INDIGO & 7

INDIGO & 7
Bayangan wulan.



Waktu istirahat mereka lanjut membahas rencana liburan di tambah info dari yeni,satrio dan joni yang ikut.


"Oke tinggal erlin nih ya yang belum pasti ikut. Tapi kita bahas liburan kemana kita?" tanya sinta.


"Rencana sih minggu kita kumpul buat bahas ini. Tapi gw punya usul ke pencak bogor atau ke villa gitu."


"Kok jauh banget." ucap erlin.


"Iya ngapain jauh jauh ke bogor di jawa tengah aja gas. Banyak kok villa tema pegunungan." protes sekar.


"Gw oke aja soalnya bokap gw punya villa di sana. Jadi bisa kita pakai gak perlu keluar uang buat sewa villa." ucap sinta.


"Nah bagus itu jadi kalian tinggal fokus liburan soal bensin gw yang urus." ucap bagas.


"Pakek travel aja gas. 2,5 juta bebas bawa pulang pergi kemana aja." ucap sekar.


"Njir murah amat. Kita liburan 2 minggu loh masa iya cuma 2,5 juta sih." ucap bagas.


"Udah itu urusan gw gas. intinya kalian patungan aja nanti gw siapin travelnya."


"Oke deh beres."


Setelah beres diskusi mereka kembali ke kelas.


Jam 1 waktunya istirahat ke 2 dan bayu mencari aris ke kelasnya dia sedang mengerjakan tugasnya.


"Assalamu'alaikum istirahat ris belajar terus." ucap bayu di samping aris.


"Tadi di kasih PR mas jadi aku kerjain sekarang biar nggak lupa." jawab aris.


"Masih lama nggak? Gw mau tanya nih."


"Tanya apa mas? Sambil ngobrol aja gpp." jawab aris.


"Kejadian semalem kayak gimana sih? ceritain dong gw penasaran." pinta bayu.


"Intinya kemarin mas bayu duel sama cowok itu terus aku sama agus membeku berjam jam sampai ada orang yang bebasin kita. Setelah bebas kita mau bantu kamu mas tapi sayang kita malah di hajar sama cowok itu sampai agus pingsan. Saat agus pingsan aku masih sadar dan lihat ada cewek melindungi kamu mas. Waktu itu mataku blur efek di hajar tadi jadi nggak jelas cewek itu siapa."


"Cewek itu rindu bukan?" tanya bayu.


"Hah kok mas nebak itu rindu? emang mas lihat dia?" tanya aris kaget.


"Enggak lanjut cerita nya."


"Jadi cowok itu kayak diskusi sama cewek yang lindungin kamu. Si cowok kayak marah dan bersiap menyerang tapi beberapa saat kemudian dia menghilang dan aku ikut pingsan." ucap aris.


"Terus tadi pagi lu bangun di depan gubuk?" tanya bayu.


"Kok mas ngerti?"


"Soalnya aku bangun di depan gerbang ris di samping motorku." ucap bayu.


"Terus siapa yang bawa kita mas? Apa cewek yang bantuin mas bayu ya?"


"Bisa jadi ris. Oh iya gw selama pingsan juga di datangi cewek dan itu rindu ris. Itu yang membuat gw yakin cewek yang bantuin gw itu rindu. Selain itu sebelum kita datang malam itu gw sempat di peringatin rindu kalau cowok itu bukan lawan mudah bagiku."


"Hmm rindu yhup bisa jadi betul itu dia soalnya dia itu misterius tidak bisa di tebak. Tapi dia pernah bilang tidak memihak siapapun tapi kenapa dia bantuin mas bayu ya? terus apa yang bebasin gw dan agus si rindu juga."


"Itulah yang menjadi misteri."


Selesai dari kelas aris bayu kembali ke kelas tapi saat lewat tangga bayu melihat sekelebat bayangan hitam yang lewat bayu ingat dan hafal itu sekelebat bayangan wulan tidak salah lagi.


Pulang sekolah bayu langsung pulang tidak mampir kemana mana dan aris udah bilang mau nebeng temennya yang ikut ekskul. Sampai rumah bayu langsung memanggil nawang untuk bertanya tentang wulan.


"Ada apa memanggil ku?" tanya nawang.


"Aku tadi melihat sekelebat bayangan wulan di sekolah apa benar itu wulan?"


"Tidak mungkin itu wulan. Aku sendiri tidak tahu keberadaan nya dan gimana kondisinya." ucap nawang


"Sudah aku tanya tapi bunda bilang wulan dalam masa sulit."


"Sebenarnya apa yang terjadi sampai wulan menghilang?"


"Maaf bunda melarang ku memberitahumu. Aku pergi jika tidak ada keperluan lagi."


Setelah nawang pergi hilang entah kemana bayu kangen dengan wulan. Entah mengapa bayu ingin melihat wajah cantik wulan walau beberapa detik saja. Sampai akhirnya bayu tertidur dengan sendirinya.


Skip minggu pagi geng bayu kumpul di sebuah taman di wilayah perkotaan. Setelah kumpul semua bagas memulai obrolan.


"Lin gimana di kasih ijin kan sama ortumu?" tanya bagas.


"Enggak gas. Orang tuaku trauma dengan kejadian dulu jadi aku nggak boleh ikut." ucap erlin pelan.


"Waduh gk seru dong kalau ada yang nggak ikut." ucap satrio.


"Gw juga nggak ikut ahh kalau erlin nggak ikut." ucap yeni.


"Sama gw juga gas." Tambah joni.


"Tenang tenang. Ayo lah lin masa nggak bisa ikut. Menurutmu supaya dapet ijin ortumu di kasih apa lin?" tanya sinta.


"Iya nanti kita ijin bareng2 ke rumahmu." tambah sekar.


"Kayaknya cuma bayu yang bisa bujuk papah aku supaya kasih ijin. Kalau mamah ikut apa kata papah soalnya." ucap erlin.


"Loh loh kok jadi gw sih?"


"Yu bujukin papahnya erlin ya biar kita bisa berangkat bareng bareng." ucap sinta.


"Iya yu kapan lagi kita bisa liburan bareng? Tahun depan mungkin kita udah fokus masa depan masing masing." ucap bagas.


"Iya nanti gw coba. Papahmu di rumah nggak lin?" tanya bayu.


"Sekarang masih di kantornya nanti siang jam 1 udah pulang."


"Oke nanti jam 12 kita ke rumahmu bareng bareng. Oke semua?" ucap sinta.


"Setuju." Jawab semuanya.


"Oke sekarang kita sarapan pagi dulu sambil bahas tujuan liburan kemana. Ini ada 2 ayam bakar." ucap rahma.


Saat sedang makan joni dan gembul bisik bisik.


"Jon kayaknya erlin mau di jodohin sama bayu." ucap gembul.


"Mana ada bayu kan udah ada nafia." jawab joni.


"Lihat aja nanti pasti bokapnya erlin nyuruh bayu jagain erlin."


"Kalo itu gw setuju mbul. Bokapnya erlin kayaknya percaya sama bayu tapi soal jodohin kayaknya enggak deh.


Bayu yang mendengar cuma diem males nanggepin mereka berdua.


"Yu bisa ngomong bentar?" tanya erlin mengagetkan bayu.


"Eh ada apaaan lin?"


"Ayuk ikut aku bentar." mereka berdua pamit pergi dulu.


"Udah lin di sini aja sepi ada apaan?" tanya bayu kepo.


"Gw kemarin mimpi ada anak kecil dateng in aku terus manggil aku ibu. Aku kok merasa Familiar dengan wajah anak itu kayak pernah liat tapi di mana aku lupa. Aku rasa itu mimpi biasa tapi tadi malam aku juga mimpi hal yang sama kejadiannya sama. Makanya aku tanya kamu mungkin kamu tahu sesuatu tentang anak kecil itu."


"Anak kecilnya ciri cirinya kayak gimana lin?"