INDIGO & 7

INDIGO & 7
37. Tomi berulah lagi.



Setelah urusan di ruang BK keluar bayu dan bagas duduk di depan kelas saja karena waktu istirahat kurang 10 menit.


Saat ngobrol bayu mendapat bisikan dari seorang perempuan.


'Pulang jangan lewat jalan utama! Tomi berencana mencegat dengan banyak orang.'


'Siapa kamu sebenarnya?' Tanya bayu dalam batin.


Wulan jadi kaget kok bayu bisa ngobrol dengannya semudah itu.


'Aku yang selalu menjagamu' jawab wulan.


'Tunjukan wujudmu aku ingin melihat dan mengenalmu!' perintah bayu.


'Cepat atau lambat kau akan melihatku bayu angin hihi...' ucap wulan terkikih.


"Woy di ajak ngobrol diem aja." ucap bagas.


"Ehh iya ada apa gas?"


"Sialan dari tadi gw ngomong lu nggak denger asem banget dah. Gw mau beli minum dulu haus nih."


"Oke deh gw masuk kelas dulu." ucap bayu.


Saat bayu di kelas dan baca baca buku nafia datang.


"Lagi belajar kak?" basa basi nafia.


"Enggak kok ada apa?" tanya bayu menutup bukunya.


"Emm anu kak tadi si tomi itu ngaku ngaku pacarku ya kak?" tanya nafia.


"Iya emang dia beneran pacarmu apa?" tanya bayu kepo.


"Sebenernya bukan tapi orang tua kami yang jodohin tapi aku nggak mau dan si tomi ngejar ngejar aku terus kak. Setiap aku deket cowok selalu di samperin cowoknya sama dia. Tapi baru kali ini ada yang berani hajar si tomi. Kakak hebat deh bisa bela diri keren banget." ucap nafia memuji.


"Ahh biasa aja kok. Sini duduk dulu!" ucap bayu.


"Ada apa kak? kan belum bel masuk." tanya nafia duduk di kursinya.


"Kamu kok cantik banget sih. Pantes si tomi ngejar ngejar kamu. Pasti selain tomi banyak ya yang ngejar kamu." ucap bayu membuat pipi nafia memerah.


"Ihh kakak muji aku berlebih. Cuma 3 orang yang ngejar sih tapi aku nggak peduli karena aku punya cowok pilihanku sendiri." ucap nafia menatap mata bayu.


Tiba tiba bayu bisa melihat isi hati nafia.


'Aku sebenernya suka kamu kak bayu. Tapi kamu dingin banget saat awal ketemu. Sampai hari ini bisa ngobrol aja aku udah bahagia.'


"Kak oi kak." ucap nadia menyadarkan bayu.


'Jadi dia suka gw. Apa langsung gw tembak aja ya?'


"Fi seandainya kakak suka kamu. Kamu mau nggak tettt....(Suara bel masuk berbunyi)"


"Hah apa kak? nggak denger bisa di ulang?" ucap nafia.


"Anu fi nanti pulangnya tak anter aja ya kan berangkatnya bareng aku tadi." ucap bayu batal menembak nafia.


"Emm boleh sih asal pelan pelan kalau kayak tadi aku nggak mau di bonceng lagi." ucap nafia.


"Iya iya siap." ucap bayu.


......................


'Hormatku untuk bunda. Ada apa bunda memanggil saya secara tiba tiba?" ucap wulan.


'Mohon maaf bunda kenapa harus begitu? Saya bisa menjaganya tanpa harus menampakan wujud bun.' Bantah wulan kurang setuju.


'Kamu lupa kejadian di istana dulu? Bayu bisa melihat kita dan melihat istana ini. Berarti kemampuan matanya jauh di atas rata rata. Butuh waktu saja sampai bayu bisa melihatmu walau ilmu panglimunanmu tingkat tinggi.'


'Baik ibunda saya mengerti. Mohon ijin undur diri saya merasa ada yang tidak benar terjadi pada bayu.' ucap wulan.


'Baiklah cepat kembali anakku.'


......................


Saking senang bisa bersama nafia terus bayu lupa dengan pesan wulan tadi siang. Bayu dengan kecepatan 70 melaju melewati jalan utama kota menuju arah selatan. Di tempat lain tomi dan 20 preman bayaran sudah menunggu kehadiran bayu. Tapi sayang rencana mengkroyok bayu harus di tunda karena bayu sedang bersama nafia jadi dia menunggu bayu pulang dari rumah nafia.


Wulan sudah ada di samping bayu saat bayu melewati gerombolan preman bayaran itu dan wulan tahu siasat licik mereka. Wulan punya ide untuk memgerjai mereka yaitu dengan menyamar menjadi bayu. Ya betul saat bayu sudah tidak terlihat preman itu sudah dalam posisi siaga menanti bayu lewat lagi dan yang di tunggu sudah muncul. Penyamaran wulan sanggup memgecoh mereka dan membawa mereka ke sebuah hutan. Saat bayu berhenti di jalan tengah hutan itu 20 orang itu datang tanpa tomi yang tiba tiba di telpon ayahnya.


"He bocah cepat turun dan hadapi kami!" perintah si botak yang kekar.


Wulan yang ingin bermain main saja turun dari motor dan menatap semua preman itu. Ternyata salah satu dari mereka punya kemampuan non fisik alias supranaturan. Batin wulan 'Kesempatan bermain dengan anak itu.'


"Kenapa lu diem aja? Takut?" ucap si gondrong.


"Kalian tidak malu mengroyok anak ingusan yang sendirian ini?" ucap bayu KW.


"Rasa malu kita udah hilang yang utama adalah uang." ucap si jangkung kurus.


"Ya udah maju semua jangan satu satu." ucap bayu kw dan memasang kuda kuda.


19 orang maju menyerang tapi aneh tidak satupun pukulan atau tendangan mengenai bayu kw. Yang tau jurus atau ajian ini komen di kolom komentar ya.


Merasa lelah mereka berhenti untuk mengambil nafas dan mengisi tenaga.


"Cuma segitu kemampuan kalian? Berkeringat saja belum kok udah capek. Sini maju lagi." Ledek bayu kw.


"Sialan nih bocah nantangin ya. Ambil senjata kalian kita sate bocah tengik ini di sini." perintah si botak.


Pisau,pedang,clurit,tongkat bisbol dan rantai gear di keluarkan dari baju mereka. Saat mereka maju ada angin yang menerjang mereka dan jatuh terpental ke belakang.


"Sialan angin apa tadi?" tanya si gondrong.


"Nggak tau kenceng banget."


"Udah ngobrolnya?" ucap bayu kw.


Setelah puas mengerjai dengan ilmu non fisik kali ini wulan ingin menjajal kemampuan fisik secara langsung.


Mereka maju bayu juga maju kali ini pukuran mereka mendepat sasaran tapi sasarannya adalah teman mereka sendiri. Gerakan bayu benar benar cepat sampai mereka saling adu pukul sesama preman. Tidak sampai di situ saja bayu juga tidak hanya cepat tapi juga melancarkan bogem dan tendangan ke arah mereka satu persatu hingga mereka jatuh tersungkur.


Di tempat lain bayu asli sudah sampai di rumah megah bernuasa serba putih. Rumah itu kediaman nafia yang ternyata anak orang kaya sekecamatan.


"Makasih ya yu udah nganterin aku pulang. Mampir dulu lah." ajak nafia.


"Lain kali aja ya. Ohh iya sabtu malam ada acara nggak?" tanya bayu.


"Kalau itu belum tahu sih nanti tak kabarin." ucap nafia.


"Oke deh gw balik dulu ya. Assalamualaikum." ucap bayu.


"Iya hati hati di jalan."


Saat berhenti di lampu merah bayu melihat tomi di belakangnya. Tomi juga melihat tajam ke arah bayu sepertinya dia sedang terheran dengan bayu. Saat bayu jalan tomi mengikuti kemana bayu berbelok karena merasa di ikuti bayu berhenti di tempat ramai dan turun dari motor melelas helmnya. Ternyata tomi juga berhenti dengan jarak 15 meter dari bayu berhenti sekarang. Tapi setelah itu tomi kembali jalan entah kemana.


'Ngapain tuh anak ngikutin gw? kurang kerjaan banget deh.' batin bayu dan melanjutkan jalan pulang.


...Lanjut chapter selanjutnya>>>...