INDIGO & 7

INDIGO & 7
Penghuni sekolah barat dan timur.



Setelah anggar pergi aris melihat isi amplopnya ternyata isinya 1 juta padahal gaji aris seharinya cuma 50k.


"Wah kok banyak banget." ucap aris.


"Emang gajimu berapa sih ris?"


"Cuma 50k mas lah ini 1 juta. Apa mas anggar salah hitung ya."


"Ya udah kamu simpen aja dulu nanti tak tanyain anggar."


"Iya mas."


"Besok bareng gw aja ris. resiko kalau lu naik sepeda soalnya bono mengicarmu."


"Iya mas aku juga mikirnya gitu."


Setelah itu bayu pulang dan aris istirahat.


Kamis pagi seperti biasa bayu bareng aris lagi dan berharap hari ini tidak ada kejadian seperti kemarin. Hari ini bayu juga meminta wulan supaya menjaga aris tapi wulan malah menyuruh pasukan istana untuk jagain aris dan wulan ngintilin bayu kemana mana.


"Tumben lu gk ngilang kemana gitu." tanya bayu.


"Gw nggak ada tugas jadi gw full jagain lu aja sambil memantau keberadaan bocah sialan itu."


Tapi hari itu tidak ada kejadian apa apa dan bayu pulang bersama aris dengan tenang.


Hari jum'at mereka berangkat bersama lagi tapi saat di parkiran bayu dan aris sama sama merasakan aura panas tanda pertempuran sedang terjadi. Bayu dan aris buru buru menaruh tas di dalam kelas masing2 lalu mereka menuju belakang gedung benar dugaan mereka bono bertarung melawan siluman kera berbulu merah dan kuntilanak merah. Bono juga tidak sendiri dia di temani 2 genderuwo yang besar dengan kuku tajamnya.


Tiba tiba.


"Ini bukan urusan kalian kalau mau selamat pergilah dan jangan ganggu mereka?" Tiba tiba indah di belakang mereka.


"Kamu berada di pihak bono ya?" tanya bayu TTP.


"Hah bersekutu dengan anak siluman itu? Sorry ya gw tak serendah itu." ucap indah pergi kembali ke depan.


"Gimana nih kita bantuin gk ris?"


"Emang mas bisa? Salah salah malah mereka nyerang kita karena ikut campur urusan mereka benar juga ucapan indah tadi mas."


"Ya udah kalau gitu."


Mereka ke kelas dan lanjut belajar. Pukul 10 semuanya kembali ke kelas dan muncul suara jeritan melengking yang di dengar oleh semua penghuni sekolah. Asal suara dari belakang sekolah tapi karena tidak ada rupa ya udah semua lanjut belajar. Tepat pukul 1 semua siswa siswi di kumpulkan ternyata guru akan segera rapat jadi mereka boleh pulang.


Di siang hari yang panasnya minta ampun mereka di pulangkan.


Saat bayu menunggu di parkiran pak arif datang dan mengajak bayu ke gasebo dulu.


"Jadi begini bapak mau minta tolong."


"Minta tolong apa pak?"


"Kamu tahu kan tadi pagi pertempuran penghuni sekolah bagian selatan bertarung dengan penghuni timur dan barat sekolah? Bapak ingin kamu mendamaikan ketiganya supaya tidak saling serang. Bapak tadi siang mendengar penghuni bagian barat akan menyerang bagian selatan dengan pasukannya begitu juga penghuni timur yang katanya ingin menguasai selatan dan barat."


"Waduh pak bayu mana mungkin bisa mendamaikan 3 kelompok jin? Bayu tidak punya ilmu sebesar itu." ucap bayu.


"Tapi bapak merasakan aura kuat di sekitarmu walau tidak setiap waktu. Bapak kira kamu punya jin pendamping yang kuat. Baiklah kalau kamu tidak mampu bapak permisi dulu Assalamu'alaikum."


"Apa yang di maksud pak arif itu si wulan ya." batin bayu.


Aris sampai mereka langsung pulang karena aris mau kerja.


Kita skip agak jauh karena setelah pertempuran itu bono tidak lagi muncul dan sekolah juga aman. 3 minggu telah berlalu dan besok anggar akan berangkat ke Australia. Bayu,aris dan miko di undang di sebuah acara perpisahan kata anggar. Malam itu di sebuah resto yang lumayan terkenal anggar memboking resto itu full jadi yang bisa masuk cuma orang2 yang punya undangan dari anggar.


Malam itu tidak banyak yang hadir cuma beberapa teman SMA anggar,Teman bisnis,Karyawan bakso dan beberapa rekan bisnis papahnya. Btw malam itu juga anggar mengenalkan seorang cewek bule sebagai pacarnya.


"Kenalin ini cewek gw namanya Nathalia. Dia berkebangsaan australia tapi dia tinggal di kota ini juga." ucap anggar di awal acara.


"Btw bayu juga mengajak nafia karena malem ini yang punya undangan bebas bawa siapapun. Miko juga bawa cewek tapi ngakunya cuma temen deket. Ternyata temen deket miko ini juga kenal nafia akhirnya mereka berdua ngobrol sendiri. Saat nafia dan zahra sibuk miko dan bayu menemui anggar.


" Weh bro gk nyangka hari ini lu bakal kuliah di luar negeri. Gw bakal kangen banget sama lu." ucap bayu.


"Pasti dong. Kalau kangen hubungin aja nomer ini ****. nih buat lu juga mik siapa tahu lu butuh."


"Butuh gak butuh tetep gw chat nanti mas. Semoga kuliahnya lancar sampai wisuda ya mas di sana biar cepet pulang."


"Hehe... sorry belum cerita sebenernya gw udah gk balik ke indo soalnya bokap udah beliin apartemen buat gw. Tapi demi kalian sebelum wisuda gw pastiin pulang ke indo buat ngajak kalian ke Australia lihat gw wisuda. Oke tos dulu kita."


mereka bertiga tos kayak anak kecil.


"Bener kata orang bijak tak kenal maka tak sayang setelah kenal rasanya sulit menerima perpisahan." ucap bayu.


"Bener banget bro. Gw dulu pernah usir lu sama temen lu itu. Tapi gw gak bakal lupa dengan lu bro. Tanpa lu dateng waktu itu mungkin setelahnya gw akan gantung diri dan nggak akan ada anggar yang akan kuliah di australia.Makasih banget yu lu udah baik sama gw." ucap anggar sambil memeluk bayu dengan mata berlinang air mata.


"Sama2 nggar gw juga seneng lihat lu akan jadi orang sukses kedepannya. Tapi gw merasa kehilangan aja lu pergi. Kayak gw kehilangan sahabat baik gw." jawab bayu juga ikut bersedih.


"Pelukan ajak gw juga dong mas masku." ucap miko ikut berpelukan."


"Malam ini gw punya pesen buat kalian berdua. Pertama buat lu yu, Gw titip aris sama lu dan sesuai omongan gw waktu di rumah aris waktu itu. Ini ATM isinya gk banyak atas nama aris lu yang pegang. Jadi kalau aris butuh apa2 gw TF ke rekening atm ini. Jagain dia seperti adik lu sendiri ya. Kedua miko gw pesen ke lu buat rawat pak anton sampai hari tua ya. Gw tahu dia gk punya istri dan keluarga satu satunya ya ayahmu itu. Pastinya setelah keluar dari sel sulit baginya untuk cari kerja maka dari itu gw minta lu buat urus salah satu warung bakso gw."


"Siap ndan" jawab bayu hormat.


"Iya mas om anton bakal miko rawat lagian om anton juga dulu baik banget sama miko mana tega miko biarin om anton hidup sebatang kara." jawab miko.


"Bagus gw percaya kepada kalian. Ohh iya aris mana gw ada hadian nih buat dia." ucap anggar.


"Bentar gw cari dulu." ucap bayu.


Ternyata aris sedang asik makan sate di depan.


"Ris di cariin mas anggar tuh!"


"Iaaa maa bntaa" jawab aris gk jelas.


"Di telen sulu baru ngomong"


"Iya mas bentar." jawab aris lagi.


Setelah cuci tangan mereka masuk dan anggar memberikan hadiah HP buat aris. Pasti udah ada yang nebak aris nggak mau. Tebakan itu benar aris menolak tapi anggar membujuknya supaya menerima dengan alasan HP itu untuk komunikasi kalau aris kangen anggar.


Setelah acara mereka pulang tapi bayu,aris dan miko sudah di pesan untuk mengantar anggar ke bandara besok yang kebetulan hari minggu.