INDIGO & 7

INDIGO & 7
Cerita masa lalu.



Singkat cerita setelah bayu dan pak ustad di antar pulang wulan melihat raden burhan duduk termenung di taman istana sendirian. Karena wulan merasa kasihan dia mendekat ke taman dan duduk di samping raden burhan. Raden burhan tak bergeming seolah tak melihat wulan duduk. Tatapannya lurus menatap jauh seperti tak terbatas.


"Pasti kamu memikirkan ayahmu ya?" tanya wulan sambil menatap lurus ke depan juga.


"Sejak kapan kamu duduk di situ?" tanya balik raden burhan tak menjawab pertanyaan wulan.


"Apa itu penting ku jelaskan? Aku tahu kamu merasa kehilangan yang dalam."


Raden burhan melirik wulan sebentar.


"Tidak kamu tidak tahu isi hatiku." bantah raden burhan.


"Aku bukan manusia sepertimu jadi aku tahu isi hatimu saat ini. Hufft...Aku juga pernah merasakan apa itu kehilangan." ucap wulan menundukan kepala.


Raden burhan tak merespon dan hanya diam.


"Memang kehilangan itu berat. Banyak manusia sok bijak berkata lebih baik kehilangan daripada bersama tapi menimbulkan luka. Orang seperti itu belum paham betul bagaimana dan seperti apa rasanya kehilangan." lalu wulan siam sejenak lalu mengangkat kepalanya.


"Sudah lah sudahi kesedihanmu dan segera masuk pasti sunan mencarimu." ucap wulan berdiri dan ingin pergi.


"Siapa orang yang berharga di hidupmu?" tanya raden burhan tiba tiba.


"Bunda,Kakakku dan ayahku walau aku belum pernah melihatnya." ucap wulan tanpa menengok ke belakang.


"Bagaimana jika kamu kehilangan semuanya?"


"Maksudmu?" wulan berbalik menatap raden burhan.


"Iya ibuku telah meninggalkanku saat melahirkanku. Sekarang ayahku yang mendadak jadi orang jahat dan menghilang entah kemana. Sekarang tumpuanku sudah tidak ada Rasanya ingin cepat cepat mati saja menyusul ibuku." ucap raden burhan yang lamgsung mendapat pelototan mata dari wulan.


"Kamu bodoh ternyata. Aku kira dirimu kuat ternyata aku salah. Dirimu hanya anak yang lemah mudah menyerah dan gampang putus asa. Kamu mau mati?Butuh bantuanku untuk mati?" tanya wulan.


Raden burhan hanya diam.


"Kenapa diam? Kamu takut mati ya? Hah...dasar cowok plin plan. Cepat masuk atau kubunuh di sini." ucap wulan sedikit emosi.


"Baiklah bunuh saja aku!" jawab raden burhan.


Tiba2 dengan kecepatan kilat wulan sudah mencekik leher raden burhan dan menggantungnya di atas pohon. Dengan kuku runcingnya wulan siap memutua leher burhan.


Wajah wulan juga berubah sangat mengerikan.


"Kkamu Yakinn..." ucap wulan dengan suara menakutkan.


Raden burhan ketakutan memandang wajah wulan yang tadinya cantik sekarang lebih seram dari kunti.


"Woiii berhenti jangan sakiti raden burhan." teriak raden rahmad sambil berlari.


Wulan melepaskan dan wajahnya balik cantik lagi.


"Hah hah hah kenapa kau mencekik raden burhan apa salahnya?" tanya raden rahmad sambil mengatur nafasnya.


"Dia minta mati supaya bisa menyusul ibunya jadi aku saja yang melakukannya daripada jin lain." jawab wulan enteng.


Mata raden rahmad terbelalak mendengar ucapan wulan.


"Kamu sudah gila ya han? apa kamu pikir dengan mati dapat menyelesaikan semuannya? Tidak han malah aku dan ayah yang mendapat masalah jika kamu mati saat bersama kami."


Raden burhan hanya diam tidak menjawab.


"Ayo kita pulang dan jangan lakukan hal bodoh itu lagi. Permisi putri wulan." ucap raden rahmad sambil menarik tangan raden burhan.


"Iya silahkan panggil saja namaku tidak perlu pakai sebutan putri." ucap wulan ikut masuk ke istana.


Singkat cerita rombongan sunan kembali ke asalnya di kota D. Setelah mereka kembali wulan bertanya kepada bundanya tentang setyo aji siapakah dia. Bundanya mengajak wulan ke taman sebelum menjawab pertanyaannya.


"Itu masalalu bunda sayang tidak perlu di ungkit lagi bunda tidak suka." jawab ratu galuh.


"Apa setyo aji itu ayahku dan kak nawang bun?" tanya wulan.


"Hmm baiklah akan ibu jawab. Setyo aji sebenarnya manusia biasa yang gila dengan ilmu. Suatu hari setyo aji mencari ilmu ke hutan untuk menemui bunda yang sedang bertapa. Setyo aji pemuda yang gagah dan tampan ingin menjadi murid bunda. Setyo aji datang tidak sendiri melainkan dengan 2 temannya satu perempuan dan satu laki laki. Bunda menolak permintaan setyo aji karena bunda saat itu sedang berkelana sama dengan setyo aji yaitu mencari kesempurnaan ilmu. Tapi mereka bertiga ngotot ingin ikut bunda dan katanya siap pergi kemanapun bunda pergi. Berat hati bunda akhirnya menerima dengan syarat yang harus mereka penuhi. Setiap orang bunda beri satu syarat berbeda. Si perempuan bunda beri syarat menguras sungai yang tidak mengalir dengan tangannya tanpa alat apapun. Setyo aji bunda perintahkan membunuh siluman buaya putih di sebuah muara dan terakhir bunda meminta sebuah gunung di buat di ujung timur pulau jawa.


Ketiganya serempak menyanggupi syarat itu dan 3 hari setelah pertemuan itu setyo aji kembali dengan membawa kepala siluman buaya putih. Seminggu kemudian giliran si perempuan yang kembali dan memberi tahu sudah menguras sungai mati. Tinggal si laki laki satunya yang sampai saat ini belum terdengar kabar. Karena terlalu lama akhirnya cuma 2 dari 3 orang yang bunda jadikan murid. Proses latihan tidak perlu bunda jelaskan karena yang pasti keduanya memiliki kemampuan di atas rata rata tapi suatu hari bunda mulai tumbuh rasa kepada setyo aji karena setyo aji sering menemui bunda di luar latihan. Tapi sayangnya cinta bunda bertepuk sebelah tangan setyo aji mencintai teman perempuannya itu dan ternyata keduanya saling mencintai. Suatu hari tanpa sepengetahuan bunda setyo aji bersama kekasihnya yang juga murid bunda melakukan hubungan terlarang yaitu ***. Keduanya menyesal dan meminta maaf kepada bunda tapi bunda benar benar marah dan mengusir mereka berdua. Setelah keduanya pergi besoknya setyo aji kembali dan memohon mohon supaya bunda memaafkannya dan dia berjanji akan menuruti setiap keinginan bunda. Terlintas ide nakal yaitu meminta setyo aji menikah dengan bunda. Beberapa saat setyo aji diam lalu mengiyakan permintaan bunda. Sekitar 2 tahun lebih kita hidup bersama bunda mengajak setyo aji ke istana selatan dan ternyata nenekmu tidak merestui dan malah mengusir setyo aji dari istana. Saat itu bunda di kurung di kamar dan di pagar gaib supaya tidak bisa keluar. Suatu hari pintu di buka dan bunda di bawa keluar untuk menemui seseorang dan orang itu adalah sultan."


"Sultan siapa itu bun?" sela wulan yang dari tadi mendengarkan..


"Sultan Hasanuddin. Kerajaan D menginginkan putranya menikah dengan bunda. Tanpa persetujuan bunda nenekmu memaksa supaya pernikahan segera di laksanakan. Bunda sudah muak dengan aturan dari nenekmu lalu bunda kabur tepat hari H pernikahan. Singkatnya bunda berhasil keluar dan mencari setyo aji berada tapi tidak bunda temukan dan suatu hari bunda mendengar kabar akan perang besar antara kerajaan nenekmu dan kerajaan D. Bunda yang masa bodo dengan itu semua memilih mendirikan istana kita ini. Tapi saat mendirikan istana bunda bertarung dengan seorang wanita yang semua jurusnya sangat ibu kenali. Dia adalah perempuan murid bunda tempo hari. Akibat benci karena dulu merebut setyo aji bunda membunuhnya bersama anaknya dan baru ibu tahu kalau ternyata saat setyo aji di usir dari istana setyo aji menikah dengan si perempuan tadi. Marah lah setyo aji dan mengamuk di istana lalu bunda menemuinya. Setyo aji terlihat membenci bunda dan menyerang bunda. Bunda yang merasa bersalah tidak mau menyerangnya padahal kalau mau setyo aji bisa ibu lumpuhkan dengan mudah. Pertarungan sengit terjadi setyo aji mengeluarkan jurus jurus baru yang bunda tidak tahu dari siapa dia mendapatkannya. Karena bunda sudah beberapa kali kena serangan bunda reflek membalasnya dengan pukulan brajadenta pukulan yang membuat raga manusia akan hancur dan di pastikan mati. Benar saja setyo aji hancur raganya tapi aneh yang hancur cuma kulit luarnya saja dan di kulit ke duanya muncul bulu bulu hitam lebat bagaikan gorila. Gorila alis setyo aji menyerang bunda dan kemampuannya meningkat bunda hampir saja kalah untung di tolong oleh eyang kawi. Dan Eyang kawilah yang membuat setyo aji menjadi seorang genderuwo akibat setyo aji memakai ilmu terlarang. Oleh eyang kawi setyo aji di buang jauh supaya tidak kembali. Satu tahun berlalu sosok genderuwo itu mendirikan istana juga."


"Bentar bun jangan jangan yang bunda maksud adalah raja genderuwo."


"Benar setyo aji adalah raja genderuwo."


"Ohh begitu. Terus ayahku dan kak nawang siapa bun?"


"Haha... jangan tanya itu lain kali saja bunda ceritakan." ucap ratu galuh meninggalkan wulan di taman.


"Bunda selalu jawab gitu." ucap wulan sungut sungut kesal.