
Nawang mengubah diri jadi manusia dan mendekat ke arah kunti merah itu yang kakinya sudah mulai lenyap.
"Cepat katakan siapa yang mengirimmu untuk menganggu keluarga ini?" tanya nawang penuh intimidasi.
"Rekan dosennya menyuruh dukun dan dukun itu adalah majikanku. Aku di suruh menyakiti si pria tapi saat aku di kirim yang ada hanya istrinya akhirnya yang kena istri nya." jelas si kunti cepat karena racun nawang bereaksi cepat.
"Siapa nama pengirimnya?" tanya bayu yang sudah selesai bertarung.
"Handoko Dwi Kusumo." Jawabnya singkat
"Baiklah." Nawang membaca mantra lalu menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan dengan keras ke kunti merah itu. Setelah di sembur setengah badannya pulih dan utuh seperti semula.
"Sekarang pergilah dan jangan kembali sesuai janjimu!" ucap nawang.
Tanpa banyak omong si kunti menghilang entah kemana.
Bayu menghampiri pak ustad dan membantunya duduk. Sedangkan nawang mencoba mengobati pak ustad yang nampaknya ada hasilnya. Pak ustad berterima kasih telah di tolong. Bayu basa basi sebentar lalu di ajak nawang untuk pulang. Pak ustad juga langsung kembali ke raganya dan saat bangun darah sudah berceceran di lantai. Rupanya tadi pak ustad sempat muntah darah efek sukmanya terluka. Setelah sadar pak ustad merasa dadanya sakit sekali tapi dia bisa berdiri dan keluar dari kamar untuk menemui pak alex.
Di luar kamar pak alex ketiduran bersama satpam di samping nya. Pak ustad membangunkan mereka untuk meminta pakaian ganti sekaligus minta ijin pakai kamar mandi. Pak alex dan satpam terkejut melihat pakaian pak ustad yang terkena cipratan darah Sempat bengong sebentar pak alex segera mencarikan baju ganti untuk pak ustad.
Skip selesai mandi dan ganti pakaian pak ustad langsung menuju istri pak alex yang sudah sadar. Jasmin sudah bisa duduk dan kakinya sudah tidak sakit lagi. Pak alex memeluknya dengan sangat bahagia. Pak ustad mendekat dan meminta ijin membersikan sisa energi negatif di tubuh jasmin. Di dalam kamar pak ustad sedang membersihkan sisa energi negarif di temani pak alex.
"Alhamdulillah sudah selesai pak." ucap pak ustad berdiri lalu keluar kamar di ikuti pak alex dan jasmin yang sudah bisa jalan normal tanpa adanya rasa sakit. Pak ustad duduk di ruang tamu bersama suami istri itu.
"Terima kasih banyak pak sudah membantu menyelamatkan istri saya dari gangguan setan." ucap pak alex senang bukan main sambil merangkul istri tercintanya.
"Saya juga makasih pak sudah nyembuhin saya." ucap jasmin.
"Yang menyembuhkan Gusti Allah pak buk. Saya dan bayu hanya perantara ohh iya bayu sempat datang tadi pak di alam ghoib jadi dia yang lawan kiriman santet itu. Besok kalau ketemu bayu ucapin terima kasih juga pak ke dia. Dia itu masih muda tapi kemampuan nya 👍" ucap pak ustad menunjukan jempolnya untuk bayu.
"Iya pak besok saya akan ke rumahnya. Saya juga bersyukur kenal bayu pak. Tak salah saya minta bantuan dia dan akhirnya bertemu pak ustad yusuf ini." ucap pak alex.
Mereka berbincang sebentar lalu pak ustad pamit undur diri karena jam sudah menunjukan 00.20 yang artinya sudah lebih dari tengah malam. Sempat di tawari untuk menginap tapi ya pak ustad nggak mau karena baginya tidak sopan. Sempat juga pak ustad di tanya tentang siapa pengirim santet itu tapi pak ustad nggak tahu jadi pak alex di suruh tanya ke bayu saja besok.
......................
Pagi harinya bayu terbangun dengan tubuhnya terasa pegal2 entah itu efek bertarung semalam atau efek meraga sukma yang jelas hari ini bayu malas berangkat sekolah. Tapi berhubung hari ini dia ujian ya mau nggak mau dia harus berangkat karena ibunya tak akan ngasih ijin bayu tidak masuk.
Sampai di sekolah bayu sampai kelas udah ramai ruang kelasnya dan tak lama ujian di mulai. Saat tubuh pegal pegal mapelnya matematika bayu ingin banget menyobek nyobek soal nya karena sulit sekali. Tapi akhirnya bayu punya cara yaitu dengan menggunakan jurus pamungkasnya bayu selesai tepat sebelum bel ganti mapel berbunyi Jurus apakah itu? Yhup betul jurus hitung kancing baju. Dan soal isian di isi sekenanya. Sebenarnya bayu nggak bodoh soal matematika tapi karena tubuhnya lelah jadi otaknya susah di buat ngerjain soal matematika.
"Mas pulang sekolah di cariin pak alex tuh di suruh mampir ke rumah nya."
Chat miko nggak di balas bayu langsung tidur di kamarnya karena capek bukan main.
Sore harinya bayu di bangunin ibunya katanya ada tamu yang nyariin dia.
Bayu berjalan keluar dan menemui tamu tersebut ternyata dia pak alex dan istrinya.
"Selamat Sore mas. Maaf mengganggu hehe..." ucap pak alex.
"Nggak kok pak saya juga udah pulang dari jam 11."
"Iya ta? Jadi saya cuma mau ngucapin terima kasih sudah mau membantu menyembuhkan istri saya."
"Iya mas bayu terima kasih." ucap jasmin.
"Sama sana pak bu."
"Ini bapak ada hadiah buat kamu. Ini bukan karena kamu nolong istri saya ya. ini hadiah buat kamu yang baik kepada saya. Jangan di tolak karena ini rezeki untuk kamu." ucap pak alex menyerahkan anplop besar yang isinya tebal mungkin jika uang berisi 3 juta atau lebih.
"Gimana ya pak saya nggak berani terima pak. Dikiranya saya menolong dengan meminta imbalan." Ucap bayu tidak enak.
"Saya tahu kamu ikhlas menolong dan hadiah ini kami berikan juga ikhlas." ucap pak alex.
Bayu teringat kalau aris pernah berkata kalau dia sering menyumbang uang panti asuhan.
"Bagaimana kalau kita berikan hadiah ini ke panti asuhan saja pak? Bayu ingin banget berbagi rezeki pada anak anak panti pak." ucap bayu.
"Boleh saja itu ide yang bagus mas. MasyaAllah sungguh baik hatimu mas. Ayo kita berangkat mas mau berikan hadiah ini ke panti asuhan mana?"
Bayu mencari beberapa panti di google dan ada panti asuhan yang sedang membutuhkan dana untuk pembangunan panti tersebut. Bayu menunjukan panti itu ke pak alex dan dia setuju."
Singkatnya mereka sudah sampai dan di halaman panti bayu melihat motor yang tak asing baginya. Saat masuk benar saja di dalam sudah ada pak ustad yusuf.
"Assalamu'alaikum pak. Kok pak ustad di sini?" tanya bayu.
"Waalaikumsalam bapak sedang berbagi rezeki kamu juga ngapain?" tanya pak ustad balik.