
Minggu pagi bayu terbangun dan jam di dinding sudah menunjukan pukul 9 siang. Gelagapan bayu langsung mandi dan bergegas pulang takut ibunya marah besar tapi saat bayu lewat dapur pak ustad ada tulisan di meja dan ada nasi beserta lauknya.
Karena di rumah pak ustad tidak ada jadi bayu tidak jadi mandi dan membaca kertas di meja itu.
"Untuk bayu bapak pergi ke pasar dulu mungkin pulang agak siang. Tadi ibumu telpon dan maaf bapak yang angkat. Kamu tidak usah buru buru pulang bapak udah bilang ke ibumu kalau kemarin kita begadang jadi bangunnya kesiangan. Di dapur itu bapak buatin sarapan buat kamu yu di makan ya awas,kalau nggak bapak marah." Itu isi suratnya.
Setelah tahu pak ustad ke pasar bayu ingin mandi karena tubuhnya gatal semua.
Setelah mandi bayu makan dan mencucinya bersih masa iya udah makan nggak mau bersihin.
Jam 10 bayu pulang dan mengunci rumah pak ustad tidak lupa menitipkan kunci ke tetangga pak ustad.
Sampai rumah yang bukain pintu si ayu dan ibunya sedang arisan. Batin bayu "Wah aman nih." Bayu langsung menuju kamarnya.
(Ohh iya kalau ada yang tanya Ayu ini kelas berspa sih?
Jadi ayu itu masih kelas 2 SMP sama dengan sopi adiknya bagas.
Oke lanjut.)
Masuk kamar bayu chatan sama nafia.
"Halo fi lagi ngapain?"
"Ehh sayang lagi di ruman nonton kartun nih."
"Yah udah besar kok masih nonton kartun sih say haha.." ejek bayu.
"Yee biarin suka suka. Kamu dari mana kok jam segini baru on kemarin malem juga pamitnya ikut ronda tapi jam 6 udah nggak on lagi."
"Hehe maaf say hpku ketinggalan di rumah jadi gak bisa on lagi maaf ya. Besok jalan jalan yuk!" usaha bayu mengalihkan pembicaraan.
"Jalan kemana yank? Ayuk aja."
"Ke GM yuk say."
"Oke deh sekalian ngadem kan ya."
Akhirnya mereka sepakat kalau senin mereka jalan jalan ke GM.
Minggu itu bayu tidak keluar lagi efek capek dan ibunya melarang bayu keluar dari rumah jadi bayu di rumah aja istirahat sambil jahilin ayu.
Senin pagi bayu sudah bersiap berangkat menjemput nafia tapi wulan tiba tiba muncul dan ikut bayu otw rumah nafia.
Sampai di rumah nafia bayu chat nafia kalau sudah di depan. Saat itu wulan terlihat aneh karena dia seperti mengamati rumah nafia dengan detail seolah wulan merasa rumah nafia menyimpan sesuatu. Nafia keluar dan naik ke boncengan lalu mereka gas menuju GM.
Kurang lebih setengah jam mereka sudah sampai di GM yang saat itu agak sepi karena hari senin.
Saat masuk area wulan yang dari tadi mengikuti hilang tanpa pamit. Bodo amat dengan jin bayu mengajak nafia duduk di bangku yang kosong.
"Duduk dulu yuk!" ajak bayu.
"Yank tiap ke rumahmu kok sepi ya. Mamamu kemana?" tanya bayu.
"Mamah di dalem say. Kadang juga pas keluar. Walau di rumah mamah cuek sama tamu aku pun keluar juga bebas asal nggak nginep di rumah orang lain." jelas nafia.
"Terus rencana naik gunung jadi nggak say? nanti mamahmu marah."
"Tenang yank pasti boleh kok. Ohh iya kamu udah tanya mas bagas?" tanya nafia.
"Belum sih nanti aja ya pulang dari sini."
"Aku ikut ya biar tahu rumahmu dan rumah mas bagas." pinta nafia.
"Iya deh sayangku. Lanjut ke sana yuk!" ajak bayu dan mereka berjalan ke tempat yang di tunjuk bayu.
"Tumben ya yank kok sepi."
"Iya kan hari senin mungkin orang orang pada sekolah dan kerja."
"Yank yank kemarin fashion show mu keren loh pasti dapet juara. Kak sekar juga cantik banget apalagi parcarku ini ganteng banget.🥰" ucap nafia semangat.
"Masa sih tapi belum ada pengumuman juaranya sih say. Aku dari dulu emang ganteng sayang." ucap bayu lalu mencium pipi nafia dan kabur.
"Ihh nakal ya cium cium sini gak." ucap nafia lalu mengejar bayu dengan muka memerah malu.ðŸ¤
Ya kurang lebih seperti gambar di atas adegan mereka berdua.
Setelah di turunkan nafia memukul manja dada bayu.
"Ihhh ngeselin banget kamu tuh." ucap nafia menahan senyum.
"Hihi.. ngeselin tapi suka kan bidadariku yang cantik." ucap bayu sambil membelai dan merapikan rambut nafia yang jelas membuat nafia tambah salting di buat bayu.
"Sayang kamu tahu nggak.."
"Tahu bulat di go...Aduduh say." bayu di cubit nafia.
"Dengerin yank aku masih ngomong juga. Kamu tahu nggak kenapa kok ngeselin banget,usil banget tapi di satu sisi kamu juga romantis banget?" tanya nafia.
"Ya emang ini sifatku sayang yang usil banget. Emang kamu nggak suka?" tanya bayu yang masih mengusap bekas cubitan nafia.
"Justru nyaman banget tiba tiba jahil,usil dan dengan sekejap situasi romantis muncul."
"Iya iya sayang." bayu masih mengusap ngusap pinggangnya.
"Iya apa sih say. Tukan ngeselin banget. Udah ngusap ngusapnya."
"Gimana mau berhenti sakit banget say."
"Salah kamu sendiri cium cium sembarangan."
" Coba lihat say luka nggak." ucap bayu melancarkan aksi berikutnya.
Nafia pun menunduk dan mengecek pinggang bayu dan ternyata emang biru. Saat nafia mengangkat kepala bibir bayu telah menempel di pipinya.
"Biar imbang." ucap bayu memeluk nafia supaya nafia tidak bisa mencubitnya.
"Tukan nakal lagi. nih rasain." nafia mencubit hidung bayu.
Setelah keduanya diam bayu mengajak nafia masuk goa tapi nafia menolak karena nafia takut kegelapan di ruang yang sempit.
Tapi jangan panggil bayu kalau tidak bisa merayu nafia. Akhirnya nafia mau masuk dengan syarat jangan terlalu dalam.
Mereka berdua pinjem senter dari petugas yang jaga. Petugas menawarkan bantuan tour guide tapi bayu menolak dengan alasan sering masuk ke goa. Sebelum masuk wulan muncul dan memberi tahu kalau dia sudah meminta izin menjaga bayu di wilayah GM. Wulan berpesan supaya bayu menjaga sikap di sini dan jangan terlalu lama di dalam goa. Bayu hanya menganggukan kepala tanda jawaban iya.
"Yank gelap aku takut." ucap nafia setelah masuk.
"Iya yank tapi kalo banyak orang kok nggak segelap ini ya say." ucap bayu heran.
"Bayu segera keluar kayaknya penghuni di dalam goa tidak suka lu masuk bareng cewek lu." ucap wulan di belakang bayu.
"Yaudah yuk balik aja say." Ajak bayu.
Saat mereka keluar bayu mendengar suara mendesis seperti ular. Bayu bertanya kepada wulan di dalam hati.
"Lan di dalam ada siluman ular ya?" tanya bayu.
"Iya betul. Lu lihat emang?" tanya wulan menatap goa itu.
"Enggak sih cuma denger desisan gitu. Apa dia betbahaya?" tanya bayu.
"Yang di dalam itu siluman dan siluman itu mengincar nyawa manusia untuk mewujudkan keinginannya. Terus kalau siluman sama setan kuat mana lan?" tanya bayu sambil jalan.
"Yank kenapa kok diem aja?" tanya nafia.
"Eh anu say kebelet nih yuk cari kamar mandi dulu." kilah bayu.
"Setan itu biasanya cuma menampakan diri supaya orang itu takut dan energi ketakutan itu yang membuat mereka senang. Sedangkan siluman itu mereka jahat. Udah lah aku mau lu cepetan pulang ibu lu nungguin." ucap wulan lalu hilang.
"Bayu jadi was was ngapain ibu nyariin."
Selesai dari toilet bayu mengajak nafia pulang saja tapi nafia ingin ke rumah bagas dulu.
Dengan bujuk rayunya bayu meyakinkan kalau nanti bayu sendiri yang bilang ke bagas.