
Setelah pesanan di antar tanpa banyak omong mereka segera menyantapnya. Selesai makan mereka bergegas pulang karena jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Di perjalanan pulang bayu merasa aura kampung kakeknya ini berubah jadi lebih gelap walau sedikit. Bukan efek matahari terbenam tapi mungkin ada makhluk astral yang akan muncul. Skip sampai rumah mereka segera mandi dan ganti pakaian setelah itu makan bersama di meja makan dekat dapur. Selesai makan rahma berkata kalau bayu dan bagas satu kamar di kamar depan dekat pintu lalu ayu bersama nafia di kamar depannya kamar bayu dan bagas. Sopi dan rahma di kamar sampingnya kamar bayu dan bagas. Barang barang pun di bawa masuk ke kamar masing2. Bayu keluar kamar dan menuju teras ternyata ada nafia di sana. Nafia menatap langit senja yang begitu indah. Bayu melihat jam ternyata sudah setengah 6.
"Fi ngapain di situ? nggak dingin?" tanya bayu ke nafia yang hanya memakai baju lengan pendek dan hot pants nya.
"Fi kok diem aja sih? Kamu udah beberesnya?" ucap bayu di ambang pintu belum tahu siap cewek di teras yang mirip nafia itu.
"Fi bentar lagi maghrib ayo masuk!" ucap bayu yang masih di acuhkan cewek itu.
Setelah beberapa menit bayu mengamati bayu merasa itu bukan nafia dan cewek itu menengok ke arah bayu. Dan pasti kalian bisa menebak mata cewek itu kosong dan mengeluarkan darah sampai menetes banyak di pipi dan kaosnya. Bayu langsung melonjak kaget dan masuk ke dalam.
Saat bayu hendak berbalik badan dan masuk bayu menabrak bagas dengan keras sampai bagas terjengkang di tindih bayu.
"Apa apaan sih lu? main tabrak aja." ucap bagas berusaha berdiri.
"Ehh sorry sorry gas anu gas di depan ada anu." ucap bayu gagu.
"Anu anu apaan setan jangan aneh aneh deh lu." ucap bagas ngawur tapi bener.
"Iya gas di teras ada setan tanpa bola mata." ucap bayu.
"Ahh masa sih jangan ngibul lu. coba gw cek." ucap bagas dan menengok ke teras dan hasilnya nihil nggak ada siapa siapa.
"Ahh nggak ada siapa siapa kok. Paling halusinasi lu aja kali. yuk sholat aja kata si mbah di deket pertigaan ada mushola kecil." ucap bagas.
Bayu yang masih memikirkan kejadian barusan merasa heran karena dari tadi dia tidak melihat setan satupun tapi kenapa sekarang muncul.
"Malah diem ayo sholat yu." ucapan bagas menyadarkan bayu.
"Gw sholat du kamar aja deh. Perasaan gw nggak enak." ucap bayu.
Karena bayu menolak sholat di mushola bagas menunggu mbah nang untuk bareng ke mushola.
Setelah sholat bayu duduk di ruang tamu dan tak berselang lama mbah dok duduk di samping bayu.
"Nak mbah mau tanya."
"Tanya apa mbah?"
"Itu cewek yang di kamar bareng ayu iyu kekasihmu?"
"Iya mbah ada apa ya?" jawab bayu jujur.
"Ya nggak apa apa dia baik dan cantik tapi mbah berpesan untuk hati hati sama dia. Bukannya musuh yang berbahaya itu bukan seorang penjahat tapi seorang sahabat berhati jahat." ucap mbah dok dengan bijak.
"Apa bayu harus menjauhinya mbah?" tanya bayu.
"Tidak nak. Mbah tidak menyuruhmu menjauhinya mbah cuma mau bayu hati hati sama dia."
"Memang apa yang perlu bayu waspadai dari nafia mbah?"
"Tidak apa apa. Nenek ke dalam dulu ya." nenek berdiri dan beranjak pergi.
Setelah mbah dok pergi bayu jadi memikirkan nafia. Apa nafia berbahaya? Apa nafia siluman?
Saat bayu sibuk dengan lamunannya mereka berempat keluar dan duduk di kursi ruang tamu.
"Mas yu sinyalnya di sini kok jelek banget ya. Ada warung wifi nggak?" tanya sopi.
"Ya nanti cari bareng bareng nunggu masmu pulang dulu." ucap bayu.
"Yu sini bentar deh. Sorry ya fi pinjem bayu bentar."
"iya kak." jawab nafia.
Rahma dan bayu duduk bersebelahan dan rahma ngomong berbisik ke bayu.
"Yu tadi sebelum sholat maghrib aku lihat jendela kamar nah di samping rumah ada orang jalan kakinya pincang dan ternyata kakinya cuma sebelah. Jadi jalannya lompat gitu. Aku ngira itu bukan orang deh soalnya bulu kudukku merinding banget." ucap rahma.
"Hmm gimana ya aku sih nggak bisa komen pesenku cuma 1 ma jangan keluar rumah kalau udah malem. udah itu aja sih dan jangan cerita ke siapapun termasuk bagas karena bagas belum tentu percaya kalau nggak ngalamin sendiri."
Rahma mengangguk tanda setuju dan bayu kembali duduk di samping nafia. Nafia juga tidak ingin tahu apa yang di bicarakan bayu dengan rahma. Itu lah keunikan nafia dia tidak gampang kepo dengan urusan orang lain padahal bayu pacarnya.
Beberapa saat bagas dan mbah nang pulang. Bayu bertanya pada kakek tempang warung wifi dan kakek bilang kala 30 meter ke barat ada warung wifi di situ. Mereka berempat akhirnya ijin untuk wifinan di warung itu. Mbah nang berpesan waktu isya segera pulang dengan alasan sholat nggak boleh di tunda tunda.
Sampai di warung wifi yang di bilang mbah nang suasananya sepi. Bayu melihat ibu ibu yang sepertinya penjaga warung wifi itu.
Bayu bilang ke ibu itu mau wifian tapi ibu itu malah kaget.
"Masnya bukan orang sini ya?" tanya ibu itu.
"Anaknya Ismi ya?"
"Bukan bu itu budhe saya. Bapak saya namanya Budi."
"Ohh budi iya iya. Ayo masuk aja nggak baik di luar." ucap ibu itu.
Mereka berenam masuk ternyata di dalam sudah ada beberapa bocil yang sepertinya juga wifian.
Setelah sandi di beri tahu bayu membayar ternyata untuk 6 orang cuma 6 ribu. Termasuk murah sih soalnya di kota wifi minimal 2 ribu per orangnya. Di dalam bagas asik ngobrol bareng bocil dan mereka mabar. Bayu sedang main game clash of clans lalu nafia bilang kalau dia takut.
"Yank pulang yuk aku takut. Suasanannya sepi entar kalau malem tambah sepi." ucap nafia.
"Bentar dulu say itu ayu sama sopi lagi asik wifian. Nggak usah takut kan kita rame jadi gak bakalan sepi."
Nafia akhirnya diem di samping bayu sambil melihat bayu main game.
"Yank yank kamu denger barusan nggak?" tanya nafia yang menengadahkan kepalanya mencari asal suara.
"Iya aku denger udah diem aja yang lain nggak denger kayaknya." ucap bayu yang celingukan mencari suara gedebung tadi yang sepertinya di sebelah rumah itu.
"Gamau aku mau pulang aja. Kalau kamu nggak mau nganter aku pulang sendiri aja." ucap nafia berdiri dan ingin keluar dari rumah itu.
"Iya iya aku anterin." bisik bayu.
"Gas titip ayu ya gw nganterin nafia balik katanya udah ngantuk."
"Ohh iya yu tenang aja."
Bayu pulang bersama nafia, baru keluar dari pintu bayu terkejut melihat di sekitar rumah banyak setan berkeliaran dan mereka semua melihat bayu dengan tatapan tajam. Kalau tidak ada nafia mungkin bayu udah lari ketakutan. Tapi karena gengsi bayu menahannya setengah mati. Rasanya bayu seperti fashion show di depan para demit atau setan setan itu. Baru beberapa langkah terdengar suara gedebuk lagi soantak nafia dan bayu menengok ke arah suara itu. Ternyata suara itu berasal dari pohon pohon pisang yang di atasnya ada beberapa pocong yang lompat lompat di atasnya. Dan pocong yang jatuh ke tanah menghasilkan suara Bugh.. gitu. Nafia langsung lari secepat mungkin di ikuti bayu di belakangnya.
Sampai rumah si mbah nafia dan bayu duduk di kursi dengan nafas senin kamis.
"Hah hah hah... tadi itu apa yank kok lompat lompat gitu?" tanya nafia.
"Nggak tau kalau kamu takut langsung masuk kamar aja say."
"Apa itu yang di sebut pocongan ya say." ucap nafia udah agak tenang.
"Iya say emang kamu belum pernah lihat pocong ya?" tanya bayu.
"Belum sih say." jawab nafia.
"Ada apa kok ribut ribut?" tanya mbah nang yang keluar dari ruang tamu.
"Anu mbah di dekat rumah sebelah sana lo ada pocong lebih dari satu. Terus kita lari deh berdua." ucap bayu.
"Yo pantes le nyapo kok gak bareng ae. Pancen nk dewe utowo wong loro demit podo jail." ucap mbah dok.
"Berarti kudu luweh soko wong 2 ya mbah?" ucap bayu dengan bahasa jawa. Buat yang nggak ngerti bisa di translate sendiri ya.wkwk🤣
"Yo nek iso genep le dadi minimal e wong 4,6 opo 8." Jelas mbah nang.
"Tapi mbah awan mau kok sepi t gak ono demit babar blas la nek bengi kok rame ngalah ngalahi pasar." ucap bayu.
"Wes wes di bahas sesok maneh. Nduk nk sampean wedi ndang melbu kamar." ucap mbah dok yang membuat nafia bingung.
"Mbah nafia ndak isi omong jowo." ucap bayu sambil tersenyum lucu melihat wajah bingung nafia.
"Oalah. Nak kalau takut kamu masuk kamar aja mbah temenin." ucap mbah dok.
"Nggak usah mbah nunggu ayu pulang dulu."
Karena nafia menolak mbah nang dan mbah dok kembali masuk ke dalam untuk menonton tv.
...----------------...
Pemberitahuan kalau novel baru akun muncul kalau novelku yang ini udah 100 episode jadi author mau tanya genre yang kalian sukai untuk novel keduaku nanti.
Author mau tanya nih. Kalian para pembaca lebih suka cerita yang full horor atau full romansa percintaan atau gabungan dari kedua genre tersebut seperti cerita Indigo & 7 ini?
Jawab di komentar reader!
Author juga ucapkan terima kasih atas like dan komentarnya itu sangat membantu author untuk terus berkarya.
Salam untuk kalian semua sehat selalu ya.