
Skip sampai kamis malam.
Malam itu seperti malam berikutnya pasukan di istana tetap siaga. Wulan juga ikut berjaga sambil memikirkan ratu galuh yang belum juga kembali. Tepat tengah malam panglima kumbang dan 2 panglima datang menemui wulan.
"Tuan putri ratu sudah kembali." ucap mereka bersama.
"Dan ratu membawa bala bantuan alangkah baiknya kita menyambut mereka dengan baik." ucap panglima kumbang.
"Baiklah panglima atur saja bagaimana baiknya aku ingin menemui bunda ratu dulu."
Wulan keluar menemui ibunya dan wulan mengajaknya masuk bersama yang lain. Di dalam sudah terhidang banyak makanan di meja yang luas.
"Bagaimana kondisi istana saat bunda tidak ada lan?" tanya ratu galuh.
"Ada beberapa serangan tapi mampu di atasi pasukan kita yang di bantu para panglima."
"Kerja bagus sayang. Ohh iya perkenalkan mereka adalah bala bantuan yang akan membantu kita mengalahkan aliansi jin. Itu yang di depan bunda Sunan Fachrudin di sebelah kirinya Sultan Hasanuddin 2 nah sebelah kanan Raden rahmad putra sunan fachrudin, 5 orang di sebelah kiri sultan itu patih,panglima dan paling ujung itu Raden burhan putra sultan hasanuddin. Sunan dan lainnya perkenalkan ini putri keduaku." jelas ratu galuh panjang lebar.
"Salam kenal tuan tuan saya wulandari."
"Salam kenal juga. Wah ternyata putrimu cantik sepertimu waktu muda." ucap sultan.
"Ahh sultan bisa saja. Jangan ungkit lagi masa lalu." ucap ratu galuh sedikit tersipu malu.
"Ohh iya kalau wulan anak keduamu lalu anak pertamamu mana?" tanya sunan.
"Ohh iya wulan kakakmu kemana?"
"Kak nawang sedang beristirahat katanya capek nemenin wulan jaga semalaman." ucap wulan.
"Emang kakakmu ikut bantu bertarung dengan jin yang menyerang?"
"Enggak sih bun."
"Ratu lebih baik kita atur strategi untuk besok." usul sunan.
"Baiklah jadi rancanaku bala bantuan keluar saat pasukan musuh tinggal setengah." ucap ratu serius.
"Mengapa begitu? kau meragukan kemampuan kami untuk melawan mereka?" ucap sultan salah paham.
"Tenang lah sultan. Begini ratu alangkah baiknya kita maju bersama. Bukannya kalau kita bersama akan lebih kuat."
"Iya memang betul dan sama sekali tidak ada niat meremehkan kalian tapi saya masih belum tahu seberapa kuat musuh yang kita hadapi nanti. Takutnya musuh menyimpan kekuatan besar di saat kita semua sudah kehabisan tenaga."
"Mohon maaf menyela saya sependapat dengan ratu. Jika kita tidak punya serangan kedua bisa habis kita kalau musuh punya serangan cadangan." ucap patih.
"Oke aku ngerti baiklah kita coba besok." ucap sultan.
"Baik rencana sudah ada lebih baik kita istirahat dulu dan di lanjut besok saja." ucap sunan.
"Iya aku juga ada kepentingan."
"Mari saya antar ke depan."
Singkat cerita jum'ar pagi bayu berangkat ke sekolah karena hari ini penyerahan hadiah untuk pemenang lomba. Bayu berangkat bareng nafia karena nafia ingin masuk sekolah bareng bayu. Sampai di sekolah sepi karena beberapa kelas pemenang lomba saja yang masuk.
"Say keliling sekolahan yuk. Kapan lagi sekolah sepi kayak gini." ucap nafia.
"Hadeh belum tahu betapa seremnya sekolah ini kalau sepi. Tapi kalau nggak mau dia ngambek entar." ucap bayu dalam hati.
"Yaudah deh tapi nanti ya habis pembagian hadiah."
💬"Bayu bisa datang ke rumah sekarang" pesan dari pak ustad.
"Bentar fi ada SMS nih."
💬"Maaf pak saya masuk sekolah hari ini nanti pulang saya ke rumah bapak."
💬"Oke bapak tunggu maaf ganggu."
"Siapa say?"
"Dari pak ustad katanya ada acara nanti malem." ucap bayu bohong.
"Yah gk bisa ngobrol dong." ucap nafia.
"Besok kan berangkat bareng lagi sayang jangan cemberut gitu dong."
"Besok bareng papa aku berangkatnya say."
"Di sekolah kan ketemu. Udah aku masuk Aula dulu kamu ikut nggak?"
"Yaelah kan kelasmu juga masuk kenapa nggak ngumpul sama temenmu?"
"Males lagi mau deket kamu aja."
Akhirnya acara pemberian hadiah di mulai dengan nafia berada di barisan kelas bayu.
Temen bayu yang cowok tidak henti hentinya melirik nafia karena memang nafia cantik idaman banyak cowok.
"Yu cewek lu kok di mari?" tanya ucok.
"Iya dia ngikutin gw. Lu jangan macem macem ya!" ancam bayu ke ucok yang terkenal mata keranjang wkwk...
"Eitt santai yu gw emang suka cewek tapi kalo punya temen gw nggak berani. Tapi bening banget cewek lu."
"Nggak berani tapi mata jelalatan lu gw colok mata lu cok cok." ucap bayu menggertak.
Sedangkan nafia di belakang sedang ngobrol sama sinta dan sekar. Bayu merasa nafia akrab dengan 2 sahabatnya itu.
Selesai acara sesuai keinginan nafia bayu di ajak keliling sekolahan.
Suasana sepi membuat aura negatif meningkat 50%. Di beberapa titik bayu melihat beberapa makhluk halus mengamatinya tapi bayu tidak tahu itu sejenis jin atau bukan. Lantai bawah udah di lewati semua dan nafia mengajak bayu untuk naik ke lantai atas. Di lantai atas udara terasa tambah dingin dan bayu tahu ada sosok kakek di tikungan lorong yang pastinya bukan manusia. Sosok itu berjalan bungkuk menuju arah bayu berjalan. Nafia masih saja berkomentar tentang lantai atas ini. Bayu merasa takut dan ingin segera turun tapi bayu tak tega meninggalkan nafia kalaupun nafia di ajak turun pasti nggak mau jadi bayu hanya bisa diam menahan takut dan melirik ke sosok kakek itu yang semakin mendekat. Saat bepapasan tepatnya di samping bayu kakek itu berkata "*** jangan terlalu lama di sini! ini bukan tempatmu kembalilah". Bayu hanya mampu menganggukan kepala tanda mengiyakan. Setelah kakek itu lewat bayu melihat ke belakang tapi sosok kakek itu entah hilang ke mana. Bayu di tarik bayu ke depan kelas X akuntansi 1 lalu nafia menunjuk arah barat di sana ada gunung Wilis yang terlihat indah.
"Sayang aku pengen naik gunung itu kapan ya kita bisa ke sana?" ucap nafia dengan tatapan lurus ke depan.
Bayu teringat kalau bagas kan anak gunung pasti dia bisa di ajak naik gunung.
"Beneran kamu mau naik gunung? nanti kamu cape loh sayang." ucap bayu membuat nafia menatapnya.
"Kamu mau ngajak aku naik ke sana say? Aku mau banget." ucap nafia memeluk bayu.
Bayu yang melihat nafia begitu bahagia hany mampu menjawab "Iya tapi nunggu info dari bagas dulu ya."
"Emang kak bagas mau naik gunung juga?"
"Dulu pernah ngajak aku buat naik gunung tapi aku bilang nanti aja pas libur panjang nah minggu depan kan libur panjang tuh nanti pulang tak tanya dia." jelas bayu.
"Makasih sayang udah nurutin apa mauku."
"Tapi kamu harus minta ijin dulu ke orang tuamu sayang. Kalau nggak di kasih ijin ya batal."
"No no mereka nggak bisa menolak permintaanku sayang.😘" ucap nafia lalu mencium pipi bayu.
"Ihh nakal main cium cium aja. Lagi dong" goda bayu.
"Nanti lagi kalau udah naik gunung." ucap nafia lanjut menatap gunung yang tampak jelas itu. Bayu menatap nafia dan menatap gunung wilis lalu bayu merasa keindahan dunia sudah ada di depannya saat ini. Kecantikan nafia di padu dengan pemandangan alam di sertai angin sepoi sepoi berhembus menerpa mereka berdua sungguh sempurna.
5 menit lamanya mereka diam dan bayu melihat air mata keluar dari mata indah nafia.
"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya bayu.
"Aku bahagia banget hari ini say. Hari ini aku baru merasakan alam itu begitu indah coba kamu lihat langit siang ini begitu cerah begitu biru lalu lihat gunung wilis tampak gagah dan perkasa. Satu hal lagi yang membuatku meneteskan air mata bahagia yaitu aku menikmati itu semua bersama orang yang aku cintai."
"Memang selama ini belum pernah melihat alam yank?" tanya bayu.
"Belum aku selalu di rumah aja aku pikir itu yang terbaik tapi ternyata di luar jauh lebih indah ya."
Dalam hati bayu merasa kasihan yang membuat tekatnya mengajak nafia naik gunung membulat.
"Orang tuamu nggak pernah ngajak liburan gitu?"
"Mana sempat mereka mikirin itu di rumah aja jarang. baru tahun ini aja mama sering di rumah soalnya butiknya di kota harus di urus sendiri coba butik itu nggak ada pasti sama kayak papa yang di rumah sebulan cuma beberapa hari aja." curhat nafia ke bayu.
"Jadi ortumu sibuk ya fi emang kerjaan papamu apa sih?" tanya bayu kepo.
"Papahku pilot maskapai *****z*."
"Ohh pantes kalau mamamu?"
"Mamahku desainer model baju. Udah ahh yuk lanjut."
"Ehh lanjut kemana pulang aja yuk aku masih capek nih efek futsal." ajak bayu.
"Kan kemarin udah istirahat full di rumah say masa kurang."
"Udah ayuk turun dulu aku mau cari bagas nih. mau naik gunung nggak? kalau mau ayuk turun sekarang." ucap bayu sedikit memaksa karena di kelas ujung lorong bayu marasa ada sosok jahat di sana.
"Iya iya turun tapi naik gunung beneran ya."
"Iya bawel."