
Setelah mas roni keluar.
"Wah gawat ris orgilnya banyak." ucap mas roni.
Aris segera menutup dan mengunci ruko dan berlari ke arah motor mas roni.
"Ayo mas buruan aku nebeng sampai gapura desa sukorejo ya."
"I iya ris." Sialnya motor tak kunjung menyala dan salah satu orgil berlari ke arah mereka berdua.
"Ayo mas cepetan mereka berlari ke sini." ucap aris mulai panik.
"Aduh dasar motor butut nggak tahu kondisi terdesak apa." Di pukulnya kepala motor dan di ogleng lagi berhasil menyala lalu mereka segera pergi.
Nyaris saja., Kalau mereka belum juga pergi mungkin mereka akan di kroyok oleh orgil orgil itu.
"Alhamdulillah selamat ris."
"Iya mas."
"Wah sepedamu ris ketinggalan."
"Niat tak tinggal sih mas soalnya kalau naik sepeda resikonya kekejar mereka. Udah biarin aja yang penting selamat."
Setelah aris turun mas roni melanjutkan perjalanan pulang.
Sampai di rumah aris mandi lalu makan.
"Sepertinya orgil orgil tadi sedang di kuasai makhluk halus yang di komandoi seseorang. Terpaksa aku akan mencari bantuan tapi mas bayu nggak di rumah kira kira agus bisa nggak ya." Aris langsung menghubungi agus.
"Halo gus Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam ada apa ris telpon malam malam?" suara agus sepertinya baru bangun.
"Udah tidur ya, Sorry ganggu."
"Gapapa ris santai. Ada apa nih telpon gw?"
"Besok free nggak? Gw ada perlu penting nih. Cuma lu harapan dan tempat gw cari solusi."
"Emang ada masalah apa sih ris?" tanya agus heran tak biasanya aris menelepon.
"Ada hubungannya sama hal ghaib tapi besok aja gw jelasin kalau lu free kita ketemuan di rumah gw."
"Itu mah gw yang dateng ke rumah lu ris. Free kok besok gw ke rumah lu tapi jam 9an soalnya pagi gw ke pasar."
"Oke gus." Telpon di matikan dan aris berusaha untuk tidur. Tapi rasanya sulit akhirnya aris cuma tidur ayam.
Paginya aris sarapan di warung dekat TPS dan di warung itu ada TVnya.
"Di dekat pasar dirmo pukul 9 malam terjadi keributan yang di lakukan oleh orang gila. Orang gila yang berjumlah 25 orang itu mengamuk dan mengacak ngacak seluruh pasar. Tak ada korban jiwa tetapi kemungkinan warung yang terbuka atau di tinggal lari pemiliknya mengalami kerugian yang banyak. Malam itu juga tim kepolisian berhasil mengamankan 15 orang gila dengan susah payah. 10 orang gila yang lain masih terus di buru oleh tim kepolisian." Suara berita di tv itu.
"Wah kejadiannya parah tuh. Pasar dirmo kacau tadi pagi ngantar istri belanja pada tutup soalnya nggak berani buka tokonya."
"Iya Jo banyak yang tutup. Terus ruko dan warung pada ancur semua mungkin mereka di serang terus memilih lari meninggalkan warungnya."
"Ya iya lah mil lu juga bakal lari kalau di keroyok orgil."
Seperti itulah pembicaraan beberapa orang di warung tempat aris sarapan. Aris lanjut makan dan di tv tadi terdengar berita yang sama.
"Kemarin sore di jalan Argomulyo terdapat puluhan orgil yang membuat kekacauan di jalan. Beberapa orang pengendara motor mengalami luka luka karena di serang orgil orgil itu. Ada 9 mobil rusak karena di hantam dan di lempari batu oleh orgil itu." Suara berita di tv.
"Wah kejadiannya hampir mirip tuh."
"Iya kok bisa ya. Wah bahaya nih mending nanti kita adain penjagaan aja di gapura supaya aman."
"Setuju gw."
"Keterlaluan nih." Aris buru buru menyelesaikan sarapannya dan bergegas pulang. Sampai di rumah aris menelepon agus.
"Halo ris kenapa? Masih jam 7 ini gw masih di pasar." jawab agus.
"Iya gw tahu tapi gw cuma mau ngingetin kalau ke sini ati ati banyak orgil ngamuk." ucap aris.
"Oke oke."
"Anjir di gapura desa kok banyak orang mau kerja bakti apa gimana tuh." ucap agus.
"Mungkin mereka lagi jaga keamanan gus. Soalnya banyak orgil ngamuk."
"Oh iya tuh. Tadi gw juga ketemu orgil orgil ngamuk di jalan."
"Lu di serang gus?"
"Enggak gw cuek aja, Kalau mereka berani nyerang gw tak pukul mereka satu satu haha..."
"Jangan gegabah gus. Mereka ada yang mengendalikan."
"Maksudnya?"
"Iya mereka seperti punya satu komando. Nah lu gw suruh ke sini buat nyari siapa yang mengomandoi orgil orgil itu."
"Ginana caranya?"
"Gw ada ide tapi ini berisiko lu siap nggak?"
Agus mengangguk lalu membisikan idenya ke agus.
"Lu yakin dengan cara itu akan berhasil?"
"Emang ada cara lain? Kita coba aja dulu."
"Oke deh gw ngikut."
Saat itu juga aris di bonceng agus untuk mencari gerombolan orgil berkumpul. Tak jauh dari desa sukorejo ada sekitar 5 orang gila sedang bernyanyi tidak jelas.
"Tuh ris ada 5 orang kita culik salah satunya."
"Oke gus semakin sedikit semakin mudah kita membawanya." jawab aris yang sudah membawa tali.
Secepatnya mereka langsung meringkus dan membawanya ke suatu tempat yang di yakini aris tempat yang aman untuk mengintrogasi orgil itu. Menurut readers Mengintrogasi orgil itu ide yang bagus atau sebaliknya?
Orgil itu di ikat di sebuah kursi lalu di tanyai oleh aris.
"He siapa yang menyuruhmu membuat keributan di mana mana."
"Ma ma aku hidup yeee aku hidup yeee haha hihi mama mi yeee." Itulah jawabannya wkwk...
"Ris ris kok kita kayak orgil juga deh kalau tanya ke orgil. Kita nggak ngerti mereka ngomong apa."
"Bentar gus."
Aris fokus ke orgil itu ternyata aris baru menyadari kalau orgil yang mengamuk di selimuti aura hitam sedangkan yang mereka bawa tidak ada.
"Hmm kita salah bawa orgil gus. Lepasin aja." ucap aris.
"Hah lepasin? Emang yang kita cari orgil kayak gimana sih?" tanya agus.
"Orgil yang mengamuk punya aura hitam di sekitarnya."
"Sialan."
Orgil itu di lepaskan dan mereka mencari orgil lagi kali ini aris yang menentukan orgil mana yang akan di bawa.
Setelah 50 meter mereka berjalan di lawan arah ada orgil yang berlari di kejar warga.
"Gus kejar gus orgil itu di selimuti aura hitam ayo!" teriak aris.
"Bantu puterin motor lah bego jangan ngomong doang."
"Gw kejar aja lu nyusul ya." Ucap aris sambil turun dan mengejar orgil itu.
Di luar dugaan orgil itu larinya kencang banget sampai akhirnya aris kehilangan jejak begitu juga dengan warga.
"Wah lepas." ucap warga.
"Pak mau tanya tadi orgilnya ngapain ya kok sampai di kejar warga?" tanya aris.
"Dia nyuri daleman ibu ibu yang di jemur mas."