
"Sini duduk dulu kak bayu. ceritain pelan pelan." ucap nafia.
"Kenapa kamu merhatiin aku banget sih fi?" tanya bayu.
"Ya aku care aja sama semua orang. Udah cepet cerita kak!"
"Kamu tahu anak indigo?" tanya bayu mengawali.
"Setahuku indigo itu buku kak." jawab polos nafia.
"Indigo itu anak yang bisa melihat setan dan makhluk halus lainnya. Kamu percaya anak seperti itu ada?"
"Pernah lihat di yutube ada orang bisa lihat begituan jadi mungkin anak seperti itu memang ada."
"Dan kalau aku bilang bisa lihat setan kamu percaya?"
"Apa kakak serius? wah keren dong.🤩" ucap nafia senang.
"Keren apanya kamu nggak takut gitu?"
"Keren karena langka kak. Nggak semua orang punya kemampuan itu. takut? ya enggak lah emang kak bayu gigit? nggak kan." ucap nafia enteng.
"Kalo kamu di posisiku kira2 kamu berani nggak lihat setan dan lainnya?" tanya bayu.
"Awalnya pasti takut kak tapi kalau udah tugasku ya mau gimana lagi pasti terbiasa kok. Kakak sekarang ketakutan ya? kok mukanya pucet gitu." tanya nafia.
"Eng enggak kok. Cuman anu.." ucap bayu bingung.
"Udah aku tahu kok. Emang di sekolah ini banyak setannya ya kak?" tanya bayu yang di jawab anggukan oleh bayu.
"Pulang yuk fi udah siang nih panas." ajak bayu udah agak tenang.
"Kakak duluan aja aku mau telpon supir dulu suruh jemput." ucap nafia lalu mengeluarkan hpnya.
"Ehh aku antar aja fi." ucap bayu mengagetkan nafia.
"Beneran kak? kakak udah nggak takut lagi kan?" tanya nafia memastikan.
"Aman. Mereka tidak ada apa apanya daripada bidadari yang ada di sampingku ini." goda bayu.
"Idih pinter gombal ya kakak." ucap nafia sambil mencubit lengan bayu pelan.
"Ya udah anterin sampai rumah ya bang upahnya goceng ya bonusnya es teh." ucap nafia bercanda.
"Jangankan goceng gratis pun abang anter asal bisa bonceng neng yang cantik ini." gombal bayu lagi.
"Udah kak ayuk sekarang aja keburu panas entar."
"Namanya siang ya panas atuh neng. Yang sejuk itu memandang senyummu neng."
"Gombal terus nggak usah pulang ya."
"Iya iya tapi balikin dulu kontak motornya."
"Ehh iya lupa. nih kak."
Akhirnya mereka berdua dengan hati berbunga dan bayu sejenak mengabaikan keberadaan makhluk halus di sekitarnya. Kutipan kata kata "Cinta bisa mengubah segalanya" itu memang benar adanya.
Saking asiknya ngobrol bayu tidak sadar saat ada anak sedang menyebrang. Nafia yang sekelebat melihat berteriak dan memeluk bayu erat. Bayu yang kaget reflek mengerem dengan kuat sampai bang belakangnya berasap akibat bergesekan dengan aspal. Anak laki laki itu juga reflek melompat ke pinggir jalan.
"Iya ayo kita turun." nafia turun di ikuti bayu.
Setelah turun bayu melihat anak kecil mengaduh kesakitan di trotoar memegangi kakinya.
"Dek kamu nggakpapa? Apanya yang sakit?" tanya nafia kepada anak itu dan mendudukannya.
"Aduh kakiku sakit banget." ucap anak itu menunjukan kakinya yang berdarah.
"kak kak kakinya banyak darah cepet bawa ke RS atau klinik gitu takutnya patah atau gimana!" perintah nafia.
"Terus kamu gimana masa aku tinggal sendirian di sini? aku antar dulu ke rumahmu fi." nego bayu.
"Rumahku masih setengah perjalanan kak jadi antar aja anak ini nanti aku telpon supir aja." ucap nafia.
"Yaudah aku bawa ke klinik terdekat dulu aja ya. Kamu hati hati." ucap bayu lalu membawa anak itu ke klinik terdekat.
"Iya nanti kalau supir udah sampai aku susulin ke klinik." jawab nafia.
Singkat cerita bayu sudah sampai di klinik dan anak itu segera di tangani. Setelah selesai dokter keluar memberi tahu kalau anak itu hanya luka ringan akibat terbentur aspal. Bayu sedikit lega dan membayar biaya pengobatannya. Bayu ijin masuk melihat kondisi kaki anak itu.
"Halo dek. Kakimu cuma luka lecet aja kok. Nanti pulang mampir ke apotek buat nebus obat ya." ucap bayu kepada anak itu yang memegangi perban di kakinya.
"Alhamdulillah kalau gitu mas. makasih banyak mas udah bawa aku ke sini. Tapi aku nggak punya uang buat bayar dokternya." ucap anak itu sedih.
Dalam hati bayu merasa aneh dengan anak ini. Biasanya anak yang tertabrak dan terluka pasti minta ganti rugi di sertai marah2 lah ini malah mikirin bayar dokter dan ngucap terimakasih.
"Udah tenang aja aku yang bawa berarti aku yang bayar. Nih ada uang sedikit untuk kamu maaf ya kakak udah nabrak kamu. Kakak terlena sampai nggak lihat ada orang nyebrang." ucap bayu sambil menyodorkan uang 200k ke anak itu.
"Iya mas gapapa tapi nggak usah ngasih uang segala ke aku. Aku hanya sial aja hari ini." ucap anak itu dan tidak menerima uang dari bayu.
"Yaudah kakak anter pulang aja ya rumahmu di mana? Jangan nolak kakimu belum bisa jalan jauh." ucap bayu lalu memasukan uang ke sakunya lagi.
"Di TPS desa Sukoharjo mas."
"Loh kamu tinggal di TPS? Kamu nggak punya rumah? Orang tuamu mana?" tanya bayu kepo.
"Orang tuaku sudah meninggal mas dari kecil aku di panti."
"Oke lanjut nanti aja sekarang pulang dulu. Yuk pelan2 ya." ucap bayu membantu anak itu berdiri tapi aneh anak ini bisa jalan sendiri walau kakinya masih sakit.
......................
Di lain tempat wulan sedang bertarung habis2an untuk mengalahkan 2 raksasa itu tapi sayang serangan wulan tidak bisa mengenai mata raksasa itu.
"Sialan sulit sekali mengenai mata itu." ucap wulan terengah engah.
"Cuma itu yang bisa kamu lakukan putri wulan? Kau memang mampu membuat kita berdua kerepotan tapi sayang ilmumu masih rendah tidak seperti ratu galuh yang kuat." ucap raksasa botak.
"Lebih baik jangan menemui ratu galuh kamu tidak pantas bertemu dengannya. Anak terlalu lemah lebih baik belajar dulu." ucap si gimbal.
Telinga wulan jadi panas dan emosi dan amarahnya sudah meluap tak bisa di tahan lagi. Muncul setitik api dari kedua telinga wulan lalu menjalar turun ke punggung dan sampai akhirnya tubuh wulan sudah di selimuti api kuning terang dan pupil mata wulan yang tadinya hitam berubah jadi merah menandakan amarah yang membara.
"Kau menyebutku lemah? Lihat saja nanti siapa yang akan hangus jadi abu." ucap wulan lalu secepat kilat sudah berada di depan raksasa gimbal dan si gimbal kaget reflek mau memukul wulan tapi sayang pukulannya malah mengenai wajahnya sendiri dan wulan malah menyerang dari belakang tubuh raksasa gimbal. Raksasa botak yang tau saudaranya akan di serang dari belakang segera menendang wulan tapi wulan sekali lagi menghilang dan tendangan raksasa botak mengenai punggung raksasa gimbal.
Lanjut chapter selanjutnya>>>