
Setelah nafia di antar pulang bayu segera pulang dan benar saja ibunya langsung memanggil bayu.
"Yu sini bentar." ucap ibunya di ruang tamu.
"Ada apa bu tumben?"
"Gini kakekmu tadi telpon kamu di suruh ke sana." ujar ibunya.
"Kapan bu?"
"Kalau bisa besok pagi yu. Besok nggak ada acara kan?"
"Nggak sih bu tapi sampai berapa hari bayu du rumah kakek?"
"Kalau bisa ya sampai liburan selesai tapi ya kalau bayu seminggu udah bosen di sana boleh pulang."
"Yaudah kalau gitu soalnya bayu ada janji buat mendaki gunung bu."
"Hah ngapain sih mendaki gunung segala? apa nggak ada tempat lain yang bisa di kunjungi?" ucap ibu bayu kaget.
"Yah udah terlanjur janji bu kan ibu sendiri janji adalah hutang. Lagian bayu naik gunung bareng bagas juga bu yang udah terbiasa jadi aman kok."
"Masalahnya kamu dengan bagas itu beda. Kamu bisa lihat yang tidak bisa di lihat bagas nanti kamu kesurupan malah ngrepotin bagas kan nggak enak. Lagian kamu juga nggak pernah naik gunung nanti nggak kuat."
"Tenang bu bayu pasti kuat kok. Soal hantu bayu udah nggak begitu takut bu cuma kadang kaget aja. Pokoknya bayu tetep jadi mendaki setelah pulang dari rumah kakek bu." ucap bayu memaksa.
"Yaudah terserah kamu aja lah." ucap ibu lalu meninggalkan bayu di ruang tamu.
"Jam segini bagas di rumah nggak ya?" batin bayu.
Akhirnya bayu pergi ke rumah bagas aja jalan kaki.
Sampai rumah bagas ada ayu,sopi dan 3 teman ceweknya. Otomatis bayu manggil ayu buat tanya bagas di rumah nggak. Kata ayu bagas sedang tidur lalu sopi menyahut suruh bangunin karena dari pagi tidur mulu. Yaudah bayu masuk dan melihat bagas tidur di sofa depan tv. Jurus usilnya di keluarkan dengan mengagetkan bagas seolah olah rumahnya kebakaran.
"Woii gas bangun rumah lu kebakar bangun woi bantuin ambil air."
"Hah mana yang kebakar mana yu mana air." jawab bagas setengah sadar.
Setelah sadar bayu langsung di jitak oleh bagas.
"Ada apaan yu ngagetin gw aja."
"Yang nyuruh noh si sopi katanya lu dari pagi tidur aja. Ini ada perlu dikit."
"Emang sialan tuh bocah. Gw jam 5 baru tidur karena begadang nonton bola. Bentar gw mau mandi dulu biar seger yu."
"Yaudah gw gangguin sopi dulu."
"Yoi."
Bayu dengan senang hati keluar ke teras dan berjongkok di samping sopi.
"Lagi ngerjain apa sih kok serius banget."
"Aduh kenapa keluar sih mas. Yu jagain masmu biar nggak usil bin jahil." ucap sopi menjauh dari bayu.
"Mas jangan gangguin dong kita lagi tugas kelompok nih. Kalo jahil ayu bilangin ibu lo biar nggak di kasih uang jajan." Ancam ayu dengan wajah di buat seram.
"Yaelah cuma jongkok di sini aja kok jahil apanya sih dek."
"Alah mas bayu gk jahil aku pus up 20x" ucap sopi.
"Udah udah ayo di lanjut nggak kelar2 nih."
"Emang lagi buat apa sih dek?" tanya bayu ke temannya sopi.
"Ini mas buat teks drama yang berisikan 5 orang tapi pakai bahasa jawa." jelasnya.
"Awas vi jangan deket2 mas bayu nanti rabies lo." ejek sopi.
"Enak aja lu samain gw sama guguk." ucapan bayu membuat yang lain tertawa.
"Udah mas jangan ganggu kalau nggak mau bantuin." ucap ayu mengusir bayu.
"Wah wah jangan meremehkan gw. Sini gw bantu dek. Ohh iya nama adek siapa?" tanya bayu.
"Silvi mas. Beneran mas bisa buatnya? Dari tadi kita bingung buatnya."
"Mas silvi udah punya cowok jangan macem2." peringat ayu.
"Iya gw juga nggak doyan adek2 gemes." jawab bayu.
"Siapa juga yang mau sama mas bayu." ledek sopi.
"Wah meremehkan. Udah jadi ini ada temanya nggak?" tanya bayu mulai serius.
"Temannya bebas sih mas tapi yang susah itu pakek bahasa jawa." jawab ayu.
"Ealah wong jowo kok gak iso boso jowo ki pie t dek dek. Koyok ibuk ae boso jowo gk jangkep." ucap bayu pakai bahasa jawa.
Translate:
"Wah orang jawa kok tidak bisa bahasa gimana sih dek dek. Kayak ibu aja bahasa jawa nggak lengkap."
"Coba mas buat nanti kalau bagus tak pakek mas."
"Yah kalo gitu sama aja mas ngerjain dong. Tapi gini aja mas kan haus nih beliin es degan dong." ucap bayu meminta imbalan.
"Iya deh mas nanti aku beliin. Asal teks dramanya bagus ya." ucap silvi.
"Oke siap."
Bayu pun membuat teks itu dengan serius dan yang lain malah ngobrol sendiri.
Sekitar 15 menit bagas udah selesai mandi dan lihat bayu bersama sopi dan lainnya.
"Yu ngapain lu?" tanya bagas.
"Kok lu ikutan kerja kelompok juga yu." ucap bagas yang berdiri di samping bayu.
"Lu jadi perlu apa sih? Gw udah kepo nih."
"Nah udah selesai kalian cek gih. Yee malah ngerumpi."
"Ehh iya mas maaf ke asikan ngobrol. ucap temennya sopi selain silvi.
" Es degannya gw tunggu di dalem nggak lebih dari 10 menit ya." ucap bayu masuk ke dalam di ikuti bagas.
Sopi dan silvi segera keluar dari rumah naik motor untuk cari beli es degan.
"Jadi gimana yu?"
"Gw mau tanya aja sih. Lu kapan naik gunung gas? katanya mau ajak gw." ucap bayu.
"Lah bukannya waktu itu lu gk mau ya? kok berubah pikiran hayo ada apa nih." selidik bagas.
"Mau langsung jujur atau basa basi dulu nih."
"Pacar gw ngajak naik gunung gas makanya gw tanya ke elu. Gak mungkin gw berdua naik gunung secara gw sendiri belum tahu track gunung itu kayak apa dan aturan aturan lainnya."
"Ohh gitu tapi gw nggak jadi naik gunung yu karena ya gitu lah capek. Tapi kalau lu ngebet pingin naik gunung nanti gw calling temen gw dulu pada bisa ikut apa enggak."
"Minggu depan aja gas gapapa soalnya besok gw di suruh ibu gw ke rumah kakek gw."
"Wah kalau gitu gw calling temen gw sekarang deh semoga ada yang bisa."
"Oke gas sorry ya ngerepotin lu terus gw." ucap bayu tidak enak hati.
"Udah kalem aja selama gw bisa pasti ge bantu kok."
"Thanks brother lu emang sahabat terbaik gw." ucap bayu memeluk bagas.
"Sahabat is oke tapi gw normal yu jangan peluk peluk gitu lah." bagas melepas pelukan bayu.
"Hallo..."
"Mas ini es nya buruan ambil." teriak ayu.
"Bentar ye gw ke depan dulu."
"Bagas yang sedang telponan hanya memberi gestur jempol."
"Wah mantap beli banyak nih." Iya lah gw kan baik dan masih inget punya kakak ngeselin tuh lagi telpon." sindir sopi ke bagas.
"Ohh yang satu buat bagas. yaudah gw bawa ya."
"Ehh bentar mas sini dulu.." Ucap silvi.
"Ada apa?"
"Ini udah bagus mas tapi tolong tentuin dong peran kita berlima sesuai tokoh dalam cerita."
"Aslinya bebas sih tapi kalau berdasarkan penilaianku bawang putihnya ayu,silvi jaji ibu peri,itu yang di samping ayu jadi ibunya,terus kamu jadi bawang merah aja."
"Terus aku jadi apa mas?" tanya sopi.
"Ohh iya lu juga ikut kirain enggak. Elu jadi pembantunya aja sop" ucap bayu sambil tertawa.
"Ogah ogah rev tukeran peran sama gw."
"Nggak mau kan udah di bagi sama masnya tadi."
"Haha...Tenang sop di awal lu jadi pembantu tapi di akhir lu jadi ratu."
"Beneran mas?" tanya sopi penuh harap.
"Beneran kalau lu tambahin sendiri di dalam teks.🤣🤣" bayu pun masuk membawa 2 es degan.
"Nih gas es degan. Siang siang gini paling nikmat minum es." ucap bayu.
"Es degan ya di taruh gelas enak kalo di sedot nggak bisa lah."
Tiba tiba sopi lewat sepertinya mau ke dapur.
"Pi pi titip 2 gelas ya." ucap bagas.
"Gak bisa tangan sopi cuma 2." bantah sopi.
"Kan kaki lu ada 2 pas lah itu." bagas gak mau kalah.
"Jadi gini yu yang bisa ikut cuma 4 orang yu gimana jadi nggak?" tanya bagas.
"Emang naik gunung harus berapa orang sih gas?"
"Ya terserah sih asal nggak ganjil aja tapi lebih banyak tambah rame yu jadi gak capek."
"Tapi temenmu 4 terus gw sama cewek gw 2 trs elu berarti 7 dong itu kan ganjil."
"Tenang nanti gw paksa rahma ikut."
"Njir pemaksaan." bayu tertawa.
"Daripada dia mikir aneh aneh mending biar ikut aja yu."
"Tapi kalau gak mau gimana?"
"Tenang nanti gw langsung minta ijin orang tuanya aja kalau ortunya kasih ijin rahma gak bisa nolak yu wkwk..."
"Nih mas gelas" sopi Membawa napan berisi gelas dan sendok.
"Nah gitu kan pinter tangan 2 tapi bisa bawa 7 gelas dan sendoknya." ledek bagas ke adiknya yang bandel itu.
"Dari dulu sopi pinter." sopi pergi denga mulut mencibir.
Setelah itu bayu ngobrol bareng bayu yang tidak penting jadi kita skip ke.....