INDIGO & 7

INDIGO & 7
Manusia atau bukan?



Kamis pagi bayu sengaja bangun agak pagi karena ingin latihan mengolah energi di belakang villa. Latihan tidak akan di perjelas daripada ada yang protes. Intinya jam 4 bayu sudah duduk bersila di tepi kolam lalu beberapa pukulan di arahkan ke air dan air yang terkena pukulan bayu berkecipak kecipik seolah menertawakan bayu. Bayu tetap fokus dan berharap bisa menguras kolam dengan pukulannya tanpa merusak dasar kolam. Pukul 5 sudah terlewat dan bayu masih mencoba sampai di titik dia melepas pukulan terkuat sampai air terbelah ke kanan dan kiri tapi sayang air di kolam hanya berkurang seperempat nya. Merasa sudah cukup lelah bayu masuk dan berganti pakaian sekalian mandi. Pukul 7 sinta,arum,rahma dan sekar akan ke sebuah curug atau air terjun dekat villa. Mereka jalan kaki karena memang tidak jauh. Bagas dan joni juga ikut tapi bayu dan gembul tetap di villa jagain yeni dan erlin.


"Yu siapa sih orang yang nyekap bagas dan rahma kemarin?" tanya yeni ketika mereka berempat sedang kumpul di ruang tamu.


"Mereka suruhan orang yang kemarin aku pukul waktu di supermarket bareng bagas."


"Tapi kok yang di tangkep malah malah bagas sih?" tanya erlin.


"Mungkin apesnya bagas aja sih soalnya mereka nggak ketemu gw."


"Ohh gitu kira kira orang yang kamu pukul bakal nyari keberadaan mu nggak ya?" tanya yeni.


"Nggak tahu tapi gw janji bakal hadapin mereka semua. Kalian tenang aja oke."


"Gw pasti bantu lu bro kita berdua pasti menang." ucap gembul.


"Elu mah gak bisa kelahi mbul mbul."


Brakk...Suara pintu di gebrak.


"Apaan tuh?" tanya gembul.


"Lu cek gih mbul." ucap yeni.


"Kayaknya dari lantai 2 deh." tambah erlin.


Brakk... Gebrakan kedua lebih keras.


"Eh anjing... Kampret bikin kaget aja lu setan sini maju hadapin gw." Sumbar gembul setelah kaget.


"Mbul banyak omong lu buruan naik."


"Ya kalau gw yang naik ogah suruh setannya turun lah." ucap gembul.


"Ngomong aja lu mbul ayuk temenin gw naik." ucap bayu penasaran.


Mereka naik ke lantai 2 dan tidak ada hal yang mencurigakan tapi bagi gembul karena bayu melihat anak kecil seperti tutul sedang lompat lompat di atas kasur. Kamar yang di maksud adalah kamar yang awalnya buat joni dan gembul tapi nggak jadi. "Sialan anak kecil itu berulah. Hey bisa diem nggak?" ucap bayu dalam hati mengajak anak kecil itu ngomong tapi anak kecil itu tetap lompat lompat sambil geleng geleng kepala lalu tiba tiba tersenyum mengerikan. Bayu jadi merinding hebat dan lari turun ke lantai 1.


"Eh kampret ngapa sih lu tiba tiba lari?" ucap gembul saat tiba di ruang tamu. Bayu mau jawab jujur tapi manti mereka takut dan nggak nyaman tinggal di sini dan minta ganti villa otomatis keluar uang lagi, Akhirnya bayu berbohong.


"Anu tadi ada kecoak di kakiku terus aku kaget dan lari supaya kecoa itu pergi atau jatuh." ucap bayu.


"Asem kirain ada setan atau apaan." ucap gembul


"Jadi apa mbul yang ramai di atas?" tanya erlin.


"Nggak ada apa apa kok lin kayaknya tikus deh." jawab gembul.


"Ohh." Mereka lanjut ngobrol sampai siang.


Waktu sudah menunjukan pukul 12.00 tapi sinta dan yang lain belum pulang.


Waktu itu bayu sedang ngobrol tentang game sama gembul tapi erlin datang dan berkata.


"Yu mbul yang ngetuk kamar gw sama yeni kalian?" tanya erlin.


"Iya lin lu jangan ngada ngada deh." ucap gembul.


"Serius gw denger sendiri yeni pun juga denger. Iya kan? Loh yeni kemana?" erlin tiba tiba panik.


"Gimana sih lu? Lu keluar sendiri duh kayaknya lu halu deh." ucap gembul.


"Eh serius ini tadi yeni ikut aku keluar."


"Yaudah kita cari aja." bayu menengahi lalu masuk dan memeriksa setiap kamar di lantai bawah.


"Tukan kosong." ucap erlin.


"Ke lantai 2." ucap bayu.


Sampai di lantai atas ruangan yang kata pak kosim kosong dan terkunci sekarang terbuka.


"Yu bukannya ruangan ini kosong ya? Kok terbuka siapa yang masuk? Jangan jangan yeni di dalam?" ucap erlin ingin membuka pintu lebih lebar supaya bisa melihat siapa yang di dalam.


"Tunggu." Cegah bayu memegang tangan erlin.


"Ruang ini biasanya terkunci. Ini aneh kita seperti di giring supaya masuk ke dalam. Mbul panggil pak kosim sekarang! Sekalian bawa kuncinya." perintah bayu.


"Ogah gw takut." jawab gembul singkat.


"Ya udah lu di sini sendiri biar gw sama erlin yang panggil pak kosim.


"Itu sama aja lu ninggalin gw. Gw ikut lah."


"Nggak bisa harus ada yang jaga di sini. Masa iya erlin yang ke rumah pak kosim?"


"Iya deh gw panggil pak kosim." Akhirnya gembul mengalah.


Pintu ruang itu bergerak gerak tapi bukan karena tiupan angin tapi seperti di gerakan sesuatu.


Bayu memfokuskan mata ke dalam ruangan tapi gelap tak nampak apapun tapi bayu merasakan ada pergerakan di dalam sana. Setelah beberapa menit pak kosim dan anaknya datang.


"Kenapa mas? Soal ruangan ini? Yang buka saya mas tadi pagi dan saya lupa menguncinya lagi."


"Ohh begitu tapi saya ingin melihat ke dalam pak bisa di temani?"


"Baik mas saya nyalain dulu lampunya."


"Nggak usah pak cuma sebentar aja kok."


Saat pak kosim memegang handle pintu ada tangan seseorang memegang tangan pak kosim dan buru buru bayu menepis tangan itu lalu menarik pak kosim menjauh. Tiba tiba tertutup keras lalu terdengar suara kepanasan.


"Ahh panas panas ahhh sialan kau."


"Mas apa itu tadi? Rasanya dingin sekali."


"Yu itu suara perempuan?" tanya erlin.


"Hah suara apa mbak?" ternyata cuma bayu dan erlin yang dengar. "Sial niat liburan malah dapet villa horor" batin bayu.