INDIGO & 7

INDIGO & 7
Bertemu erlin di jalan.



Setelah puas mengelilingi taman yang bisa di bilang luas ini bayu mengajak nafia menuju gazebo yang sudah terhidang berbagai macam makanan.


"Ya ampun sejak kapan ini di siapkan? Perasaan setengah jam lalu gasebo ini masih kosong sekarang kok jadi mewah lengkap dengan dekorasinya." ucap nafia heran.


"Hehe...kamu suka sayang?" tanya bayu.


"Suka banget say.makasih banget." balas nafia memeluk bayangyu erat.


"Iya iya udah meluknya yuk makan usah lapar nih." ucap bayu.


Saat itu mereka sedang menikmati kue berbentuk love.


"Say habis berapa buat semua ini? nanti aku ganti ya" ucap nafia.


"Ohh iya bentar." bayu teringat bagas.


💬"Alhamdulillah lancar brother makasih udah bantuin."


💬"Siap lanjutkan aja tapi inget jam 10 udah keluar dari sana ya."


💬"Siap kapten sekali lagi makasih banyak."


💬"Slow aja yu."


"Siapa say?"


"Temen aku yang bantuin aku persiapan hari ini."


"Kak bagas ya?" tebak nafia.


"Loh kok kamu tahu?" tanya bayu.


"Iya kemarin kak bagas nanyain aku soal kakak yang tiba2 pendiem gitu. Dia pikir aku yang buat kakak kayak gitu terus aku tanya balik kenapa kak bagas nuduh aku nggak cewek lain. Dia bilang kalau kakak sukanya sama aku. Terus dia tanya lagi apa aku juga suka sama kakak. Aku jujur aja sejak pertama melihat kakak aku udah suka." ucap nafia panjang lebar.


"Jadi kamu udah tahu kalau malam ini aku nembak kamu? terus kamu bilang sejak awal melihatku itu kapan ya?" tanya bayu sedikit emosi kepada bagas yang sudah ember.


"Belum kak. Kak bagas cuma berpesan cepat atau lambat kalau aku di tembak kakak aku harus jujur udah itu aja jadi jangan salahin kak bagas ya sayang. Aku kira kakak nembak aku waktu liburan ternya lebih cepat dari dugaanku aku aja cuma dandan dikit tadi." jelas nafia.


"Gilak dandan dikit aja udah kayak bidadari apalagi kalau dandan banyak haduhh..." batin bayu.


"Aku pertama lihat kakak ya waktu mos itu masak kamu lupa? tapi sayang hari kedua dan seterusnya kakak nggak ada." ucap nafia lagi.


"Ohh gitu. Iya aku cuma gantiin temenku yang lagi sakit hari itu tapi hari ke 2 udah sembuh jadi aku free lagi deh." ucap bayu.


"Permisi mas mbak saya sekedar mengingatkan sekarang pukul 21.30. Setengah jam lagi taman ini akan di tutup lagi." ucap seorang pelayan perempuan.


"Iya mbak makasih ini juga mau keluar kok." ucap bayu.


Pelayan itu pergi.


"Jadi kamu terima aku bukan karena di paksa bagas kan say?" tanya bayu memastikan.


"Hehe... ya enggak lah malah ini impian aku sejak lama tauk. Sempet juga aku merasa sudah nggak ada kesempatan buat aku milikin kakak."


"Kok gitu?"


"Ihh lupaan habis mos ya sekitar 2 mingguan aku dapet info sainganku itu banyak apalagi kata temenku kakak jadian sama temen angkatan kakak jurusan OTKP"


"Ohh waktu itu aku sama widia emang bener sih tapi cuma 1 bulan aja."


"Yaudah sayang ayo pulang udah malem nih aku ngantuk." ucap nafia.


"Iya sayangku."


Bayu dan nafia pulang sambil bercanda tapi bayu sekelebat seperti melihat erlin di dalam mobil ayahnya. Bayu jadi berpikir apa erlin bakal cemburu ya kalau bayu jadian sama nafia.


Sampai di rumah bayu segera mandi dan masuk kamar lalu mengeluarkan hpnya. Ada chat WA dari nafia dan 1 chat lagi dari erlin.


✉️"Terima kasih untuk malam ini sayangku yang tampan." Nafia.


✉️"Yu tadi lu boncengan sama cewek ya?" Erlin.


Bayu membalas ✉️"Iya sayang sama sama kamu tidur gih udah malam see you." untuk nafia.


Bayu ingin membalas chat erlin tapi dia ragu takut erlin marah.


Akhirnya bayu tidak membalas chat erlin malah ketiduran.


Minggu pagi.


Oke bayu sudah ready dan gas ke rumah bagas dan yang nampak malah si sopi adik bagas yang seumuran dengan ayu adik bayu.


"Sopi mas bagasnya ada?" tanya bayu dari luar pagar.


"Eh mas bayu ngapain di situ?" ucap sopi menghentikan aktifitasnya dan berjalan menuju gerbang.


"Pake nanya udah dibilang nyariin masmu kok."


"Langsung masuk aja lah mas cek sendiri." ucap sopi setelah membuka gerbang untuk bayu.


"Ya di pastiin dulu dek sopi yang cantik. Nanti kalau nggak ada kan mas langsung jalan." ucap bayu gemas kepada adik bagas ini.


"Idih mas bayu mau godain aku ya tapi maaf nggak mempan aku udah ada cowok." ucap sopi centil dan berjalan kembali ke teras.


"Dasar bocah semprul. Woi pertanyaanku belum di jawab." ucap bayu kesal.


"Mas bagas lagi keluar tadi gatau kemana." ucap sopi kembali membaca novel di sofa teras.


"Lama nggak?"


"Gatau mas bayu."


"Yaudah mas gangguin lu aja ya." ucap bayu duduk di samping sopi.


"Mas jangan mulai usil deh. Aku panggilin mamah lo nanti." ucap sopi tau kalau bayu akan jahil.


"Iya iya nggak usil. Ayu di sekolah gimana sop?" tanya bayu setelah pindah ke sofa depan sopi.


"Kebiasaan manggilnya sop dikira sayur kali." ucap sopi protes di panggil sop.


"Kebiasaan kalau di tanya jawab dulu dodol." ucap bayu melempar boneka ke arah sopi.


"Ihhh gangguin deh. Ayu baik baik aja di sekolah kemana mana selalu sama aku termasuk ke KM. Udah tanya apa lagi mas?"


"Cowok lu anak mana sop?"


"Ihh mas bayu kepo. Rahasia dong."


Brum brummm cklek...


"Pagi pagi udah gangguin si sopi aja lu yu. Sini masuk ada perlu apa?" ucap bagas turun dari motor dan mengajak bayu masuk.


"Iya nih adik lu nggemesin banget pingin gw sate." ucap bayu becanda.


"Sialan nanti yang jaga rumah siapa kalau sopi lu sate haha.."


"Dasar berdua sama2 nggak beres dah lah gw mau baca jangan ganggu huss husss sana" usir sopi.


Setelah mereka duduk di ruang tamu.


"Ada apa yu?" tanya bagas.


"Pertama gw makasih banyak udah bantuin gw. Acaranya luar biasa dan gw berhasil dapetin si nafia."


"Udah santai aja. Terus apa lagi? pasti ada kabar lain kan nggak mungkin lu kesini cuma ngucapin makasih."


"Hehe tau aja. Lu emang sohip gw dah. Iya gw kemarin ketemu erlin pas pulang. Dia lihat gw boncengan sama nafia."


"Terus masalahnya apa?"


"Menurut lu erlin cemburu nggak ya? soalnya sampai rumah erlin nanyain gw."


"Menurut pandangan gw erlin nggak bisa cemburu karena kita sama erlin berteman yu."


"Ohh gitu ya. Tapi gw mau ke rumah erlin nanti sore."


"Ya terserah elu itu mah. terus apa lagi? Kalau tanya gitu sih lewat chat juga bisa yu." ucap bagas.


"Gw kesini juga ngajak lu main futsal gas entar jam 11." ucap bayu.


"Bilang aja lu butuh temen kan. Ok gw ikut tapi syaratnya lu harus temenin gw sarapan pagi."


"Gw udah sarapan tadi gas. Masih kenyang gw."


"Kebiasaan basa basi gw udah tau lu belum sarapan karena tahu pasti gw paksa makan di rumah gw." bagas berdiri dan menuju dapur di ikuti bayu.