
Skip pulang sekolah bayu menunggu aris tapi kok nggak muncul muncul akhirnya di samperin ke kelasnya dan kosong. Batin bayu kemana nih anak kok nggak ada.
Bayu kembali ke tempat parkir siapa tahu aris udah nungguin ternyata masih nggak ada. Tiba tiba feeling bayu nggak enak dan sia memanggil wulan.
"Ada apa yu?" wulan.
"Temenku ilang lan dan aku merasa ada yang tidak beres. Tolong lacak aris ya."
"Hmm aris ya bentar." wulan mulai melacak.
"Ketemu aku nemu aura kuat di belakang sekolah ayo kita ke sana." ucap wulan.
Ternyata si bono sedang mencengkeram leher aris dan mengangkatnya ke atas tembok.
"Woi bocah tengik lepasin aris!" Bentak bayu.
"Hah lagi lagi elu si pengacau." bono menyerang bayu tapi bayu sigap menghindar dan balik menyerang.
Duar...Bola energi bayu mengenai tangan bono yang mencengkeram aris. Setelah tangannya kena serangan bono melepaskan aris.
"Kamu memang anak yang penuh kesesatan. Akan kubuat kau jadi abu sekarang."
Tapi sayang serangan wulan tidak mengenai bono yang memghilang.
"Kurang ajar dia sudah bersekutu dengan penghuni gudang.*
" Ris ris bangun ris lu gapapa?"
"Panas mas leherku auuuu...." ucap aris memegangi lehernya.
"Coba buka lehermu." ucap wulan.
Saat di buka leher aris seperti melepuh.
Wulan mengusap leher aris yang melepuh dan hasilnya leher aris udah normal lagi.
"Makasih ucap aris lemas."
"Ayuk ris kita pulang." ucap bayu membopong aris ke parkiran.
Tanpa banyak omong bayu langsung membonceng aris ke rumahnya. Sampai di rumah aris dia di rebahkan di kasur.
"Mas bayu nggak usah panik aku cuma shock aja tadi tiba tiba di seret." ucap aris.
"Di mana dia nyeret lu ris?" tanya bayu.
"Di bawah tangga mas aku mau belok tiba2 leherku di piting dan aku berontak tidak ada efeknya dia tetep nyeret aku sampai belakang."
"Wah sialan tuh bocah di diemin malah ngelunjak awas aja ketemu lagi." emosi bayu.
"Udah mas yang tenang api tidak akan padam jika di lawan dengan api. Kita harus tetap dingin seperti air untuk Memadamkan api itu." ucap aris bijak.
"Tadi dia ngomong apa pas lu di cekik ris?"
"Dia maksa aku buat ngikutin kemauan dia ya aku nggak mau karena dia sudah terkena hasutan setan."
"Terus dia ngancam aku kalau dia bakal bunuh aku karena aku indigo terlemah di sekolah ini." lanjut aris.
"Oh mau jadi jagoan tuh anak."
"Tadi waktu aku di seret aku juga sempet lihat indah baru turun dari tangga tapi dia cuek aja. Apa mereka berdua sekongkol ya mas?"
"Wah gawat nih kalau beneran." ucap bayu.
"Memangnya kenapa kalau mereka kerja sama mas?"
"Kata wulan indah itu punya kemampuan terasah dari kecil jadi kemampuannya di atas rata rata sedangkan bono lu lihat kan tadi dia bisa ngilang gitu aja yang berarti dia juga punya ilmu hasil bersekutu dengan jin ris."
"Bener juga mas terus kita harus bagaimana?" tanya aris.
"Tenang selama ada aku kalian tidak akan di kenapa kenapa." ucap wulan yang tiba tiba sudah ada di samping pintu rumah.
"Lu aja telat tadi." ucap bayu.
"Tadi gw lagi ada misi ini baru kelar."
"Namaku wulan kamu masih ingat ternyata."
"Jin cantik apanya jin tengil yang ada." ucap bayu.
Wulan mencubit lengan bayu.
"Waduhhh gak orang gak jin kalau cewek suka nyubit ris ati ati2." ucap bayu memegangi tangannya yang gosong.
"Mas bayu sih. Jin wulan makasih udah bantuin aku tadi." ucap aris.
"Iya sama sama. Panggil aja aku wulan nggak perlu di kasih embel embel jin Oke."
"Siap Ji...Lan. Btw kamu itu.."
"Iya aku jagain bayu tapi aku bukan peliharaannya dia." ucap wulan memotong.
"Ohh gitu. Hebat ya mas bayu di jagain jin secantik wulan."
"Ahh biasa aja. Kamu di rumah aja ya jangan kemana mana." ucap bayu.
"Tapi mas jam 4 aku ke warung."
"Nggak boleh kamu di rumah aja. Biar mas yang ijin ke anggar."
"Itu orangnya di depan bentar lagi sampai." ucap wulan lalu menghilang.
"Assalamu'alaikum." ucap anggar bayu sangat hafal.
"Waalaikumsalam." jawab bayu dan aris.
"Loh yu ada di sini juga? kamu kenal sama aris?" tanya anggar menyalami bayu.
"Iya kenal karena dulu aris pernah gw tabrak."
"Ohh gitu. Aris kok tiduran lagi sakit?" tanya anggar.
"Aris demam kayaknya dia nggak bisa masuk kerja dia." ucap bayu.
"Ya allah kamu istirahat aja ya di rumah. Bentar ya mas keluar dulu."
Setelah beberapa menit anggar kembali dan membawa sebuah sepeda yang harganya pasti jutaan.
"Tara.. ini sepeda buat aris supaya kalau kemana mana gak susah. Kalau aris udah punya sim nanti mas beliin motor ok." ucap anggar.
"Ya Allah mas anggar baik banget. Aris gak mau motor mas. Sepeda ini aja aris udah seneng banget. Semoga Allah membalas semua kebaikan mas."
"Amin amin. Yu kita ke depan yuk ngobrol2"
"Siap."
"Kebetulan lu kenal aris. Bentar lagi gw kan ke Aus gw titip aris ya. Semua yang di butuhin aris hubungin gw ya yu. Gw lihat potensi sia bagus kedepannya jadi gw harap aris bisa jadi orang sukses kedepannya." ucap anggar.
"Itu semua aman tapi gw mau tanya dulu nih. Lu kok peduli banget sama aris kenapa?"
"Pertama dia anak yatim piatu yu gw udah cari cari info dan ternyata ortu aris memang udah meninggal dan aris titipin di panti asuhan."
"Kedua karena gw kasihan lihat anak yang berbakat tapi putus sekolah dan ngamen di jalan. Dan yang terakhir aris tipe anak yang jujur. Waktu itu gw lihat aris di perempatan ya udah gw minggir terus panggil si aris buat beliin gw aqua 1 botol tapi uang gw 100k. Ternyata kembaliannya pas tidak berkurang sepeserpun pas aku kasih kembaliannya ke dia katanya dia bantu dengan ikhlas dan pergi lanjut ngamen. Waktu itu gw juga lihat uang yang di bawa aris itu banyak dan ada preman memalaknya tapi dia kekeh nggak mau ngasih. Gw bantu aris dengan ngasih uang ke pemalak aris dan disitulah gw kenal aris." cerita anggar.
"Oke gw bakal jagain aris seperti gw jagain adek gw sendiri." ucap bayu.
"Sip gw mau balik dulu ya."
"Buru buru amat?"
"Iya nih hari ini gw mau ambil Paspor. Ris mas balik dulu ada urusan kamu lekas sembuh ya. Dan ini gaji kamu selama seminggu. Kalau sakit jangan maksain kerja ya."
"Iya mas makasih dan hati hati di jalan." ucap aris.
"Iya ris sama sama. Ayo yu gw duluan Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam"