
Selasa malam bayu tertidur dan bermimpi suatu hal yang aneh. Bayu mimpi bertemu dengan kuda putih yang sangat cantik dan di leher sebelah kanan kuda itu bertuliskan angka 7 berwarna hitam. Saat melihat nomor itu tiba tiba leher bayu sebelah kanan terasa panas dan bayu terbangun dari tidurnya. Rasa panas itu masih terasa saat bayu sudah bangun lalu bercermin bayu tidak melihat apa apa.
Di sisi lain wulan yang menjaga bayu dia melihat tanda berbentuk angka 7 di leher sebelah kanan bayu tanda itu berwarna merah menyala. Wulan ingin menyentuhnya tapi ia urungkan karena firasatnya berkata tidak. Wulan hanya menyalurkan energi positif saja supaya rasa panas di leher bayu berkurang.
Pagi harinya bayu berangkat kali ini bareng bagas karena hari ini bagas nggak nganter rahma jadi bwrangkatnya agak siang.
"Yu hari ini matematika kasih contekan lah ke gw. Dari semalem gw belajar bukan tambah pinter tapi tambah pusing nih." ucap bagas.
"Ya kan sekar nggak jauh dari posisi lu. Kalo gw jauh mana bisa." ucap bayu.
"Yah kayak gk tau sekar aja pelitnya kayak apa. Dari 50 soal cuma di kasih 1 contekan gw." keluh bagas.
"Itu tandanya sekar baik nggak mau buat lu males dan bodoh. Sekar mau lu usaha sendiri."
"Ahh sama aja lu kayak sekar." ucap bagas kesal.
"Gw kenal lu udah dari kecil gas. Gw tahu lu pinter dan soal matematika bukan hal yang sulit buat lu. Gw inget betul dulu nilai UN SD lu tertinggi kedua di kelas. Sedangkan gw cuma pringkat 5." ucap bayu.
"Sialan lu gw juga inget tapi selisih pringkat 2 sampai 6 cuma komanya aja. Jadi kita sama aja yu." ucap bagas.
"Nah itu lu tahu. Terus kenapa lu minta contekan ke gw yang dari dulu jarang belajar ini hahaha..." tawa bayu.
"Lu tanpa belajar aja bisa pringkat 3 njir gimana kalau lu belajar pasti bisa pringkat 1 lah ngalahin si Yosiko." ucap bagas.
"Tapi nyatanya gw ya gini gini aja males buka buku. Terus guna gw beli buku cetak apa ya?" tanya bayu.
"Buat bantal lu tidur lah apa lagi." ucap bagas berhenti di perempatan.
"Yu yu lu lihat cewek itu!" tunjuk bagas ke cewek yang jalan kaki.
"Itu kan nafia ngapain tuh anak jalan kaki. Gw samperin ahh.." ucap bayu saat lampu sudah hijau.
"Ojek neng." goda bayu.
"Ehh kak bayu. Kirain tukang ojek beneran." ucap nafia menghentikan langkah.
"Yu gw duluan ya." teriak bagas.
"Oke. Kenapa jalan kaki fi?" tanya bayu.
"Mobilnya mogok tapi bengkel belum ada yang buka jadi aku pilih jalan kaki aja." ucap nafia.
"Ohh gitu ya udah sini naik bareng aku aja. Kalo jalan entar kakimu jadi kaki gajah sampai di sekolah." ucap bayu.
"Emm gimana ya." nafia bimbang.
"Udah naik aja gapapa kok. Tenang aku pelan pelan biar rokmu nggak terbang kena angin." ucap bayu meyakinkan.
"Ya udah deh tapi pelan pelan ya kak." ucap nafia dan naik ke jog belakang.
Motor melaju dengan kecepatan 100 maklum motor sport nggak bisa jalan pelan sehingga nafia memegangi roknya rapat rapat supaya tidak terangkat. Sampai parkiran bayu di omeli nafia karena tidak menepati janjinya. Setelah puas memarahi bayu nafia berjalan menuju ruang 10 di ikuti bayu tapi sebelum masuk kelas bayu di taril cowok dan di cengkeram kerah bajunya.
"Berani beraninya lu bonceng pacar gw. Cari mati lu?" ucap tomi salah satu preman di sekolah bayu. Tomi ini kalak kelas bayu yang terkenal jahil dan kejam. Pernah suatu ketika tomi dan gengnya di tangkah polisi karena menganiaya anak jurusan lain sampai masuk UGD. Tapi karena anak orang kaya tomi bisa lepas dan lanjut sekolah walau tidak naik kelas. Dari awal masuk bayu memang geram dengan tingkah tomi tapi sayang tomi tidak berulah dengan bayu. Bayu dan bagas sepakat menghadapi tomi jika macam macam.
"Pacar lu? apa bukti kalau dia punya lu?" ucap bayu.
"Wah nyolot nih anak bugg.." tomi melepas pukulan ke perut bayu tapi sebelum terkena perut bayu rahang tomi lebih dulu di uppercut oleh bayu sehingga cengkraman di kerah bayu terlepas dan dia terhuyung ke belakang. Tomi yang kesakitan memegangi rahangnya menyuruh teman gengnya mengroyok bayu dengan sigap bayu melawan dan bagas yang baru datang langsung membantu 2 vs 6.
"Ada apa yu?" Tanya bagas.
"Nanti aja gw jelasin."
Perkelahian tak terelakkan dengan kemampuan silatnya bayu dan bagas bahu membahu memberi pukulan serta tendangan ke lawan mereka. Tinggal 1 orang lagi tomi datang membawa balok kayu dan mengayunkannya ke bayu tapi sayang pukulan itu malah mengenai pak guru yang baru datang. Tomi yang takut langsung lari di ikuti 6 temannya.
"Bapak nggak papa?" tanya bayu.
"Ya udah bawa ke Puskesmas atau RS aja takutnya ada luka dalam. Ayo bantuin angkat." ucap bagas ke temannya yang cowok.
"Gas gw kasih tau penjaga UKS dulu ya biar siapin mobil."
Setelah mobil siap dan pak guru di masukan dan di temani guru lainnya.
Bayu kembali ke kelas di temani bagas.
"Tadi tomi kenapa nyerang lu? ada masalah apa?" tanya bagas.
"Masalah gw bonceng nafia tadi. Tomi ngaku ngaku pacarnya nafia." ucap bayu.
"Lu tau dari mana tomi ngaku ngaku?"
"Pertama nafia ngomong sendiri ke gw kalau dia jomblo. Kedua ya nggak mungkin nadia suka sama kingkong segede gaban itu. Wkwk" ejek bayu.
"Anjir kingkong. Tapi mirip sih.🤣" tawa bagas.
Ujian molor 15 menit akibat kejadian tadi tapi alhamdulillah tetap lancar. Saat bayu duduk nafia sempet nanya nanya sepertinya dia khawatir. Setelah bayu bilamg aman baru nafia diem dan fokus ngerjain soal.
Jam istirahat tiba dan panggilan kepada bayu dan bagas untuk datang ke ruang BK. Di dalam ruangan sudah ada tomi dan bokapnya.
"Bayu dan bagas duduk dulu!" ucap guru BK.
"Kamu apakan anak saya sampai rahangnya bengkak gini? tanggung jawab kamu!" ucap bokap tomi berdiri dan menunjuk bayu.
"Kita nggak ngapa ngapain kok om. Anak om aja yang nantangin kita." ucap bagas.
"Sudah pak harap tenang dan duduk dulu."
"Heh apa buktinya? Juatru anak saya yang rahangnya bengkak pasti kalian kroyok." tuduh bokapnya tomi.
Wulan dari tadi cuma menonton tidak ikut campur tapi melihat tingkah bokapnya tomo wulan jadi ikut emosi.
"Bayu bagas ceritakan kronologi kejadian tadi pagi!"
"Jadi gini pak (cerita bayu jujur) gitu pak."
"Bohong pak tadi aku lewat tiba tiba di pukul pakek kayu pak aduh sakit banget." fitnah tomi.
"Oke bapak akan panggil saksi dulu."
Datang 3 orang teman bayu yang tadi lihat kejadian secara langsung.
"Kalian bertiga melihat perkelahian tadi pagi?" tanya guru BK.
"Iya pak kami lihat mas tomi pagi pagi narik tangan bayu dan mencengkramnya dan ingin memukul bayu pak. Tapi sayang reflek bayu lebih cepat memgenai rahang mas tomi dan teman mas tomi menyerang bayu pak." jelat teman bayu 1.
"Siapa teman tomi yang menyerang bayu dan berapa jumlahnya?" tanya guru BK lagi.
"Saya nggak kenal pak tapi saya tahu jumlah mereka ada 6 orang pak." ucap teman bayu 2.
"Terus tomi bilang dia di keroyok bayu dan bagas apa itu salah?"
"Justru bagas datang saat bayu mau di keroyok 6 orang teman mas tomi pak." ucap teman bayu 3.
"Baik sudah cukup kalian beriga boleh kembali."
3 teman sekelas bayu keluar dan pak guru menetapkan tomi bersalah. Tapi bokapnya masih ngotot dan bilang teman bayu tadi sudah sekongkol dengan bayu. Disitulah wulan sudah tidak tahan dan menggunakan ilmunya. Dibuatlah tomi mengakui semua perbuatannya selama ini dan bersedia di hukum seberat apa pun. Bokapnya jadi malu dan memilih pulang setelah anaknya mengaku.
...Lanjut chapter selanjutnya>>>...