INDIGO & 7

INDIGO & 7
See you again bro.



Minggu pagi mereka bertiga sudah stay di bandara tinggal nunggu kabar dari anggar aja.


"Mas ortu mas anggar kerja terus ya, anaknya mau ke luar negeri aja mereka seolah nggak peduli." ucap miko.


"Iya mik itulah kekurangan anggar selama ini yaitu kasih sayang orang tua. Makanya kita selagi masih di sayang orang tua harus banyak bersyukur." ucap bayu lupa kalau aris udah nggak punya ortu.


"Ita mas miko. Orang tua itu sangat berharga mas anggar pun juga termasuk beruntung loh walau ortunya sibuk dengan kerjaanya. Setidaknya ortu mas anggar masih ada jika mas anggar mau tinggal temui aja. Tapi kalau aku ini mau nemuin ortuku di mana makamnya aja nggak tahu. hehe..." ucap aris tersenyum getir.


"Duh maaf ris bukannya aku nyindir kamu ya barusan." ucap bayu merasa bersalah.


"Tenang mas aku sudah menerima takdirku dan tak akan menyalahkan siapa siapa siapa." ucap aris.


Setelah itu hening tak ada perbincangan.


Tepat pukul 8 pagi Hp bayu bunyi ternyata anggar akan segera naik pesawat. Tanpa basa basi mereka segera mencari keberadaan anggar. Setelah bertemu mereka berpelukan gantian lalu doa mereka panjatkan untuk keselamatan anggar sampai di australia tak lupa semoga anggar kuliah dengan lancar sampai wisuda.


Anggar segera masuk pesawat bersama orang orang yang bertujuan sama dengan anggar yaitu australia. Btw anggar pergi tidak sendiri tapi di temani kekasihnya nathalia. Nathalia memang asli australia dia di indo hanya kerja sebagai pramugari. Singkatnya mereka sudah tidak melihat pesawat anggar tadi dan mereka bertiga pulang. Tapi miko mengajak bayu dan aris ke rumah pak anton yang di bongkar lalu di bangun ulang. Karena kepo seperti apa kondisinya sekarang maka bayu setuju. Sampai di rumah pak anton tenyata pondasi rumah yang baru sudah terbentuk.


"Hallo mas perkenalkan saya Parjo. Proyek ini saya yang pegang. Betul ini dengan mas miko dan mas bayu?" sapa seorang bapak bapak dengan ramah.


"Iya pak betul. Kira kira kapan jadinya pak? kok cepet banget pondasinya udah jadi." ucap bayu.


"Kata pak alex maksimal 2 bulan udah siap di tempati mas jadi target kita 1 bulan udah berdiri tinggal ngecat dan kasih beberapa dekorasi."


"Sistem harian atau borongan pak?" tanya miko.


"Borongan mas ayo mas ngobrol di bedeng kebetulan lagi istirahat." ucap pak parjo.


"Di borong berapa pak?" tanya bayu setelah mereka duduk di bedeng.


"Awalnya saya borong 4 juta permeter nya tapi pak alex bilang dia bakal kasih kita 50 juta untuk jasa dan materil pembangunan maklum dia orangnya sibuk jadi mau yang sat set langsung jadi. Nah pak alex juga bakal ngasih kita bonus 10 juta kalau berhasil bangun rumah ini sampai jadi siap di tempati dalam satu bulan. Tapi karena saya ukur luas tanah yang akan di bangun 80 meter kayaknya butuh 2 bulan jadi kami tolak bonus itu. kita cari amannya aja."


"Betul itu pak cari aman aja. Bonus tidak seberapa resikonya nyawa pekerja. Btw itu pohon di belakang nggak di tebang sekalian pak? kayaknya pres dengan bangunan nantinya."


"Itu ada penghuninya mas. Baru hari pertama waktu itu saya survey rumah ini dulu dan malam nya saya mimpi di datangi Genderuwo. Kata genderuwo itu dia tidak akan ganggu asal jangan tebang atau mengusik pohon mangga itu."


"Ohh begitu." jawab bayu lalu melihatnya ada sekelompok genderuwo di atas pohon itu. Mereka seperti keluarga.


"Iya mas makanya pondasi yang bagian belakang agak di geser ke depan supaya atap rumah tidak mengganggu pohon itu."


1 bulan berlalu setelah kepergian anggar ke Australia tidak ada yang mencurigakan kecuali bono yang jarang sekali kelihatan. Beda dengan indah yang masih sering terlihat di area sekolah dengan gaya angkuhnya. Suatu hari bayu ingin melihat bono di kelas tapi nihil bono tidak masuk. Besoknya lagi bayu datang saat jam istirahat kata temennya bono keluar kelas yang ada hanya tasnya. Bayu juga bertanya apa bono sering tidak masuk sekolah? kata temennya bono masuk ke sekolah 4 hari sekali yang berarti bono masuk sekolah seminggu cuma 2x. Lalu hari apa aja bono sering masuk tapi kata temen sekelasnya bono tidak pasti masuknya hari apa. kalaupun masuk bono hanya menaruh tas di kelas setelah itu keluar dan masuk lagi ke kelas waktu mau pulang.


Hari ini bayu,bagas dan joni sepakat renang bareng mumpung hari minggu tapi mereka mengajak pasangannya.


Jam 7 lebih bayu sampai di lokasi kolam renang bersama nafia. Setelah membayar kupon masuk mereka mencari bagas dan joni tapi yang ketemu cuma bagas di ruang tunggu.


"Joni belum dateng gas?" tanya bayu.


"Belum yu masih otw katanya."


Bayu dan bagas ganti pakaian renang di tempat yang berbeda pasti nya.


Di ruang tunggu ganti rahma sendirian dengan pakaian renang yang wah jangan di tanya kayak apa😧


"Loh ma bagas kemana?" tanya bayu.


"Ke depan nunggu joni yang nggak tau jalan." ucap rahma sambil main HP. Btw kolam renang ini memang tidak terlalu di kenal efeknya di sini agak sepi walau hari minggu.


"Mbak sendirian aja? mas bagas kemana?" tanya nafia dengan pakaian yang tidak kalah dengan rahma maklum keduanya sama2 cantik dan mempesona.


"Ke depan fi. Sini duduk aku mau ngomong sesuatu nih."


"Hmm bakal jadi nyamuk nih gw. Mending gw nyusul bagas aja." ucap bayu.


"Awas ya kalau lirik lirik cewek lain." ancam nafia.


Bayu hanya memberikan nafia jari jempol.


Di depan bagas joni dan claudia sudah datang.


"Ini dia yang si tunggu datang juga." ucap bayu.


"Sorry lama nunggu." ucap joni.


Skip mereka berenam sudah siap akan menceburkan diri ke air dan byur.. Semuanya basah terlihat jelas lekuk tubuh mereka terutama claudia yang memakai pakaian renang model BH dan CD saja. Semua cowok yang melihat nafia,rahma dan claudia pasti terpana dengan kecantikan dan bodi mereka di atas rata rata.


Sudah 2 jam mereka berenang dan nafia merasa kedinginan padahal matahari sedang bersinar terang lalu nafia ijin ke bayu ingin ganti pakaian dan selesai berenang.