INDIGO & 7

INDIGO & 7
Adu tenaga dalam.



Pukul 8 malam ada beberapa anak yang datang ke kantin mayoritas cowok. Salah satu di antara mereka ada anak culun yang terpental saat lewat di samping bayu. Anak itu tahu di tatap bayu dan tidak jadi ke kantin malah putar balik. Lagi lagi anak itu sendirian apa dia tidak punya teman.


Karena bayu kepo bayu mengikuti anak itu dari jauh ternyata anak itu malah naik ke lantai 2 dan anehnya lantai 2 di jaga oleh 2 orang anggota pramuka tapi saat anak itu lewat seolah mereka tidak melihatnya. Anak itu udah naik sekarang bayu yang lewat dan 2 orang itu seperti patung seolah terhipnotis. Wah bahaya bocah ini.


Bayu bergegas naik dan anak itu rupanya telah menunggu bayu.


"Untuk apa kamu mengikutiku?" tanya anak culun itu.


"Di sini bukan tempat anak baru sepertimu cepat turun."


"Buat aku turun kalau kamu bisa." anak itu berlari menyerang bayu dan ternyata anak ini ahli kungfu dan gerakannya aneh jadi bayu tidak bisa menghalau serangannya. Serangan anak itu seperti 3x lipat lebih kuat di banding tubuhnya yang kerempeng. Badan bayu terasa pegal pegal saat kena pukulan atau tendangannya. Jika berbicara tentang logika mungkin badan bayu pegal pegal efek bertarung dengan siswa mesum tadi tapi di sisi mistis memang anak culun itu punya tenaga tambahan. Dari jauh wulan tahu bayu bertarung tapi dia sengaja tidak membantu karena ingin tahu seberapa kuat bayu jika tanpa dirinya. Bayu yang tak bisa bertahan terus menerus melakukan pernapasan untuk menyalurkan energi ke tangan kanannya. Lalu bless... tangan kanan bayu berhasil menyentuh dada anak culun itu dan terlempar ke belakang menghantam beberapa bangku di depan kelas 10. Hah cuma tenaga kecil saja aku juga bisa. Anak itu menyerang bayu dan bayu reflek menangkisnya dengan energi di tangan kanannya. Si culun maju sambil menyerang bayu dan wulan tidak tinggal diam karena di rasa cukup baginya menonton.


Wulan membuat pelindung ghaib lalu berjalan mendekati si culun yang menyerang dengan membabi buta.


"Heh bocah. Masih kecil udah sok jagoan mau aku musnahkan?" gertak wulan menghentikan langkah anak itu dan berhenti menyerang.


"Siapa kau? kenapa ikut campur urusanku."


"Aku Penjaganya jadi kalau kau menyerangnya aku akan ikut terlibat."


"Dasar jin bodoh. Buat apa kau menjaga anak lemah seperti itu. Lebih baik kau ikut gw dan ayo kita taklukan dunia."


"Haha bocah ingusan yang terlalu ambisius." ucap wulan dengan wajah memerah bagaikan api.


Anak itu menyerang ke arah wulan dan dengan energi yang sudah sangat dingin bayu menyerang anak itu lalu baju anak itu sobek membentuk lingkaran di bagian dada. Anak culun yang kerempeng itu mundur 5 langkah kena serangan bayu lalu batuk darah sampai mulutnya bekepotan.


"An**ng lu cari kelengahan gw. Inget gw belum kalah." Anak itu berlari ke arah tangga dan menghilang di kegelapan. Wulan ingin sekali menghabisinya karena anak itu telah mengatakan wulan bodoh. Tapi bayu melarang dengan alasan anak itu pasti akan kembali menantang nya.


"Bidikan yang akurat belajar dari mana?" tanya wulan.


"Belajar sendiri tiap malam. BTW akhir akhir ini lu nggak kelihatan kemana aja?" tanya bayu sambil menuruni tangga.


"Cieee nyariin aku ya. Sepi ya kalau nggak ada aku?😁"


"Di tanya gitu aja PDnya udah selangit."


"Hehe aku di suruh bunda melatih seseorang jadi tugasku sekarang ada 2 maka dari itu aku jarang muncul di dekatmu. Tapi aku tahu kok tiap malam lu latihan di kamar. Suatu saat akan aku ajari beberapa jurus tapi kuasai dulu energi di tubuhmu agar dapat menerima jurus jurus dariku."


"Jurus apa tuh? Susah nggak?"


"Rahasia dong. Udah aku pergi dulu." wulan menghilang entah kemana.


Di bawah tangga 2 anggota pramuka masih mematung tapi bayu tidak menyadarkan mereka daripada bayu yang di kira macam macam.


Bayu kembali ke kantin untuk mengambil tasnya dan lanjut masuk ke kelasnya untuk tidur. Bayu tidur di belakang meja guru lalu bayu membuka HPnya ternyata ada beberapa chat dan telpon dari nafia.


"Yank kamu di mana?“


"Udah makan belum?"


"Yank ada yang gangguin aku nih."


"Hiiih dari tadi off terus ngeselin banget."


Baru juga bayu ingin membalas chat nafia tapi orangnya sudah muncul di depan kelas bayu lalu masuk dan menarik bayu keluar. Karena kelas bayu di jadikan camp putra banyak anak baru yang melotot ke arah nafia. Dan mereka jadi heran ketika cewek secantik nafia mengamuk dan menarik seorang cowok yang mementalkan Daniel si preman tadi. Mereka yang tadinya terpesona oleh nafia sekarang hilang jadi rasa ngeri jika mereka macam macam nasib nya akan seperti daniel tadi.


Di depan kelas bayu di omelin habis2an oleh nafia dan bayu hanya diam aja.


"Hiihhh di omelin malah diem aja." ucap nafia mencubit bayu.


"Aduhhh sakit say ampun." jawab bayu meringis kesakitan.


"Salah sendiri ngeselin bsnget."


"Udah ngomelnya? Gantian ngomongnya jadi aku (mencerikan kejadian tadi) jadi gitu say aku nggak lihat hp baru di kelas tadi ehh kamu udah ngamuk kayak singa."


"Apa singa? hihhhh.." nafia mencubit bayu lagi.


"Aduh ampun. bukan singa tapi bidadari say. Aduh sakit kamu kok hobi nyubit sih." ucap bayu.


"Biarin."😝


" Udah udah kamu balik aja tidur udah jam 9 lebih ini."


"Iya deh tapi awas aja kamu keluyuran tak cubit kamu." ancam nafia.


"Pinter banget kalo soal ngancem. Iya aku tidur."


Nafia pergi dan bayu masuk lagi ke kelas untuk tidur tapi baru juga bayu masuk si daniel mencegat.


"Eits kalem bro gw cuma mau minta maaf soal kejadian tadi. Gw nggak tau lu siapa tapi sekarang kita damai ya."


"Iya damai asal lu gk ganggu gw." Bayu melewati anak itu dan mencari posisi terenak untuk tidur.


"Bro gw mau tanya nih. Lu dapet ilmu begituan dari mana?" tanya daniel duduk di sebelah bayu.


"Apaan sih ganggu aja." ucap bayu tinggi.


"Iya beo iya gw pergi kok." ucap daniel takut bayu marah.


Tepat pukul 23.30 semua siswa siswi di kumpulkan di lapangan karena acara selanjutnya yaitu jurit malam.


Bayu di bangunkan daniel dan bayu sempat ingin marah karena daniel mengganggu nya tidur. Setelah tahu maksud daniel baik yaudah bayu bangun dan keluar kelas di ikuti daniel dan 4 temannya.


"Kalian ngapain ngikutin gw?" tanya bayu berhenti di pinggir lapangan.


"Kita jagain lu bos biar aman." ucap daniel.


"Gw bisa sendiri sana pergi aja." Bayu meninggalkan daniel dan temannya tapi mereka masih mengikuti bayu.


Akhirnya bayu bodo amat dan lanjut jalan akhirnya bayu sudah duduk di pinggi lapangan dekat anggota pramuka berbaris.