
Setelah di rasa sudah larut malam mereka berdua membayar dan pulang ke rumah masing2.
Hampir tengah malam wulan datang dan membangunkan bayu dari tidurnya.
"Heh bangun ayo latihan."
"Pules banget nih anak ridurnya. Woiiii bangunnn...." ucap wulan dengan suara keras otomatis bayu terbangun dan membuka mata.
"Apaan sih lu ganggu gw tidur aja."
"Idih lupa lu mau latihan sama gw ayo bangun atau lu gw lempar keluar dari jendela." ancam wulan.
"Iya iya aghh gw banggun." ucap bayu bangun dan duduk di tepi ranjang.
"Pegang tangan gw kita berangkat." ucap wulan mengulurkan tangannya.
Bayu memegang tangan wulan yang dingin lalu wushhh..... bayu tidak bisa melihat sekitar.
Hoeg.. hoegg bayu muntah muntah di tempat wulan berhenti.
"Udah sampai di tempat kamu latihan tenaga dalam." ucap wulan.
"Hah hah kita di mana?" tanya bayu.
"Puncak Wijaya. Sekarang lakukan seperti biasanya kamu berlatih sendiri." ucap wulan sambil menunjuk tempat lapang dengan rumput yang lembut dan rapi.
Bayu bersila dan melakukan seperti biasanya sampai energi terkumpul di tangan kanan.
"Lakukan hal yang sama di tangan kiri."
Setelah kedua tangan bayu berisi energi wulan menyuruh bayu menyatukan kedua tangannya dan bum bayu tepental efek ledakan dari energi itu.
"Tenang aku sembuhin kok. Gagal di percobaan pertama itu wajar kok. Aku tau tadi kamu maksain buat 2 energi itu bersatu kan? Yang benar pelan pelan aja."
Percobaan kedua bayu berhasil dan sekarang hawa dingin di tangan bayu si tambah seperti aliran listrik kecil. Bentuk sebuah bola di antar telapak kanan dan kiri. Yhup muncul bola energi sebesar bola beseball.
"Lemparkan ke arah mana saja bebas."
Bayu melempar bola itu ke depan dan kratakk...bugg...sebuah pohon kelapa ambruk ke arah bayu tapi dengan cepat wulan memindahkan bayu.
"Buka matamu dan lihat hasil bola energimu tadi."
"Hah pohon ini ambruk kena bolaku tadi?" tanya bayu kaget.
"Iya benar. Gimana lebih dasyat kan efeknya di banding hanya 1 tangan. Efeknya jauh lebih kuat saat kamu sudah benar benar mengendalikan energi di tubuhmu. Sekarang lihat energi di tanganku ini." wulan mengeluarkan bola energi sebesar bola voly lalu bola itu berubah jadi pedang.
"Nah kalau kita sudah menguasai energi ini hasilnya kita bisa mengubah bentuk energi sesuai keinginan kita dan ingat aku tanpa menutup mata. Nah hal selanjutnya yang akan aku ajarkan yaitu melatihmu mengolah energi tanpa menutup mata. Tapi sayangnya waktu kita habis lu sih tidurnya kemaleman."
"Emang sekarang jam berapa? tanya bayu.
" Udah setengah 5 ayo kita kembali sebelum ibumu tahu anaknya hilang."
Bayu berdiri dan di ajak wulan pulang.
Skip pagi harinya bayu masih mengantuk tapi tidak mungkin dia tidur lagi jadi bayu memilih main ke rumah joni aja. Btw bagas hari ini kencan jadi bayu nggak mungkin ke rumah bagas.
Sampai di rumah joni bayu memencet bel rumah dan muncul ibu ibu muda dengan paras cantik.
"Ehh kamu ayo sini masuk nggak di kunci kok tante lagi masak." ucap beliau dari depan pintu rumah.
"Joni ada tan?"
"Ada tuh di lantai 2 langsung naik aja."
Bayu membuka gerbang dan masuk.
"Tante lanjut masak dulu ya."
"Iya tan."
Bayu naik dan menuju sebuah suara gaduh. Di dalam ruang gym joni sedang latihan bertarung.
"Jon lagi latihan?" tanya bayu.
"Kampret ngagetin gw aja lu. Dateng nggak kabar kabar. Iya nih mumpung libur." ucap joni membereskan beberapa peralatan.
"Gw udah WA tadi lu ke gereja nggak tapi cuma centang 2 ya udah gw ke sini." ucap bayu.
"Kayak nggak tahu gw aja. Gw ke gereja cuma akhir bulan aja yu. Ada apa nih mau ngajak jalan jalan?" tanya joni.
"Nggak sih ngantuk aja gw di rumah mau balik tidur di marahin ibu gw."
"Mancing yuk!" ajak joni.
"Hehe terus ngapain? di rumah gw aja mau ngapain?"
"Ke rumah gembul aja yuk ngambil mangga di depan rumahnya."
"Jam segini gembul di toko lah yu. Tapi gw telpon dulu."
Bayu menelepon satrio ternyata benar dia sedang ada di toko."
"Tuh kan bener. Aha gw ada ide yu ayo ikut gw!" ucap joni turun masuk kamar ganti baju dan mengeluarkan motornya.
Di perjalanan bayu masih bertanya-tanya mau kemana mereka. Setelah 10 menit perjalanan bayu tiba di sebuah objek wisata di kota M. Bayu dan joni masuk dan tidak bayar seolah joni pemilik tempat ini.
"Njir kok gak bayar kita. Terus kita di sini mau ngapain?" tanya bayu.
"Hehe... udah lu ikutin aja gw nanti juga ngerti."
Akhirnya mereka berhenti di sebuah kolam renang.
"Lu mau renang jon?"
"Enggak kita nongkrong aja di sana sambil lihatin pemandangan." ucap joni.
"Njir malah nonton cewek cewek lu."
"Gimana enak kan di sini." ucap joni setelah nemu spot terbaik untuk lihatin cewek putih mulus di kolam dengan baju renangnya.
"Ahh elu kebiasaan. Pantes arum nggak pernah mau sama lu orang kerjaan lu kayak gini." gerutu bayu.
"Ya mungkin saat ini arum belum menerima cinta gw aja yu. Tapi gw yakin kalau gw bisa dapetin arum suatu saat nanti."
"Haha ngimpi lu jon."
"Haha... bukannya sebuah keberhasilan berawal dari mimpi yang semu. Ayo lah kita masih muda kalau mimpi jangan setengah setengah."
"He kebanyakan mimpi bukannya lu akan berhasil tapi malah tenggelam ke dalam kebahagiaan yang tidak nyata."
"Maksudnya?" tanya joni bingung.
"Iya lu kalau mau berhasil harus ada usaha yang nyata jangan cuma bermimpi."
"Iya gw tau itu tapi bukannya ke keberhasilan harus di planing dulu secara matang. nah planing itu kan termasuk mimpi juga yu." ucap joni ada benarnua juga.
"Misi mas ini minumannya." ucap pelayan cantik.
"Taruh situ aja mbak. Sebesar apapun usaha tanpa planing ibarat renang di pusaran air ya kita bakal gagal."
"Cita cita lu apa sih jon? perasaan setiap di tanya jawaban lu cuma jadi orang yang lebih baik."
"Cita cita gw emang itu yu. Gw nggak mau stuck di joni yang sekarang, joni yang di cap sebagai preman,di takutin banyak orang. Sejujurnya tadi gw masuk juga udah bayar tapi di tolak ya udah gw nggak maksa. Gw mau jadi orang baik yu tapi entah kenapa kok berat ya. Setiap kali ada orang yang di tindas gw selalu ingin belain."
"Itu juga udah baik jon cuma kadang cara lu aja yang salah."
Mereka lanjut ngobrol sampai tidak sadar ada cewek yang mantep banget di belakang mereka sambil mendengarkan debat mereka berdua.
"Hey." sapa cewek itu.
"Halo" jawab bayu dan joni.
"Kenalin aku Claudia di panggil clau. Boleh gabung?" ucap cewek itu yang sangat cantik sebanding dengan nafia dan erlin.
"Boleh kok sini duduk aja gw joni." ucap joni menyalami claudia
"Bayu." giliran bayu dan tangan claudia sangat halus.
"Kalian nggak renang?" tanya claudia.
"Enggak clau kita di sini gabut aja di rumah." jawab joni.
"Pasti di sini cuma mau lihat lihat cewek renang kan hihi..." Alamak senyumnya bikin deabet naik.
"Hehe tahu aja kamu."
"Heh lu aja ya gw nggak." ucap bayu.
"Kalian asal dari mana?" tanya claudia.
"Asli kota M kok. Kamu orang mana kok kayak bule." tanya joni mulai PDKT.
"Aku tinggal di banyuwangi si sini liburan tapi teman temanku bawa pacar aku sendirian."
Bersambung