INDIGO & 7

INDIGO & 7
Welcome Kota Angin.



Sebelum lanjut apa reader ada yang tahu kota angin?


Oke Lanjut.


Di meja tersebut sudah ada 4 orang satu perempuan dan e laki laki.


"Assalamu'alaikum udah lama nih kayaknya haha..." ucap bagas.


"Waalaikumsalam dari jam 10 bro kita udah ngumpul di sini. Halo semua kenalin aku Joy dan ini pacarki Eva dan mereka berdua sepasang homo jono dan edi" ucap laki laki bernama joy itu.


"Ehh sialan gw bukan homo ya. Kalian jangan percaya ucapan joy." ucap edi tak terima.


"Ayo mas mbak duduk sini." ucap eva.


"Kenalin bro ini cewek gw. Itu temen gw sama pacarnya terus 2 bocil itu adik gw sama temen gw bayu yang itu."


"Ya ya terus jadinya kamis nih berangkatnya?" tanya joy.


"Iya bro soalnya gw mau ke Nganjuk dulu nih." ucap bagas.


"Oke2 kamis langsung ke lokasi aja ya gw tunggu di pos satu oke." ucap joy.


"Siap siap."


"Yaudah buruan pesen nunggu apa lagi? pesen sesuka lo gratis."


"Lu pikir nggak bisa bayar apa. Apa mau gw beli resto lu ini wkwk..🤣" ucap bagas bercanda.


"Haha.. bisa aja lu bro. Sesuatu yang mahal bukan yang bernilai sangat tinggi bro tapi sesuatu yang tidak di perjual belikan." ucap joy sambil menyeruput kopinya.


"Tapi sorry nih bro dan semua gw harus cabut nih ada perlu. Gw pamit dulu ya semua assalamu'alaikum. Yuk." ucap joy berpamitan dan pergi bersama eva.


Setelah joy pergi edi dan jono beralih tempat duduk ke sebelah bagas.


"Pasti si joy kebelet tuh." ucap edi.


"Iya lah siapa aih yang bisa tahan kalau di deket eva." sahut jono.


"Kalian ngomongin apaan. No lu nginep di mana semalem?" tanya bagas.


"Di terminal lah. Dimana lagi." jawab jono.


"Lu tahu gas tadi pas jemput dia di terminal kasihan banget sumpah kayak gelandangan."


Obrolan nggak penting kita skip aja ya males nulisnya. Intinya jono dan edi ini akan ikut ke rumah kakeknya bayu juga karena mereka nggak punya tempat tinggal.


Jono itu berasal dari jogja dan edi dari jombang tapi jono kerja di jombang dan edi adalah bosnya tapi mereka sangat akrab tidak terlihat seperti bos dan pekerjanya.


Setelah semua selesai mereka melanjutkan perjalanan menuju kampung Sukaman tempat kakek bayu tinggal bersama neneknya.


Dari batas kota kediri kampung sukaman ini masih jauh sehingga pukul 3 baru tiba di kampung tersebut. Walau jalannya rusak tapi tak bisa di pungkiri suasana di kampung ini sangat menyejukkan mata.


Saat masuk gapura desa tadi bayu merasakan ada yang aneh yaitu terdengar suara benturan keras tapi bukan berasal dari mobil. Kalau hantu bisa saja tapi bayu melihat kiri kana belakang sejak masuk kampung ini tidak ada hantu atau setan berkeliaran.


Mobil bagas berhenti di sebuah perempatan lalu bagas berkata ada banyak anak bebek sedang menyebrang dan bayu di suruh turun untuk mengecek apa anak bebek itu masih banyak.


Bayu turun dan melihat ke depan tidak ada anak bebek satupun.


"Gas mana anak bebeknya nggak ada kok?" ucap bayu.


"Masa iya nggak ada?" bagas ikut turun.


"Wah iya kok nggak ada ya apa udah lewat kali."


"Dari gw turun tadi nggak ada gas. Yuk lanjut kita tinggal lurus aja terus belok kanan." ucap bayu mengarahkan.


Setelah masuk gang seorang kakek tua sedang duduk di depan rumah bayu menyuruh bagas untuk berhenti.


Bayu turun dan menyapa sang kakek.


"Assalamualaikum Mbah kakung...Apa kabar mbah?" ucap bayu mencium tangan kakek dan memeluknya.


"Ya Allah cucuku yang ganteng sudah tiba mbah nungguin dari pagi kok nggak sampai sampai. Kata ibumu berangkatnya pagi Ehh cucu mbah yang cantik juga ikut." ucap kakek setelah itu mendekati ayu.


"Assalamu'alaikum mbah. mbah sehat kan?" ucap ayu mengikuti apa yang di lakukan bayu.


"Alhamdulillah sehat. Kalian siapa ya simbah lupa."


"Ohh yaudah ayo masuk semua mari mari.." ucap kakek mempersilahkan.


Di dalam ada mbah dok yang juga senang melihat cucunya telah tiba. Rumah kakek ini terdiri dari teras,mbale/joglo,ruang tamu,4 kamar dan dapur bersama kamar mandi terpisah sendiri di bagian belakang.


Edi dan jono tadi memutuskan nginep di rumah temen mereka di deket Alun alun kota.


Saat mereka ngobrol di joglo nafia yang paling kerepotan karena nafia bingung dengan bahasa jawa halus atau krama. Oleh karena itu nafia lebih sering diemnya.


"Jadi kamis kalian mau naik gunung wilis ya? Pesan kakek cuma satu yaitu hati hati dan jaga sopan santun di sana. Kakek tahu bagas udah sering naik gunung tapi tetap saja harus hati hati. Bayu kamu udah ngomong ke ibumu mau naik gunung?" ucap kakek.


"Udah ijin kok mbah tenang aja."


"Kalian udah makan apa belum?"


"Sudah kek tadi siang mampir dulu ke restoran di kediri."


"Ya udah kamarnya masih di bersihin mbah tinggal dulu ya." ucap mbah nang lalu masuk.


"Yu di rumah ini sejuk banget ya padahal nggak ada Ac." ucap rahma.


"Namanya juga pedesaan ma ya jelas sejuk orang disini yang naik motor bisa di hitung jari." jawab bagas.


"Iya bener tuh yang di omongin bagas disini masih alami nggak harus pakek AC. Tapi ya kalau malem siapin jaket aja."


"Mas jalan jalan yuk." Ajak ayu.


"Ayuk sekalian cari mi langganan kita dulu."


Mereka berempat keluar untuk jalan jalan. Kenapa berempat karena rahma dan nafia memilih untuk bantu mbah dok bersihin kamar. Sambil jalan bayu memberi tahu bagas tempat tempat yang cocok untuk foto foto. Kurang lebih 100 meter mereka berjalan bayu mengajak mampir ke sebuah warung yang kerap ia datangi saat berkunjung ke rumah kakek bersama keluarganya.


"Kalian pesen apa?" tanya bayu.


"Ada apa aja yu?"


"Mi biasa+telor,Bakso biasa,bakso beranak,bskso beranak,mi ayam bakso,mi ayam biasa terus esnya cuma es teh,es susu,kopi,es marimas biasa." ucap bayu menjelaskan karena memang tidak ada benner menu di warung itu.


"Aku mi ayam bakso es teh aja yu. Sop lu apa?" tanya bagas.


"Aku bakso beranak aja mas sama es teh." jawab sopi.


"Aku mi ayam aja mas. es susu vanila ya mas." Ucap ayu.


Bayu pun antri untuk memesan tapi saat antri bayu ketemu cewek yang ia kenal.


"Di." panggil bayu ke cewek di depannya yang bernama dian.


"Ehh mas bayu. Kapan sampai mas tadi pagi lewat rumah si mbah masih sepi." ucap diam dan bersalaman dengan bayu.


"Barusan jam 3 baru sampai di. Kamu makan di sini atau di bawa pulang?"


"Di bawa pulang mas buat ibuk bapak sama aku soalnya ibu nggak masak."


"Pak mi ayam bakso 2,bakso beranak 1 mi ayam biasa 1. es teh 3 dan 1 es susu vanila ya."


"Siap mas di tunggu."


"Aku ke sana dulu ya di." ucap bayu pamit ke dian yang menunggu pesanannya di bungkus.


"Iya mas."


Bayu duduk dan ngobrol ngobrol bareng bagas,sopi dan ayu.


"Mas kenal mbak nafia di mana sih? Cantik lo mbak nafia ketimbang mbak widia."


"Haha.. di bandingin jangan sama widia lah yu jauh. Coba bandingin sama mantan masmu pas smp wkwk" ucap bagas tertawa pelan.


"Siapa sih?" ayu bingung.


"Udah anak kecil nggak perlu tahu."


"Permisi pesanan nomor 21?" tanya pelayan.


"Iya mbak." jawab bayu.