
Di dalam kamar berisi kasur luas dan tentunya empuk. Kamar mandi yang berkelas. Sofa berjajar dan tak lupa meja kecil untuk bersantai.
"Wah kasurnya nggak muat nih mbul lu tidur di mana?" ucap bagas.
"Gw di tengah lah terus kalian berdua di samping gw." ucap gembul PD dengan idenya.
Akhirnya debat nggak penting terjadi.
"Oke oke gw yang tidur di sofa." ucap bayu.
"Terus kita berdua tersiksa di kasur sama babi 1 ini? Ya enggak lah." ucap joni.
"Anjing lu bilang apa gw babi?" ucap gembul emosi.
"Kenapa lu ngaca badan lu segede gajah."
"Udah udah mending kita minta kasur tambahan aja jon. Atau kita ke kamar cewek cewek gw telpon rahma dulu ahh." ucap bagas pura pura menelepon rahma.
"Wah enak lu berdua dong ya udah gw ngalah. Gw yang nebeng ke kamar cewek cewek aja."
Misi sukses gembul keluar kamar dan mengetuk kamar sebelahnya sedangkan joni dan bagas udah memboking kasur supaya tidak di isi gembul.
"Yu tidur sini aja pas kok bertiga daripada gembul yang nempatin" Bayu pun mengikuti ucapan bagas.
"Ngapain lu mbul ganggu aja." ucap arum dengan wajah penuh krim malam.
"Njir lu siapa kok kayak setan gitu." ucap gembul yg kaget.
"Eh kampret gw arum. Jawab apa tujuan lu ke sini." ucap arum dengan galaknya.
"Kalem napa. Gw numpang dong di kamar gw nggak muat kasurnya." ucap gembul memelas.
"Nggak nggak lu ngapain tidur segala kan di mobil lu udah tidur tadi." brak pintu si tutup dengan kasar oleh arum.
"Wnjir Arum emang galak bener deh." Gembul berjalan ke kamar sebelahnya.
"Semoga yang bukain yeni." batin gembul.
Dan benar saja do'a gembul terkabul yeni yang membuka pintunya.
"Apa qpa mbul?"
"Kamar gw kasurnya nggak muat berempat boleh numpang nggak siapa tahu di sini ada kasur lebih."
"Nggak ada mbul lu jangan aneh aneh deh lu balik apa gw pukul?" ucap rahma tiba tiba keluar sambil membawa tongkat cricket.
Gembul tanpa banyak omong langsung kembali ke kamarnya.
"Sial sial yang buka yeni kok rahma keluar bawa tongkat itu." batin gembul.
Saat sudah di dalam kamar kasur sudah penuh oleh 3 orang temannya itu akhirnya gembul pasrah tidur di lantai berkarpet karena sofa nggak muat untuk gembul tidur. Baru saja memejamkan mata gembul punya ide cemerlang. Yup dia berencana menyatukan 2 sofa dan berhasil sofa sudah bertambah luas dan dia bisa tidur di situ.
Menjelang pagi bayu kurang lebih pukul 4 bayu di bangunkan wulan.
"Bangun udah pagi!" ucap suara wulan jelas banget di telinga bayu. Bayu pun perlahan terbangun dan mengerjapkan mata melihat sekeliling ternyata sepi belum ada yang bangun. Akhirnya bayu ke Kamar mandi untuk cuci muka lalu duduk di kasur lalu memikirkan siapa yang membangunkan dia barusan. Bayu ingat dan hafal banget kalau tadi suara wulan. Saat bayu melamun bahu bayu di pegang oleh bagas.
"Jam berapa yu? Huaaaa" bagas menguap.
"Jam 4.15 gas." jawab bayu.
"Ya udah kalau mau sholat subuh bangunin gw yak." ucap bagas yang kembali merebahkan tubuhnya.
"Oke."
Karena bayu sudah tidak bisa tidur lagi jadi dia mengeluarkan HPnya ternyata chatnya semalam belum di balas oleh nafia. Jangan kan di balas di baca aja belum. Batin bayu merasa tidak enak karena tumben banget nafia off lama banget. Terakhir di lihat nafia yaitu senin pagi jam 12. Pikiran pikiran buruk mulai menyelimuti bayu rasanya dia ingin tahu kondisi nafia saat ini. Bayu keluar untuk ya sekedar menghirup udara di pagi hari ini. Perjalanan turun melalui lift bayu tidak sendiri melainkan di temani sosok pocong di sudut lift. Bayu yang merasa pocong itu diam tak mengganggu ya sudah tidak di anggap olehnya.
"Hey masih pagi kok melamun aja." ucap cewek itu sambil tersenyum ke arah bayu.
"Ah biasa mbak kepikiran sesuatu."
"Ada masalah ya? Masalah apa? mungkin bisa di ceritain hehe... maaf aku orang baru seharusnya nggak ngomong gini ya." ucapnya marasa malu.
"Enggak masalah mbak. Aku ceritain sedikit ya mbak."
"Iya iya." jawab cewek itu antusias.
"Aku sedang liburan mbak tujuanku ke puncak untuk mengisi waktu luang libur sekolah."
"Oh kamu masih sekolah aku kira udah umur 20an. Maaf postur dan wajahmu menggambarkan cowok yang udah dewasa. Lanjut lanjut." Sela cewek itu kaget.
"Hehe aku masih kecil mbak. Entah lah mbak liburan ini kok rasanya hampa tidak semenyenangkan khayalan ku. Aku merasa ada yang kurang di liburan ini."
"Sebentar kamu liburan sama siapa aja?"
"Sama teman temanku 1 geng mbak. Mereka udah jadi sahabat hampir 3 tahun ini bahkan yang 2 udah 6 tahun jadi sahabat dan yang satunya malah teman dari kecil yang sudah ku anggap seperti saudara."
"Jadi rame dong kayaknya harusnya kamu senang tapi kok kamu malah merasa kurang. Ah mungkin kamu meninggalkan pacarmu ya di sana(malang). Betul kan kamu udah punya cewek." Tebaknya.
"Iya mbak aku udah punya cewek dan memang dia nggak ikut. Rencana mau aku ajak tapi kok nggak enak sama yang lain karena yang lain nggak bawa pasangan."
"Itu udah bener dek. Oh iya kenalin Aku Yulia asli kota semarang ini. Aku kuliah di Unnes semester 5. Asik ngobrol sampai lupa kenalan. Oke sebenernya keputusanmu udah tepat karena kalaupun pacarmu ikut kalau kamu bingung membagi waktu bersama teman atau dia malah dia merasa di abaikan di cuekin."
"Gitu ya mbak."
"Iya dek. Udah lah sabar nanti pulang kan juga bisa bersama lagian bisa telpon kalau kangen atau VC."
"Iya mbk betul. Tapi cewek q dari kemarin belum on mbak. Itu juga sebabnya aku jadi khawatir."
"Oh gitu mungkin dia lagi sibuk jadi nggak sempat pegang Hp. Bisa aja kan udah jangan berpikir negatif yang positif positif aja."
"Iya mbak makasih masukannya." ucap bayu.
"Sama sama. Makasih udah nemenin aku ngobrol sekarang udah jam 5 aku mau balik dulu."
"Iya mbak silahkan." Cewek itu beranjak berdiri.
"Oh iya namamu siapa?"
"Bayu mbak."
"Bayu oke see you next time ya."
"Siap mbak."
Cewek itu sudah masuk kembali ke hotel dan bayu mengikutinya masuk tapi di dalam bayu tak melihat batang hidungnya si yulia tadi. Sampai kamar bayu melihat bagas yang udah sholat duluan. Alhasil bayu wudhu dulu lalu menunggu bagas selesai sholat. Saat bayu menunggu joni dan gembul baru bangun.
"Eh udah pagi ya. Tapi kok masih gelap?" tanya gembul.
"Jam 5 lebih mbul. Lu sholat nggak?" tanya bayu.
"Nggak dulu deh lagi halangan hehe..."
"Halangan matalu."
"Haha... Badan gw sakit nih tidur di sofa." Alesan gembul.
Selesai sholat bayu dan yang lain langsung keluar dari hotel untuk sarapan. Kenapa nggak di resto kayak kemarin malam? Yang mau bayarin siapa? Bayangin di warung nasi goreng cuma 10k sedangkan di resto bisa 25k dengar porsi yang sedikit jelas rugi banget sih.