
Yang di kejar telah hilang warga kembali dan aris di telpon agus.
"Meluncur ke sini cepetan." telpon di matikan lalu agus mengirim share lokasi.
"Meluncur." balas aris
Di sebuah pertigaan agus sudah menunggu.
"Ada apa gus?"
"Lama amat. Gw udah dapet tuh orgil ayo kita kembali."
"Gw jalan kaki njir. Mana orgilnya? kok lu bisa dapet gimana caranya?"
"Udah kita bawa aja dulu gw ceritain sambil jalan."
Saat otw balik.
"Tadi gw sengaja nggak ngikutin lu tapi gw punya rencana buat mengepung tuh orgil dan sebelum gw motong jalur gw ketemu di desa J tadi dan orgil itu mau ambil jemuran orang. Gw langsung tabrak aja deh orgil itu terus gw iket gw taruh deket pohon tadi."
"Njir gila lu ya main tabrak tabrak aja kalau dia mati gimana? kalau ada yang lihat gimana?..."
"Shtttt berisik deh aman pokoknya yang penting orgilnya dapet.
Di tempat yang sama orgil itu di ikat ke sebuah kursi dan di mulailah interogasi jilid 2 wkwk..
"He siapa nama lu? Asal mana? umur berapa?" tanya agus.
"Gus lu kira orgilnya mau memperkenalkan diri apa."
Mendengar agus dan aris debat orgil itu malah tertawa kegirangan.
"Wah dia seneng ris kita debat. Apa lu mau gw tabok?"
"Sabar gus sabar. Kenapa lu tertawa diem."
"Hahahaha Pintar juga yang punya ide menginterogasi orgil tapi tak semua orgil sama. Pasti kalian tadi salah tangkap kan hahaha...." Jawab orgil itu patah patah di selingi tawa.
"Wah sialan dia tahu ris." ucap agus.
"Udah tenang. Jadi benar kalian di pengaruhi oleh energi hitam seseorang?" tanya aris.
"Hahaha... Benar tapi jika kau tanya aku siapa orang itu tidak akan aku beri tahu karena kamu bukan lawan orang yang ngirim aura hitam ini." ucap orgil itu.
"Maksudnya?"
"Perang adalah hal yang ingin di wujudkan nya. Orang yang ingin di ajak berperang sedang jauh di luar kota saat ini maka kekacauan akan terus terjadi dan kalian para indigo lemah tidak akan bisa berbuat qpa apa hahaha..." Setelahnya si orgil diam dan aura hitam di sekitarnya menghilang.
Aris menduga kalau orgil tadi di rasuki jin kiriman.
"Ris dia kenapa kok malah tertawa terus gini nggak ngomong lagi."
"Isinya udah pergi kita lepasin aja gimana?"
"Nanti dia ngamuk terus nyuri jemuran lagi gimana?"
"Biarin aja soalnya dia usah nggak ada gunanya gus. Lepasin aja gw ada rencana nih."
Setelah melepas orgil itu aris menunjukan alamat ke agus dan mereka berdua meluncur ke alamat tersebut. Tqk sampai 30 menit mereka sudah sampai di depan rumah yang sederhana tapi auranya sangat sejuk.
"Assalamu'alaikum." ucap aris.
"Walaikumsalam tunggu sebentar."
"Iya mas cari siapa?" tanya seorang wanita.
"Mas dimasnya ada?"
"Waduh barusan keluar mas katanya ada masalah di pondoknya. Mas ini siapa ya?"
"Saya aris kenalan mas dimas. Kalau boleh tahu dimana ya letak pondoknya mas dimas?"
"Mas tahu desa sukamakmur? Nah di situ pondoknya tepi jalan raya."
"Oh yang dekat kantor kecamatan T itu bukan bu?"
"Iya betul."
"Ya udah saya permisi dulu mau menyusul mas dimas. Mari bu assalamu'alaikum."
"Iya mas waalaikumsalam."
Tanpa ba bi bu mereka menuju alamat yg di tunjukan ibu ibu tadi. Tapi di jalan aris melihat dimas bersama keranya.
"Mas mas berhenti!" Teriak aris ketika sudah dekat dengan motor dimas.
"Siapa ya? Ohh kamu ya ya. Ada apa ya saya buru buru?" ucap Dimas setelah menepikan motornya.
"Kita butuh bantuan mas dimas. Mas bisa bantu nggak?"
"Ikuti gus jangan sampai kehilangan jejak."
"Oke ris."
Agus terus mengikuti dimas sampai tiba di sebuah pondok yang ramai banyak orang dan suara ramai luar biasa.
"Ada apa nih?" tanya agus.
"Lu tunggu sini aja gus biar gw yang masuk. Jangan kemana mana inget itu." perintah aris.
Aris membuka jalan supaya bisa masuk ke area pondok dan melihat apa yang terjadi. Kalian tahu apa yang terjadi? Orgil ngamuk? Salah tapi orang normal yang kesurupan. Mereka ada yang berlarian kesana kemari, Lompat lompat,menangis,Tertawa tidak jelas dan berbagai hal aneh terjadi. Terlihat oleh aris banyak jin di sekitar orang orang. Tiba tiba aris di tarik seseorang ternyata itu agus.
"Kenapa gus?"
"Kayaknya di sini berbahaya buatmu karena banyak jin jahat di sini. Lagian orang yang kita cari sedang sibuk." ucap agus.
"Tapi gus...."
"Panggil syekh Ali sekarang keadaan sudah di luar kendali." Ucap seseorang di dalam pondok itu.
Terlihat 2 orang keluar dan pergi entah kemana.
"Ya udah ayo kita pulang aja." Jawab aris pasrah karena memang dia dan agus tidak bisa membantu apa apa.
"Ris gimana kalau kita beritahu mas bayu aja siapa tahu dia bisa bantu." usul agus.
"Wah mas bayu lagi liburan gus. Dari kemarin gw mau ngomong ke dia tapi nggak enak ganggu liburan orang."
"Gimana sih lu. Ini menyangkut nyawa orang ris. Gw minta WA mas bayu biar gw yang ngomong." ucap agus yang sudah sampai di rumah aris.
"Nih udah gus. Tapi kalaupun mas bayu tahu apa bisa dia pulang sendirian? Kam mereka berangkat bareng bareng masa iya mereka mau pulang demi 1 orang."
"Nggak tahu sih. Tapi kita berdo'a saja ris."
Tanpa buang waktu agus langsung telepon bayu tapi sayang nomornya tidak aktif begitu juga dengan WAnya.
"Ini bener nomornya kan ris? Kok nggak aktif ya?"
"Bener kok."
Pov Bayu.
Malam pukul 7 mereka sampai di semarang dan bayu yang menyetir mengikuti perintah bagas untuk keluar dari tol.
"Ini beneran gas mau nginep di hotel?" tanya bayu ke bagas.
"Yoi kan si gembul n joni udah sepakat patungan buat pesen kamar haha..." ucap bagas.
"5 kamar mbul kita kan bersepuluh." ucap shinta.
"Eh buset 5 kamar tekor dong kita. 3 kamar gw sama joni yang bayar tapi kalau yang cewek mai tambah 2 kamar bayar sendiri gimana?"
"Ogah kalau gitu mah." Jawab sinta.
"Kenapa nggak lanjut aja sih gas? Gw masih sanggup kok." ucap bayu menego.
"Resiko yu udah cari amannya aja nggak usah buru buru waktu masih banyak." jawab bagas.
Bayu mengarahkan mobil keluar dari tol dan mencari hotel yang sudah di pesan gembul. Nama hotel di samarkan jadi hotel melati aja. Kurang lebih 15 menit bayu melihat titik hotel yang di maksud dan masuk.
Setelah parkir mereka semua keluar dari mobil.
"Ayo kita makan malam dulu barang barang berharga di bawa ya jangan di tinggal di mobil." ucap rahma.
"Siap bu bos." jawab sekar.
Mereka menuju restoran hotel kecuali joni yang menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar.
Pesanan sudah tiba dan semua sudah kumpul waktunya makan.
30 menit lebih mereka menyantap makanan sambil bercanda lalu cewek cewek ijin ke kamar mandi katanya ada yang mau pipis ada yang cuci muka ada yang cuci tangan dll..
Pukul 8 mereka keluar dari restoran menuju kamar mereka yang terletak di lantai 9.
"Yang cowok 1 kamar ya yang cewek 2 kamar isi 3 3. udah nggak usah protes." ucap sinta.
"Hmm dasar cewek kita yang bayar kok mereka ya nentuin ya jon." keluh gembul.
"Udah mbul ngalah aja. Masalahnya kamarnya muat nggak kalau berempat." ucap joni sambil membuka pintu.
"Kalo nggak muat ya gembul tidur di luar atau di WC aja wkwk.." Ucap bagas bercanda.
"Ogah gw mending numpang ke kamar cewek cewek."
"Itu kalau lu di bukain pintu mbul." sahut bayu.