INDIGO & 7

INDIGO & 7
Lanjutan.



"Hey anak manusia berhenti!" ucap siluman monyet.


"Jadi kau dan bosmu itu yang berbuat ulah." Bugh bayu menendang sosok monyet itu dan terpental beberapa meter.


Setelah terpental jauh sosok itu menghilang dan terlihat sinta sedang di pegangi oleh bagas dan temannya menggre*e sinta. Bayu menerjang teman bagas sampai terpental dan bagas tidak terima temannya di serang balas menyerang bayu tapi bagas tidak pandai bertarung dan gaya bertarungnyapun acak adul alias bar bar ala preman kampung. Dengan teknik counter bayu berhasil melumpuhkan bagas. Setelah itu sinta yang ketakutan di bawa bayu ke motornya di motornya 3 teman bayu sudah di ikat oleh wulan dengan tali yang entah dari mana.


"Yu makasih banget udah nolong gw. Kalo nggak ada lu gw entah jadi apa sekarang." ucap sinta berterima kasih.


"Iya yu gw juga terima kasih tapi tahu darimana lu kalo gw lewat sini. Kan rumah lu nggak lewat sini yu." tanya sekar.


"Ya tadinya mau jalan jalan aja tapi dari jauh gw lihat lu di pegangin 3 cowok ya gw bantuin. Udah ayo kita pergi dari sini gw anter sampai desa sebelah." ucap bayu.


"Terus mereka gimana yu?"


"Kita laporin aja ke polisi yu." usul sekar.


"Kayaknya jangan deh. Kalau sampai mereka ke tangkep dan kita yang melaporkan pasti banyak orang mengira kita ini jelek."


Mereka pergi dari sana dan bayu mengantar sampai desa sebelah. Setelah mengantar sinta dan sekar bayu balik lewat jalan kota.


Sampai di rumah bayu masuk kamar cuci muka dan rebahan. Tiba tiba wulan ikut rebahan di samping bayu.


"Njir ngagetin gw terus. Tadi kenapa nggak bantuin sih?" tanya bayu.


"Capek gw habis perang kemaren lagi ngisi tenaga." alasan wulan.


"Terus terus kondisi erlin gimana sekarang?"


"Ohh iya hampir lupa. Gw di suruh bunda ratu buat manggil itu ustad ke istana nanti malam." ucap wulan.


"Mau ngapain? gw ikut juga ya."


"Boleh tapi bilangin ke dia sekarang ya." ucap wulan.


"Siap." bayu semangat.


Belum juga bayu keluar kamar pak ustad udah telpon duluan.


📞"Hallo pak assalamu'alaikum."


📞"Wallaikumsalam. Lagi sibuk gak yu?"


📞"Free sih pak ada apa?"


📞"Nanti malam bisa nggak ke rumah bapak? kalo bisa sekalian ijin ke orang tuamu buat nginep di rumah bapak."


📞"Baik pak bayu otw habis maghrib aja ya."


Singkat cerita sehabis VC dengan nafia bayu langsung sholat dan meluncur ke rumah pak ustad. Sebelum berangkat pastinya bayu sudah ijin ke ibunya.


Di jalan tepatnya lampu merah bayu melihat kecelakaan. Kecelakaan tersebut melibatkan pengendara motor dan sebuah truk. Kesalahan di lakukan pengendara motor karena menerobos lampu merah dan dari arah samping melaju truk. Akibat kecelakaan itu jalan menjadi macet. Beberapa menit bayu melihat pengendara motor yang sepertinya pingsan itu. Bayu melihat kalau sukma si pengendara keluar dari raganya. Karena tidak mau terlibat bayu segera belok ke kiri untuk mencari jalan lain saja. Setelah bayu belok bayu teringat kalau ke rumah pak ustad tidak bisa lewat sini tapi dia malas bertemu setan setan di perempatan tadi. Akhirnya bayu mampir ke sebuah warung nasi padang dan bayu makan dulu di sana. Sambil makan bayu di tanyai pemilik warung.


"Mas di perempatan sana ada apa ya?" tanya ibu ibu.


"Ohh ada kecelakaan bu motor lawan truk."


"Sudah ibu duga."


"Memangnya kenapa bu?" tanya bayu.


"2 hari yang lalu saat ibu pulang dari warung ibu lewat perempatan itu dan ada orang melempar bungkusan kembang setaman. Orang itu naik mobil warna hitam."


"Memang ada hubungannya ya bu dengan kecelakaan barusan?" tanya bayu lagi.


"Ibu sering lihat orang buang kembang tengah malam di perempatan itu mas dan 2 hari kemudian pasti ada kecelakaan dan mayoritas ada korban yang meninggal."


"Ohh jadi yang buang kembang itu mencari tumbal gitu ya bu?"


Setelah terhenti sejenak karena ada yang bayar dan ibu itu mencuci piring sebentar.


"Masnya kalau lewat situ hati ya! Di situ ada yang jaga." pesan ibu itu.


"Iya bu tapi saya sering lewat situ aman aman aja kok." bantah bayu.


"Ya namanya apes itu tidak terduga mas saya hanya mengingatkan. Bukan saya menyuruh mas takut sama setan penjaga perempatan itu."


"Iya bu makasih udah mengingatkan. Oh iya warung ibu jam segini lagi sepi atau emang seterusnya sepi?" tanya bayu udah selesai makan.


"Kan ibu setengah 6 baru buka mas jadi ya masih sepi tapi nanti kalau udah jam 8 ke atas rame banyak anak muda yang cangkrukan di depan."


Saat mereka ngobrol sekelebat bayu melihat seseorang berbaju putih lewat di dapur.


"Ohh jadi kalau malam rame ya bu. Biasanya tutup jam berapa bu?" tanya bayu.


"Rata rata tengah malem jam 12 atau jam 1 mas. Tergantung pembeli mas kalau masih rame ya tetep buka malah pernah sampai jam 4 pagi karena rame waktu hari raya kalau nggak salah."


"Ohh berarti hari raya ibu tetap jualan ya. Ini bu jadi berapa totalnya?" ucap bayu mengeluarkan dompet.


"Nasi padang 13k berserta lauknya. es tehnya 2k pas 15k mas. Iya mas ibu sudah nggak punya keluarga jadi ya tetap jualan walau hari raya kecuali ibu sakit itu baru tutup."


"Ini bu. Wah kalau gitu bisa jadi langganan di sini bu kalau malem malem laper hehe.."


"Iya mas sering sering kesini ya. Ini kembaliannya 5k. Makasih mas."


"Sama sama bu. Btw ibu di warung sama siapa?"


"Sama bapak mas."


"Ohh di belakang mungkin suaminya." ucap bayu dalam hati.


"Yaudah bu saya permisi dulu."


Saat keluar dari warung seorang bapak bapak berpapasan dengan bayu. Bapak itu menyapa bayu dan masuk ke dalam warung. Setelah bayu naik motor ternyata bapak tadi suami ibu pemilik warung berarti yang di dapur tadi siapa??


Tak mau berlama lama bayu segera gas ke rumah pak ustad tapi di perempatan tadi bayu melihat sukma korban kecelakaan tadi di tarik oleh 2 orang berkerudung hitam.


Bayu sudah tidak perduli dan lanjut jalan.


Sampai di rumah pak ustad bayu ngobrol dengan pak ustad. Pak ustad berencana datang ke istana krida kartika yang ada di dalam alas njalin. Pak ustad bermaksud membantu parsalinan erlin.


Bayu juga memberitahu kalau pak ustad di suruh datang ke istana kata wulan.


Skip jam 9 mereka otw ke alas njalin dengan menaiki motor bayu. Sampai di sana pak ustad ngomel ke bayu katanya naik motornya terlalu ngebut dan membahayakan nyawa. Pakaian pak ustad juga berantakan sedangkan bayu hanya nyengir sambil minta maaf.😁


Di tepi alas njalin wulan sudah menunggu mereka berdua.


"Ayo sudah di tunggu bunda." ucap wulan


"Iya ayo lewat mana nih?" ucap bayu tiba tiba membuat pak ustad kaget.


"Yu ngomong sama siapa? awas jangan ngomong sama setan jahat loh." peringat pak ustad ke bayu.


"Haha.. enggak ini bayu ngobrol sama wulan." ucap bayu tertawa kecil.


Wulan menampakan diri di depan pak ustad.


"Ayo pak jangan lama lama." ucap wulan ke pak ustad.


"Ehh tuan putri wulan." ucap pak ustad sungkan.


"Panggil aja wulan pak. Ayo ikuti langkah wulan jangan sampai tertinggal." wulan berjalan agak cepat di ikuti bayu dan pak ustad.