INDIGO & 7

INDIGO & 7
kado misterius



Sekarang giliran kado dari nafia. Kadonya berukuran sedang tapi bayu merasa di dalamnya terasa padat dan lebih berat dari kado sebelumnya. Sebelum kado itu si buka ibu bayu memanggil.


"Yu... ada paket nih buat kamu."


"Pasti itu paket dari anggar." batin bayu.


"Iya bu bentar." jawab bayu lalu keluar dari kamarnya.


Di depan kurir sudah membawa sebuah kotak putih di ikat pita berwarna merah. Setelah tanda terima kotak itu di serahkan ke bayu dan ternyata enteng.


"Dari siapa nak? Selamat ultah ya ibu nggak bisa kamu hadiah apa apa cuma bisa buat tumpeng tadi aja." ucap ibu bayu.


"Kan bayu udah bilang gk apa apa bu yang penting keluarga kita selalu di beri kebahagiaan itu udah cukup."


Bayu kembali ke kamar dan melanjutkan unboxing kado dari nafia. Setelah kado dari nafia di buka ternyata isinya sarung baju koko dan Al Qur'an. Bayu tercengang melihat isinya lalu mengambil kertas di tengah2 isi kado itu.


"Selamat ulang tahun kekasihku yang tampan. Aku hanya ingin memberimu yang terbaik yaitu jangan sampai kamu tinggalkan ibadahmu ya sayang. Aku mau bulan depan pas puasa kita makan malam bareng tapi kamu pakai sarung dan baju koko dariku. Terus aku juga sudah memiliki rencana tersendiri mengenai agama yang akan aku pilih. Love you Bayu tercinta." itulah isi dari selembar kertas itu.


Bayu yang heran berganti menjadi rasa bahagia karena kemungkinan besar nafia akan masuk islam dan mereka bisa bersama. Senyum di bibir mengembang rasa di hati berbunga lalu di peluk kado dari nafia.


Di rasa cukup bayu memasukan kado dari nafia ke lemari lanjut membuka paket dari anggar. Paket di buka ternyata di dalamnya ada box lagi bayu merasa akan di jebak ketika box ke 2 di buka isinya box lagi. Bayu ingin memotong saja boxnya tapi takutnya di dalam ada benda yang harganya jutaan jadi bayu sabar membuka sampai box ke 5 dan terlihatlah isi dari box ke 5 itu. Isinya boneka yang berlumuran darah. Di bagian dada boneka ada tulisan yang tidak terlalu jelas tapi bayu bisa membacanya.


"Awal mula darah tumpah di mana mana." itulah tulisan yang bisa bayu baca.


Bayu bergidik ngeri melihat boneka yang berlumuran darah itu. Bayu menutup box itu dan akan membuangnya tapi hati bayu menyuruh untuk menyimpan hadiah mengerikan itu yang pastinya bukan dari anggar. Akhirnya bayu menyimpan box itu dan langsung tidur.


Pagi harinya bayu berangkat ke sekolah seperti biasa tapi di jalan bayu bertemu 3x kecelakaan.


Pertana saat di tikungan yang tajam dari arah seberang ada bapak2,yang motornya oleng saat belok di tikungan sampai menghantam motor yang di jalur seberang. Keduanya tidak mengalami luka yang parah cuma beret beret di bagian tangan dan kaki. Selanjutnya di sebuah lampu merah dari arah lampu yang sedang merah ada motor yang melaju dengan kencang tidak bisa berhenti dan dari arah yang lampu hijau ada bis yang berada di tengah akhirnya motor itu menghantam bodi bis dari kanan dan membuat si pengendara motor meninggal di tempat karena kepalanya hancur begitu juga motornya ringsek tak berbentuk. Kemungkinan pengedara itu kritis karena darah terus mengucur dari kepalanya. Terakhir di dekat Pasar dirmo ada Sebuah truk yang menghantam bis sampai bis itu terpental dan terbalik. Korban sekitar 30 orang 2 luka berat si supir truk dan kernet. 15 belas penumpang bus luka luka dan 13 orang lain luka ringan.


Sampai di sekolah bayu telat tapi tidak bayu saja tapi banyak juga yang telat karena 3 kecelakaan beruntun di jalur yang sama. Karena yang telat tidak hanya siswa tapi guru juga akhirnya tidak di kenai hukuman. Sampai di kelas bayu duduk dan tidak bisa konsen belajar karena tragedi tumpahnya darah yang barusan terjadi. Terutama di kecelakaan kedua yang membuat kepala korban hancur. Jam 9 bel istirahat berbunyi bayu di ajak bagas ke kantin.


"Lu lihat kecelakaan di tikungan,di perempatan dan di pasar dirmo yu?" tanya bagas.


"Iya gw lihat semuanya di lokasi kejadian." jawab bayu.


"Kok ngeri ya. Gw merasa ada yang nggak beres bakal terjadi yu." ucap bagas seolah bisa meramal masa depan.


"Gw sebenernya mau cerita gas tapi lu janji jangan heboh pas gw ceritain."


"Kemarin malam gw dapet kado dari orang yang nggak gw kenal. Awalnya gw kira kado dari anggar tapi setelah gw buka gw rasa bukan dari anggar."


"Terus terus"


"Karena pas gw buka isinya boneka yang belepotan darah. Gw cium baunya amis khas darah segar gw tebak darah di boneka itu asli."


"Lu udah tanya ke anggar kadonya udah sampai mana?"


"Kata anggar kadonya sampai besok soalnya hari ini baru tiba di jakarta. Udah pasti kan itu bukan anggar pelakunya."


"Terus siapa? Apa ada orang yang nggak suka sama lu atau lu punya musuh gitu?" tanya bagas.


"Setahuku musuhku cuma si tomi karena tomi suka dengan nafia tapi nafia nggak suka dia. Pernah beberapa kali dia mencegatku. Kalau yang lain nggak ada deh." ucap bayu.


"Si tomi, Hmm kayaknya pantas di curigai. Ayo kita cari dia pulang sekolah!" ajak bagas.


"Eit kalem bos. Kayaknya ini bukan cuma iseng belaka deh gas. Ini ada hubungannya dengan yang tak bisa di lihat mata biasa. Kayaknya bukan tomi deh berdasarkan firasatku."


"Terus siapa yu? tanya bagas.


" Bukannya musuh tidak harus punya alasan untuk menyerang." Tiba tiba rindu berlalu sambil berkata seperti itu.


Mendengar ucapan rindu bayu berpikir dan benar musuh tidak harus punya alasan untuk menyerang.


"Siapa cewek aneh itu yu?" tanya bagas.


"Anak kelas 11 gas. Dia itu juga indigo tapi aneh. Udah nggak usah mikirin dia kita lihat aja keadaan besok kayak gimana." ucap bayu.


Skip jam pulang sekolah berbunyi bayu menuju parkiran dan naik ke motornya. Di stang motor bayu tertempel kertas lalu bayu membacanya.


"Ayo bertemu di Jl. **** jam 9 malam." Di tulis dengan tinta merah.


"Hmm siapa sih ni orang. Gw ajak miko ahh nanti malam." ucap bayu lalu gas pulang.


Sorenya bayu mengabari miko ternyata dia sedang ada acara. Bayu menghubungi aris dia juga kerja. Bayu ke rumah bagas siapa tahu dia free ternyata dia juga udah ada rencana mau keluar sama rahma. Bayu bingung mau ajak siapa.