
Setelah tahu dirinya sudah di tunggu kehadirannya maka wulan segera melesat menemui 2 raksasa itu.
"Putri wulandari sudah tiba di sini. Pasti ada perlu dengan ratu galuh ya." ucap raksasa botak.
"Tapi putri wulan harus menghadapi kami dulu sebelum menemui ratu. Ayo serang kami!" tantang raksasa berambut gimbal.
"Mohon maaf telah mengganggu kalian berdua. Aku tidak berniat melawan kalian aku hanya ingin menemui bunda ratu saja setelah itu aku akan pergi."
"Tidak semudah itu putri. Kami tahu kau sudah membuat adik lami Arga Tirta kencana kuwalahan."
"Maka kami ingin menjajal ilmu yang kamu punya. Cepat serang kami atau kamu yang akan penyet terinjak hahaha...."
Merasa di ledek wulan mengepalkan tanganya dan bum pukulan kuat mendarat di pipi kanan raksasa botak tapi wulan malah terpental sendiri. Pukulan wulan tidak berefek ke raksasa botak itu.
"Untuk seorang putri pukulan cukup berasa di kulitku tapi itu tidak akan membuatku kalah." ucap raksasa botak.
Wulan sekarang menyerang raksasa gimbal tapi baru saja lesatan wulan sampai tengah kalan sapuan tangan raksasa gimbal mengenai wulan dan otomatis wulan terpental ke arah pepohonan dan 2 pohon roboh akibat terhantam tubuh wulan. Wulan terkejut dengan kejadian tadi.
'Sial mereka bisa melihat gerakanku. Atau hanya kebetulan saja.' batin wulan sambil berdiri lagi.
Wulan mengeluarkan pedangnya tapi terhenti setengah karena kata siluman tadi raksasa itu kebal senjata dan ilmu kesaktian. Wulan berpikir sejenak dan itu di manfaatkan untuk 2 raksasa itu menyerang wulan dengan pukulan. Wulan menemukan ide yaitu wulan akan menyerang titik terlemah raksasa itu. Tapi sayang setelah ide itu muncul wulan harus bergerak secepat kilat untuk menghindari pukulan 2 raksasa itu. Hampir saja wulan di buat penyet jika kena pukulan tadi. Memang gerakan mereka lambat tapi efeknya sangat berbahaya.
......................
Bayu berangkat sekolah dengan hati tidak tenang. Pertama hadirnya wulan kedua banyak makhluk yang mengincar matanya. Akibat hati yang gundah fokus bayu menyetir jadi buyar akhirnya bayu hampir saja menyerempet nenek nenek yang sedang menyebrang bersama cucunya. Untung bayu reflek rem dengan kuat jadi nenek itu tidak tersentuh motor bayu tapi ya itu cucunya marah2. Karena bayu tidak ingin berdebat ia lanjut gas motornya meunuju ke sekolah. Ulangan hari itu di lalui bayu dengan tidak fokus untung mapelnya olahraga dan seni budaya yang pastinya bayu bisa tanpa belajar. Hari itu juga nafia dengan perhatian bertanya tentang kondisi bayu yang sering melamun di ajak ngobrol tidak menyahut dan bayu malah mengacuhkannya. Tindakan bayu sebenarnya salah karena nafia tidak tahu apa apa dan bayu punya hati untuk nafia. Tapi saat pulang nafia tiba tiba menampar bayu dan bayu sadar sesuatu. Ya bayu berlebihan memikirkan hal tadi pagi. Mungkin memang berat baginya mengetahui itu di tambah sekarang dan hari itu bayu sudah 100% bisa melihat semua makhluk halus yamg ada di sekitarnya. Di jalan,Di kelas dan sekolah bayu sudah melihat dan mereka sepertinya tidak suka di lihat oleh bayu.
Di atas adalah tata letak SMK Putra Bangsa. Kelas bayu xl Pemasaran 2
"Kak sadar kak! Mau pulang dengan pikiran kosong gitu? bahaya mending jalan kaki aja. " ucap nafia lalu mencabut kontak motor bayu.
"Iya2 aku tahu aku salah. Sini kontak aku."
"Ceritain dulu ada apa! Aku tunggu di taman ya." ucap nafia berlari ke taman sekolah.