jin yang ngikutin kamu itu nggak bisa di anggap remeh." ucap pak ustad geleng2 kepala.
"Emang buat tiruan gitu susah ya pak?"
"Iya butuh ilmu tingkat menengah sampai tinggi untuk membuat manusia tiruan yang mirip asli."
"Terus bayu gimana nih pak?"
"Sementara tunggu info dari pengikutmu itu dulu baru kita bertindak.