INDIGO & 7

INDIGO & 7
Tawaran langka.



Setelah pergantian pemain bagas melakukan umpan 1 2 bersama fajar dan jali. Ternyata jali juga pandai cari ruang kosong bahkan di sudut sempit pun dia bisa shoot ke gawang. Sampai menit 25 tim bayu unggul 4:5 lalu bayu,niko,genta,ipul dan dito masuk kali ini formasi kembali counter attack lagi. Terlalu asik bertahan tanpa sengaja dito hand ball di area kotak penalti. Tim akademi sukses cetak gol dan skor 5:5 bertahan sampai habis.


Di pinggir lapangan niko,bayu,bagas dan fajar sedang memikirkan taktik di ronde ke 3.


"Li lu nanti masuk di timnya bayu aja ya. Tapi gk pakek shoot shoot kayak tadi kita main satu 2 ok." ucap niko.


"Terus gw fajar,ipul,dito,genta main duluan kita main bertahan. Tapi kita ganti di menit 15 aja karena musuh udah gk fokus tuh. Gas,yu,li kalian harus bisa cetak banyak gol biar galih yang bertahan. Lu lih setiap bola deket lu selalu cari 3 bayu,bagas atau jali ya. Kalau merek di jaga buang aja bola ke depan. Nah nanti menit 25 gw masuk gantiin galih nah kita pasing pendek dan cetak banyak gol." strategi dari niko.


"Terus kalo kita berempat maju yang jaga pertahanan siapa?" tanya fajar.


"Si viki lah biar maju dia." ucap bagas.


"Nah bener jadi paham ya semua."


Mereka masuk lagi ke lapangan tapi tim akademi memasukan si nomor 35 yang di sorot bagas dan bayu tadi.


"Waduh dia main gas bisa nggak ya fajar dan niko bertahan." tanya bayu cemas.


"Semoga" jawab bagas.


Ternyata benar si nomor 35 itu mampu mengobrak abrik pertahanan niko dan lainnya. Alhasil baru 5 menit skor udah 3:0 yang buat aneh orang itu di selimuti cahaya kuning. Dalam hati bayu baru merasakan energi terpancar dari tubuhnya. Bayu di kagetkan dengan tepukan jali di pundaknya.


"Nunggu skor berapa? ayuk kita turun! si nomor 35 udah nungguin kita." ucap jali lalu memberi tahu niko kode ganti pemain.


"Ganti sekarang nih?" ucap niko mendekat.


"Ayuk deh kita balas." ajak bagas yang udah masuk ke lapangan.


Pertandingan berimbang kali ini si nomor 35 di jaga ketat sama galih dan jali yang jadi motor serangan akhirnya 3 gol bersarang di gawang lawan. Nomor 35 terlihat kesal dan tubuhnya kini bersinar merah. Tiba saat nomor 35 berhadapan dengan galih di main terobos aja dengan bodinya yang membuat galih terjatuh. Wasit meniup peluit tanda pelanggaran dan nomor 35 itu marah2 dan tidak merasa bersalah giliran tim bayu yang menyerang di awali tendangan jarak jauh dari jali yang wuss... dengan kecepatan tinggi bola itu meluncur ke sisi atas kanan jala gawang tim akademi. Bayu juga merasa aneh karena saat bola itu lewat di sampingnya tercium bau gosong ternyata saat di lihat bola itu di dalam gawang salah satu sisi gosong walau tidak luas. Tim akademi mengganti bola itu dengan bola baru.


"Widih tendangan roket li." ucap bayu merangkul jali.


"Hehe.." jali hanya terkekeh.


skor 3:4 bertahan sampai menit 25 dan sesuai rencana niko udah masuk lagi gantiin si galih.


"Li lu ga capek? kalo capek biar fajar masuk"


"Udah kalem aja yuk lanjut." ucap jali melakukan tendangan sudut.


nomor 35 sudah tidak bisa berbuat apa apa karena teman temannya tidak bisa berbuat apa2 saat dirinya di kawal niko bergantian dengan bagas. Waktu kurang 2 menit ehh si nomor 35 menyikut dada bagas yang membuat niko,jali fajar dan bayu emosi. Untung belum babak belur udah di pisah dan si nomor 35 di ganti sama pelatihnya.


2 menit berlalu skor bertambah untuk tim bayu n niko yaitu hasil akhirnya 3:5 untuk kemenangan tim bayu. Setelah pertandingan usai pelatih tim akademi datang dan menyalami semua tim niko.


"Kalian keren hanya 11 pemain bisa mengatasi 21 pemain kami. Permainan kalian juga bagus terutama kamu,kamu,kamu,kamu dan kamu siapa nama kalian." tunjuk pelatih itu.


"Saya bayu pak."


"Bagas pak."


"Fajar faturohman kadang di panggil fafa."


"Jali pak."


"Bagus bagus skill kalian. Bapak ke sini untuk merekrut kalian masuk klub Boys Eleven apa kalian minat? Tanpa seleksi tanpa biaya apapun."


"Kan ini akademi merpati emas pak kok masuknya di klub futsal di luar kota sih pak." protes bagas.


"Ya namanya juga akademi mas. Kita ini tugasnya membentuk dan mengambil pemain pemain berbakat bukan hanya untuk klub kita saja. kalo ada klub lain yang butuh ya kami siap carikan. Gimana ada yang minat?" tanya bapak itu.


"Saya sibuk pak yang lain aja." elak bagas.


"Saya suka sih futsal tapi untuk masuk sebuah tim kayaknya enggak deh pak." ucap bayu.


"Saya juga banyak kegiatan pak jadi maaf saya tolak."


"Tidak masalah terus kalian berdua gimana? kayaknya kalian minat gabung." tebak bapak itu ke fajar dan niko.


"Saya sih oke2 saja asal tidak bentrok dengan jadwal sekolah karena bagi saya sekolah juga penting." jawab fajar


"Bagus bapak suka orang sepertimu. Terus kamu gimana kok bimbang gitu?"


"Saya sebenarnya lebih tertarik ke sepak bola sih pak."


"Loh pemain futsal bisa jadi pemain bola lo kalau memang berbakat dan ada klub yang menawarkan kontrak. Kamu tahu Andik Ferdiansyah? Dia itu dulu mantan pemain klub futsal asal sulawesi karena dia bagus saat di final kejuaraan ada klub yang mengotraknya bahkan sekarang andik masuk timnas Indonesia." ucap bapak itu ke niko.


"Yaudah pak saya mau." jawab niko sumringah.


"Nah gitu dong. Oke bentar lagi akan ada pengumuman kamu tunggu aja OK. Kalo yang mau cuma 2 berarti dari akademi bapak ambil 10 orang karena klub sedang butuh 5 pemain dan 7 pemain kemungkinan di rekrut klub lain. Yaudah saya permisi dulu maaf silahkan lanjut main udah di bayar kok." ucap bapak itu menyalami kami semua lalu pergi.


"Lanjut main nggak nih?" tanya bagas.


"Gw capek nih mau pulang aja." ujar galih.


"Sama gw juga nih." dito menyahut.


"Gw juga kalau lanjut main bisa bisa besok nggak masuk." ucap genta.


"Yee jangan gitu lah ta. Oke deh kita pulang tapi tungguin gw lah sama fajar masak ditinggal.


" Sorry nih bada gw sakit semua nik gw cabut duluan." ucap viki


"Gw juga balik nik ada urusan." ucap jali.


"Yaudah gw aja yang nemenin sama bayu lagi gw juga free kalian pulang dulu aja kalau capek." ucap bagas dan mereka bubar.