
Skip sampai hari senin malam.
Malam itu bayu bersama aris merek berdua akan menunggu si kunti untuk muncul. Tepat pukul 6 ya setelah maghrib si kunti keluar dengan tergesa gesa. Bayu memberi kode dan si kunti mendekat.
"Ayo ikut aku di sini nggak aman." ucapnya.
Bayu langsung naik ke motornya di ikuti aris.
"Mau kemana kita mas?" tanya aris.
"Itu ngikutin si kunti." jawab bayu.
Itu kunti bener bener sialan lampu merah di terobos sedangkan bayu jelas nggak berani.
"Tuh lihat dia ngibrit sendiri." ucap bayu kesal.
"Udah biarin aja nanti juga balik kalau nggak balik ya kita pulang aja." jawab aris santai.
Motor bayu kembali jalan ternyata benar si kunti udah menunggu di sebuah pertigaan memberi kode untuk belok kanan. Setelah belok si kunti menunjuk sebuah rumah kosong. Bayu berhenti di depan pekarangan dan aneh pagar yang tertutup terbuka sendiri.
"Njir kayak di film film ris pagarnya kebuka sendiri."
"Iya mas jadi serem."
"Masuk nggak nih? Takutnya kita di kira mau maling soalnya rumahnya sepi gini."
"Kalian masuk aja ini dulu rumahnya pak hadi pemilik rumah makan itu. Tapi rumah ini masih menyimpan jasadku jadi kalian cari di dalam." ucap si kunti.
"Jeladkan dulu asal usul lu jadi kunti baru kita cari jasad lu." ucap bayu.
"Baiklah." si kunti memegang pundak bayu dan aris lalu pandangan mereka gelap.
Setelah gelap beberapa saat mulai terlihat pandangan masa lalu. Tampak seorang gadis cantik dengan semangat mengantar pesanan ke pelanggan. Gambar kedua tampak si gadis sedang di beri hadiah oleh seorang laki laki yaitu pak hadi. Gambar ke 3 ada seorang gadis yang tidur di kamarnya. Selanjutnya gambar itu bergerak seperti video. Saat gadis itu tidur seorang bertopeng masuk ke kamarnya. Si gadis di perkaos tapi anehnya setelah mereka selesai seorang wanita masuk membawa mangkok dan meletakkan di bawah kelamin si gadis dan meneteslah lendir itu ke dalam mangkok bercampur darah. Setelah lendir habis tidak menetes si pria membuka topeng ternyata dia adalah pak hadi. Obrolan tidak terdengar terjadi tapi bayu mengekspresikan kalau pak hadi mengancam si gadis. Video berhenti lalu muncul gambar gambar selanjutnya yang memperlihatkan si gadis tengah di ambil lendirnya oleh si pria. Setelah di akhir kembali gelap dan mereka membuka mata.
"Ohh jadi seperti itu ya pesugihan lendir. Terus lu mati karena kehabis lendir atau gimana?" tanya bayu konyol.
Aris menyenggol lengan bayu mengode kalau pertanyaan bayu tadi salah.
"Setelah 5 bulan dari kejadian itu aku hamil dan mereka ingin menggugurkan janin di perutku. Mereka membawaku paksa ke dukun bayi lalu janinku di gugurkan. Setelahnya aku di antar pulang dan mereka berpesan aku tidak boleh hamil lagi. Itu sungguh gila aku tidak mau menjalani kehidupanku lagi aku ingin mengakhiri semua dengan gantung diri. Tapi sayang itu piliham yang amat kusesali bukannya bebas malah jiwaku tidak di terima di alam barzah dan tertangkap untuk di jadikan budak di rumah makan itu." cerita si kunti.
"Ohh jadi seperti itu. Memang benar caramu tadi salah tapi menyesal sekarang juga tidak berguna. Lalu apa setelah kami menemukan jasadmu jiwamu bisa tenang?" tanya bayu.
"Tentu walau belum bisa ke alam berzah setidaknya aku bebas tidak si jadikan budak." ucap si kunti.
"Lalu kau bebas terus mau jadi kunti gitu? terus nakut2in orang gitu? Ogah gw nolong sama aja nyelesaiin masalah dengan masalah baru."
"Tidak maksudku bebas itu aku akan tinggal di alam para makhluk halus bukan di alam manusia."
"Hmm baiklah kalau begitu ayo ris kita cari." ajak bayu.
"Sebentar mas. Kamu meninggal udah berapa lama?" tanya aris.
"Buset udah lama juga. Terus kita cari apaan? sudah pasti tulang2mu juga udah hilang."
"Ada 1 tulang yang yang di simpan pak hadi. Tulang itu di jadikan media untuk mengikatku."
"Lalu apa mereka yang terjebak bersamamu.juga sama denganmu?" tanya bayu.
"Tidak mereka korban tipu daya jin. Mereka tergiur dengan harta melimpah sampai mau menyetorkan lendir mereka supaya jadi kaya padahal kekayaan hanya sementara dan selanjutnya mereka sendiri yang jadi tumbal."
"Jadi mereka tidak bisa di tolong karena mereka sudah punya kesepakatan dengan jin. Oke ayo ris kita cari." ucap bayu.
Bayu masuk ke dalam rumah kosong itu lewat belakang. bermodal senter HP mereka berpencar ke kamar kamar kamar dan ruangan untuk menemukan media pesugihan itu. Setelah lama mencari mereka tidak menemukan apa apa.
"Heh kunti di mana media itu? Udah kita cari tapi nggak ada."
"Aku juga nggak tahu tapi aku merasakan media itu ada di rumah ini."
"Waduh kalau cuma cluenya seperti itu susah juga nyarinya." ucap bayu.
"Mas mas aku lihat sesuatu di bawah Meja panjang itu." ucap aris tiba tiba.
"Apa itu medianya? Ayo ris kita cari alat buat gali." Ajak bayu buru buru karena jam sudah menunjukan pukul 8 malam dan besok mereka juga sekolah.
Setelah berkeliling bayu menemukan linggis.
"Kita pakai linggis ini aja ris!"
Mereka segera menggalinya dan mereka berhasil menemukan suatu bungkusan kain putih seperti kain mori.
"Itu mas kayaknya coba lihat."
Bayu akan membuka bungkusan itu tapi belum juga terbuka tiba tiba nawang muncul dan merebut bungkusan itu dan melemparnya menjauh. akibat terjangan nawang bayu jadi terjatuh dan akan marah ke nawang tapi nawang justru memarahi bayu terlebih dahulu.
"Bodoh apa yang mau kau lakukan. Kalian itu di jebak oleh jin sialan itu. Jika bungkusan tadi terbuka jiwa kalian akan terhisap ke dalamnya dan raga kalian akan membusuk."
Bayu dan aris kaget terutama bayu yang baru kali ini melihat nawang begitu marah.
"Dasar jin kurang ajar. Beraninya kau mengganggu rencanaku." Si kunti tadi berubah jadi kunti merah yang menyeramkan.
"Kau yang licik sini aku binasakan. Kalian cepat pergi dari rumah ini." ucap nawang lalu menyerang kunti merah itu.
Bayu dan aris segera keluar dari pintu belakang keluar menuju gerbang tapi sayang sosok yang dulu pernah datang ke rumah bayi mencegatnya sosok medon tiba2 muncul dan menyerang bayu dengan semburannya.
"Ris bahaya kita mencar gw akan alihkan perhatiannya lu buka gerbang nanti gw susul."
Tanpa banyak omong aris berlari ke kiri dan bayu berlari ke kanan sambil menyerang si medon dengan serangan jarak jauh. Beberapa pukulan bayu arahkan ke medon itu tapi tidak berefek apa apa.
"Serangan lemah seperti itu tidak mempan kepadaku. Ayo ikut dengangku atau ragamu akan hancur bersama jiwamu." sesumbar si medon.
"Kau terikat mana mungkin bisa mengejarku!" ucap bayu membuat si medon marah dan merasa di remehkan. Ternyata si medon bisa menghilang dan muncul tiba2 di depan bayu. Bayu yang berlari tidak siap dan menabrak medon itu sampai jatuh. Sekarang medon itu akan menyemburkan kekuatannya ke arah bayu.