INDIGO & 7

INDIGO & 7
Lanjutan.



Bayu bersama nafia masih di joglo dengan nafia duduk diam di kursi. Sedangkan bayu mengamati suasana di luar yang membuat bayu bergidik ngeri karena mereka begitu banyak. Yhup hantu hantu itu seperti berkumpul di kampung ini. Memang di sekitar rumah bayu ada setan tapi tak sebanyak di kampung ini. Saat bayu sedang berfokus mengamati luar tiba tiba wulan muncul di sampingnya dan bayu yang kaget melompat ke kiri.


Nafia yang melihat tingkah bayu jadi bingung dan mendatangi bayu yang terjatuh.


"Kamu kenapa sih yank? Kamu lihat hantu lagi di teras?" tanya nafia menembus wulan yang berdiri cekikikan di samping bayu jatuh.


"Iya say lebih tepatnya hantu sialan yang muncul." jawab bayu kesal tapi wulan masih saja tertawa.🤭


Setelah bayu duduk di samping nafia wulan duduk juga di samping bayu seolah wulan cemburu dengan bayu.


"Apa sih mepet mepet duduk sendiri napa." ucap bayu keceplosan.


"Kamu nggak mau ya aku mepet mepet ya udah aku ke kamar aja." ucap nafia hendak berdiri.


"Eh bukan gitu say aku lagi meniru adegan di film film kok. Udah kamu duduk di sini aja nanti di kamar ada setan kamu lari lagi." ucap bayu beralibi.


"Gara gara elu sih." kali ini bayu berucap dalam hati kepada wulan.


"Aku mau bicara penting nih." ucap wulan dengan wajah serius.


"Ngomong aja langsung!"


"Penunggu kampung ini nggak suka kamu masuk desa ini." ucap wulan.


"Terus aku harus bagaimana?" tanya bayu.


"Aku cuma memberitahumu supaya menjaga teman temanmu dan orang yang kamu ajak ke sini. Ketahuilah saat kamu lewat gapura tadi siang makhluk seperti genderuwo berusaha mencegat mobil kalian supaya menabrak gapura tapi dari jauh sebelum makhluk itu menyerang sudah ku pukul dari jarak jauh sampai mengerang kesakitan."


"Jadi tadi memang suara setan ya tapi kenapa aku tidak bisa melihat mereka?" tanya bayu.


"Mereka saat pagi matahari bersinar keluar dari kampung tapi saat matahari terbenam mereka kembali ke kampung ini. Maka dari itu warga sini ogah keluar saat malam karena mereka tahu tentang itu."


"Apa ibu warung wifi tadi juga tahu?"


"Ya dia tahu tapi dia jahat tidak memberitahu orang luar sepertimu dan kawan kawanmu. Sekarang lebih baik kamu susul teman dan adikmu aku akan mengikuti di sampingmu jika mereka berani menyentuhmu kupastikan mereka akan jadi abu dalam sekejap."


"Kejam sekali kamu."


Btw mereka manggil aku kamu karena lagi serius ya.


"Haha... Aku jin beraliran hitam jadi sudah jelas aku kejam."


Bayu pamit ke nafia mau jemput bagas dan adiknya nafia di suruh masuk kamar. Nafia hanya menurut karena dia tidak mau duduk di joglo sendirian. Di tengah jalan bayu bertemu dengan mereka berempat yang berlari kencang.


"Hey hey ada apa?" ucap bayu berusaha menghentikan mereka.


"Ada drakula yu di pohon mangga ayo pulang." ucap bagas.


"Ayo segera pulang drakula yang mereka maksud adalah jin jahat penguwasa kampung ini. Memang aku bisa mengalahkannya tapi males aja buang buang tenaga." ucap wulan tanpa sadar bayu sudah lari kembali ke rumah wkwk..🤣


"Mereka juga di hantui juga yank?" tanya nafia.


"Iya say kenapa kamu keluar lagi?"


"Habisnya mereka ribut sendiri aku jadi kepo deh." ucap nafia sambil tersenyum manis.


"Yaudah tidur yuk say aku dah ngantuk." Ajak bayu.


"Ayuk say tapi aku takut tidur sendiri." balas nafia.


"Tak tenenin pasti aman sayang" ucap bayu menggoda.


"Itu mah mau kamu yank. Aku yang nggak mau."


"Haha... enggak kok kamu tidur di kamar aku jaga di luar kamar." ucap bayu serius.


"Hmm yaudah deh tapi bener ya di luar awas masuk aku pukul kamu yank." ancam nafia.


"Iya sayangku yang cantik."


Nafia masuk kamar di tungguin bayu yang duduk di kursi depan kamar. Saat bayu kesepian wulan muncul lagi.


"Sialan gw di tinggalin tadi." omel wulan tiba tiba.


"Kan lu bilang gw harus segera pulang ya gw buru buru pulang lah. Kan lu jin masa takut sama jin." bantah bayu tak mau di salahkan.


Setelah itu mereka semua pada bubar dan masuk kamar masing masing untuk sholat.


Selesai sholat bayu dan bagas ngabrol tentang kejadian tadi. Kata bagas semua berawal waktu sopi tanya ke bagas tentang suara bugh bugh gitu kayak benda jatuh pas bagas nengok ke kiri aman pas nengok ke kanan baaa....ada drakula di atas pohon mangga otomatis bagas ngajak mereka semua lari. Rahma yang awalnya gak petcaya ada drakula mastiin dan pas rahma lihat drakula itu udah di belakangnya untung rahma nggak pingsan tapi bisa lari kenceng banget padahal rahma itu jarang olahraga. Terus pas pulang dari mushola tadi bagas juga melihat semacam bola api terbang di atas rumah2 warga tapi bagas masih slow. Bayu hanya berpesan kalau nanti ke KM harus berdua jangan sendiri. Bagas hanya mengangguk. Pukul 8 malam suasana sudah sepi semua tertidur di kamar masing. Tepat pukul 10 tiba tiba rahma mendengar kaca di samping kamar di ketuk pelan rahma kepo dong dan berjalan ke jendela kaca itu. Rahma membuka gorden dan waaa...kepala pocong muncul dari jendela kaca yang terbuka. Rahma melompat mundur dan terjatuh ke lantai lalu dia segera menggendong sopi keluar dari kamar dan menurunkan sopi di kursi depan kamarnya nafia. Lalu rahma mengetuk kamar bagas dan bayu buat minta tolong tapi tak ada respon maka dari itu rahma mengetuk kamar nafia. Untung nafia dengar dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa kak?" tanya nafia.


"Anu fi di kamarku ada pocong jadi numpang di kamarmu aja ya." ucap rahma sedikit gemetar.


"Oh iya mbak itu sopi sekalian di angkat."


Rahma kembali menggendong sopi ke kamar nafia emang sopi ini kalau udah tidur kayak kebo susah di bangunin.


Skip pagi hari pukul 5 pagi bayu sudah bangun hendak buang air kecil lalu dia membangunkan bagas. Mereka berdua menuju dapur dan saat lewat kamar rahma kok terbuka bayu mengajak bagas memeriksa teenyata kosong panik lah mereka berdua. Saat melihat pintu ke arah dapur juga terbuka mereka mengira rahma dan sopi ke kamar mandi tapi tiba di kamar mandi tidak ada dan di dapur juga tidak ada orang terus siapa yang membuka pintu ke arah dapur. Mereka segera berlari ke kamarnya mbah nang dan mbah dok. Bayu memanggil keduanya lalu mbah nang keluar.


"Ada apa to lo kok jam segini udah ribut ribut?" tanya mbah nang.


"Anu mbah pintu ke arah dapur kok terbuka tapi di dapur nggak ada orang terus kamar rahma juga kosong pintunya terbuka." jelas bayu.


"Hah kosong? mungkin lagi ke kamar mandi. Kalau pintu ke arah dapur itu yang buka mbah dok dia jam segini pergi ke pasar."


Satu pertanyaan terjawab tapi kemana perginya rahma dan sopi lanjut si episode selanjutnya 👍😄...