
Malam itu bayu ketiduran karena rasa lelah dan banyak pikiran. Pukul 04.00 bayu terbangun karena terdengar sayup sayup suara azan.
"Huaaam udah pagi nih." Bayu bangun dan menguap sebentar.
"Gas gas udah pagi waktunya sholat."
Singkatnya mereka bertiga sholat subuh di masjid dekat villa.
"Rencana hari ini kita kemana gas?" tanya gembul.
"Kemarin sih rahma usul ke taman safari tapi sinta mau ke taman matahari."
"Ke puncaknya kapan gas?" tanya gembul lagi.
"Minggu malam soalnya malam tahun barunya kan minggu."
"Minggu bakal rame tuh gas. Gimana kalau jum'at sore aja nanti nginep di sana 3 hari." usul gembul.
"Hadeh lu mau bayarin penginapannya sampai 3 hari pula."
"Kita berempat tidur di mobil aja biar cewek2 tuh yang di kamar kasihan."
"Wah perhatian banget lu. Oke gw setuju lu gimana yu?" tanya bagas tak di jawab karena bayu sedang melamun sambil jalan.
"Hee ngelamun aja. Mikirin apa sih lu?" gertak gembul membuat bayu terlonjak.
"Ahhh kampret nggak mikir apa apa kok." ucap bayu.
"Idih jawaban lu kayak cewek tau nggak haha..." ledek gembul.
"Udah udah. Yu ikut gw yuk ke Supermarket ada yang lupa gw beli tadi."
"Ayuk aja gw tapi naik mobil?" tanya bayu.
"Naik motor aja kayaknya enak."
Sampai di villa bagas menuju rumah pak kosim untuk meminjam motor dan di kasih pinjam motor vespa tahun 80an. Walau motor tua motor ini masih aktif dan rajin di bersihkan.
"Motor pak kosim gas?" tanya bayu dari teras.
"Iya nih motornya kelihatan tua tapi mesin masih Oke. Yuk masuk!" sampai di dalam sudah terhidang nasi goreng buatan rahma,sinta,sekar dan bi nunung istri pak kosim.
"Hmm baunya enak nih jadi laper." ucap bagas.
"Ehh mandi dulu beb." larang rahma.
"Belum tapi kan aku cewek mandi nggak mandi tetep cantik." ucap rahma dengan PDnya.
Singkatnya mereka semua sarapan dan di lanjut bersantai di ruang tamu.
"Yuk berangkat." ajak bagas.
"Mau kemana kalian berdua?" tanya sinta.
"Mau ke supermarket sin. nitip nggak?"
"Eh gw nitip anu yu sini!" Sekar memberikan uang dan berbisik.
"Beliin gw pembalut yang sedang."
"Waduh." reflek bayu kaget.
"Kenapa yu? malu?" tanya sekar.
"Nggak kok. Yang lain ada yang nitip juga?" tanya bayu ke yang lain.
"Minuman yu yang banyak aqua juga boleh soalnya di kulkas tinggal 1 botol tadi gw minum." ucap rahma.
"Oke siap."
"Ada apa yu kok lu nggak kayak biasanya?" tanya bagas.
"Ah enggak kok kata siapa? Gw baik baik aja kok."
Bagas masih memperhatikan bayu tanpa berkata apapun.
"Iya iya gw sebenernya lagi mikirin nafia gas. sejak berangkat sampai sekarang dia nggak ada kabar." akhirnya bayu cerita.
"Ohh itu. Lu nggak berantem kan sama dia?"
"Enggak kok. Nih lihat chat terakhir dia gini." bayu menunjukan HPnya ke bagas.
"Huu dodol banget ya lu. Lu salah makan apa gimana sih? Kan dia udah pamit di ajak ortunya ke US ya jelas nggak ada kabar kan dia ke luar negeri beda negara nomernya nggak bisa di pake di sana harus pake nomor dari negara sana. Udah tenang aja pulang pasti langsung kasih kabar lu kok. Eh btw cewek lu tajir banget ya ke US njir ngapain coba." ucap bagas.
"Emang gitu ya? kirain bisa di pakek hehe... Ya gitulah orang tuanya superduper sibuk. Papahnya aja gw belum pernah lihat cuma ketemu 1x sama mamahnya."
"Mamahnya cantik nggak yu?" tanya bagas kepo.
"Cantik sih kayak anaknya tapi mamahnya sombong banget."
Ketika asik ngobrol terdengar bentakan bentakan seseorang kepada tukang parkir.
"Lu ngerti nggak mobil gw tuh harganya ratusan juta dan lu ngasih arahan nggak jelas dan lu lihat mobil gw penyok kayak gini. Pokoknya lu harus ganti rugi."
"Tadi kan gw udah bilang stop malah di gas ya salah lu sendiri sampe kayak gini."
"Heh nyolot lu ya. Belum tahu gw siapa? Gw Pemilik Pt. s****m*** Lu harus ganti rugi 100 juta."
"Dan lu juga nggak tahu siapa gw. Mentang mentang punya perusahaan dengan angkuhnya lu minta ganti rugi dari kesalahan yang lu perbuat sendiri?" ucap si tukang parkir tak kalah galak.
"Sudah pak lebih baik kita pergi dari sini daripada urusannya makin runyam." Ucap bodyguard si pemilik mobil.
"Heh lu juga dari mana aja baru muncul? Tuh urus si cungkring beri dia pelajaran."
Si bodyguard nampak ragu tapi tak berani melawan perintah bosnya. Akhirnya dia mengajak 2 temannya untuk meringkus tukang parkir itu. Semua tidak berani melerai bahkan security hanya berdiri mematung tak ada respon.
Bodyguard pertama menyerang tapi tukang parkir itu seperti berpindah tempat dengan cepat sehingga tendangan si bodyguard meleset. Saat lengah 2 bodyguard yang lain berhasil menangkap kedua tangan tukang parkir itu tapi lagi lagi tukang parkir itu berpindah tempat dan langsung mendorong kedua bodyguard itu ke depan sehingga keduanya menabrak bodyguard pertama tadi.
"Bayu yang melihat ada kerumunan jadi penasaran dan mengajak bagas melihat apa yang terjadi. Sampai di sekitar kerumunan bayu merasakan aura putih yang sangat kuat dan bayu melihat aura itu terpancar dari tukang parkir itu. "Siapa dia kok auranya kuat banget." bahkan terasa lebih kuat di banding jin jin yang pernah di temui bayu.
"Hey bangun bangun masa kalian bertiga kalah sama 1 orang. Ayo bangun atau kalian tidak aku bayar."
"Maaf bos lebih baik kami tidak di bayar daripada harus melawannya." ucap bodyguard terbesar lalu pergi di ikuti 2 temannya.
"Wah kurang aja awas aja kalian bertiga aku pecat."
"Daripada banyak omong mending lu sendiri maju." ucap si tukang parkir itu.
Merasa tertantang bos angkuh itu berjalan mendekat dan mengeluarkan pistol dari balik bajunya. Bayu yang tahu ini sudah tindak kriminal segera berlari menghentikan bos angkuh itu. Bayu memegang bahu sebelah kiri orang itu ketika dia menengok pistol di tangan orang itu di tendang sampai terlempar ke udara dan jatuh ke selokan.
"Siapa kamu ikut ikut saja? Dan beraninya kau menendang pistolku. Mau ikut campur kau?" Orang itu berbalik menyerang bayu dan bayu sigap mengunci tubuh orang itu.
"Tangan kosong kalau berani tak usah bawa bawa pistol. Lihat dia tidak ada senjata jangan curang aku tidak akan ikut campur." Bayu melepas orang angkuh itu dengan sedikit dorongan dan sialnya energi bayu tiba2 keluar lalu orang itu terpental menghantam mobil bagian belakangnya sampai penyok walau tidak parah. Orang itu berdiri di bantu warga tapi dengan angkuh tidak mau di pegang terlalu lama. Sebelum masuk mobil orang itu sempat menunjuk bayu seakan berkata dia akan kembali membalas bayu.
Setelah orang itu pergi kerumunan bubar dan bayu beranjak pergi tapi si tukang parkir itu menghampirinya sambil menyerahkan 1 botol minuman untuk bayu.
"Nggak usah mas aku nggak haus kok buat mas aja." tolak bayu.
"Terima saja sebagai perkenalan dariku." ucapnya sambil mengulurkan tangan ingin bersalaman.
"Bayu mas. Makasih." menjabat uluran tangannya.
"Sama sama namaku bambang. Boleh kita ngobrol bentar?"
Bayu melihat jam tangannya dan aneh jarum jam berhenti berputar.
"Aku hanya ingin ngobrol sebentar kok."