INDIGO & 7

INDIGO & 7
Di ingatkan rindu.



Setelah nawang menghilang bayu memikirkan 8 orang yang kepalanya di bacok. Siapa pelaku pembacokan itu kok tega banget. Akhirnya Bayu berangkat ke sekolah untuk bertemu aris dan agus. Efek lihat berita itu bayu jadi telat untung bel belum berbunyi dan gerbang masih di buka.


Jam istirahat tiba bayu bilang ke bagas kalau dia ada urusan ketika bagas,mengajak bayu ke kantin. Urusan bayu cuma satu menemui aris dan agus.


Kebetulan sekali saat lewat depan kelas agus anaknya sedang di depan jadi bayu langsung mengajak agus ke kelasnya aris tapi di kelas sudah kosong kata temen aris yang baru keluar aris udah ke kantin. Mereka berdua langsung cus ke kantin dan benar aris sedang makan nasi goreng yang baru matang.


"Gw cari di kelas gk ada ternyata udah makan nasi goreng di sini lu ris." ucap bayu.


"Auu auuu mas." ucap aris nggak jelas.


"Telen dulu njir." ucap agus.


"Aku laper banget mas tadi pagi nggak sarapan soalnya bangunku kesiangan jadi nggak sempet masak nasi dan lauk.* ucap aris.


"Ya udah habisin dulu."


Setelah mereka bertiga selesai makan bayu langsung cerita.


"Gus ris kayaknya ada musuh baru deh. Rabu malam gw di sueuh datang ke Jl. **** dan gw dateng hasilnya gw bertarung dengan seorang cowok."


"Terus terus."


"Gw habis di hajar sampai babak belur. Tapi anehnya yang di serang cuma gw sedangkan temen gw yang ikut cuma di buat kaku nggak bisa gerak supaya tidak ikut campur."


"Temanmu itu indigo atau orang biasa mas?" tanya agus.


"Orang biasa gus."


"Berarti cowok itu mengincar kita yang indigo ini." ucap aris memberi kesimpulan.


"Yhup betul jadi kita harus cari cowok itu lalu kita lawan bersama." ucap bayu semangat.


"Waduh aku nggak bisa ikut mas soalnya akhir akhir ini di suruh fokus belajar kan ulangan 2 minggu lagi." jawab agus.


"Kalau qku juga nggak bisa mas kalau malam. Warung rame seminggu ini jadi nggak boleh libur." ucap aris.


"Nanti gw bilang anggar ris tenang aja."


"Jangan mas,aku nggak enak. Aku kan kerja jadi harus komitmen sama kerjaanku mas nggak enak sering nggak masuk. Jadi maaf kali ini aku nggak bisa ikut mas."


"Ya udah aku bakal cari dia sendiri kalau gitu." ucap bayu lalu berdiri dan pergi.


Aris agus merasa bersalah karena tidak bisa membantu bayu tapi memang mereka tidak bisa bukan tidak mau.


Bayu kembali ke kelas sendirian tidak ada satupun orang di kelas sampai ada seorang cewek yang jalannya menunduk masuk ke kelas bayu.


"Mau apa kau datang ke kelasku?" tanya bayu ke rindu dan tak sengaja melihat jam yang jarumnya berhenti berputar. Batin bayu mungkin batrai nya habis.


"Lu tahu dia. Lagi lagi lu muncul dengan kata kata aneh lu. Lu ini di pihak mana sih sebenarnya. Kok lu kenal dia jangan jangan lu komplotan cowok itu ya." tuduh bayu.


"Gw tidak memihak karena memihak salah satu kubu hanya akan membuatku tertekan. Aku menemuimu untuk memperingatkan jangan lawan dia atau mati konyol." jawab rindu dengan nada meninggi seperti nya dia emosi.


"Kau tidak di pihakku buat apa aku mengikuti ucapanmu? Aku akan tetap mencarinya."


"Bodoh." Rindu menghilang dan jarum jam kembali bergerak.


"Sial dia bisa menghilang berarti ilmunya sudah tinggi bahkan bisa menghentikan waktu." batin bayu.


Pulang sekolah bayu masih memikirkan ucapan rindu apa benar bayu tidak akan menang lawan cowok itu. Sampai di rumah bayu melakukan rutinitas biasanya tepat pukul 6 sore ada orang yang memencet bel karena gerbang di gembok.


Bayu keluar dan mendapati aris dan agus yang melambai ke arahnya.


"Ada apa kalian ke sini?" tanya bayu masih sedikit kecewa.


"Katanya kita berangkat cari cowok misterius itu mas. Mas bayu berubah pikiran?"


"Bukannya kalian sibuk dengan urusan masing masing?" tanya bayu.


"Kita datang demi mas bayu. Ayo mas berangkat keburu malem nih." ucap agus.


Bayu akhirnya sadar bahwa yang salah itu dirinya sendiri yang egois.


"Maafin gw yang maksa kalian ikut. Kalau kalian sibuk pulang aja gpp gw nggak akan marah." ucap bayu.


"Di maafin tapi kita akan tetap berangkat mas percuma dong kita jauh jauh kalau nggak jadi."!


Akhirnya mereka bertiga berangkat ke Jl. **** di sana masih agak ramai karena masih sore. Bayu duduk di kursi yang berada di warung kosong. Bayu juga sudah persiapan dengan mengedarkan tenaga perlindungan ke seluruh tubuhnya. Aris dan agus heran kok tubuh bayu agak bersinar. Setelah di jelaskan mereka berdua antusias ingin belajar seperti bayu.


"Baru perisai lemah seperti itu aja mau ngajarin ke orang lain? Lu sendiri masih butuh belajar lebih kuat lagi. Tapi sayangnya itu nggak akan terjadi karena malam ini lu akan habis di tangan gw."


Bayu dan yang lain kaget bukan main karena ada orang yang tiba tiba bicara dari dalam warung kosong itu. Padahal waktu mereka tiba warung itu benar2 kosong tidak ada satupun orang. Belum sempat bayu menjawab cowok itu melesat atau menghilang tiba tiba sudah di belakang bayu dan mekemparkan dia masuk ke area kebun kosong. Aris dan agus terpaku tidak bisa bergerak sama seperti joni kemarin. aris dan agus tidak bisa berbuat apa apa karena mereka tidak punya ilmu apa apa.


Sedangkan bayu yang di lempar cowok itu heran kenapa dia bisa menyentuh tubuh bayu bahkan melempar bayu begitu jauh padahal tenaga perlindungan sudah menyelimuti dirinya.


"Nggak usah heran pelindungmu itu lemah jadi mudah bagiku menerobos nya. Oke karena kemarin gw anggap lu nggak siap dan sekarang lu udah siap ayo serang gw sebelum lu mati mengenaskan" ucap cowok sialan itu.


Sesuai ucapannya cowok itu hanya diam saja menunggu bayu menyerang. Bayu yang di beri kesempatan langsung membentuk pedang untuk menyerang tapi sungguh di luar nalar sebelum pedang bayu mengenai tubuh cowok itu sudah patah lebih dulu seolah terbentur sesuatu yang keras.


"Ini yang di sebut benteng sesungguhnya pedang mainan seperti itu pasti hancur terkena benteng ini. Haha..." cowok itu tertawa senang


Sekarang bayu tahu kalau yang di lawan berada di level yang lebih tinggi. Tapi bayu tidak punya pilihan selain maju menyerang.


"Lu diem tandanya udah selesai." Ucapnya lalu bergerak menyerang dan bayu lagi lagi di buat terpental setelah menangkis pukulan cowok itu.