INDIGO & 7

INDIGO & 7
Gelap mata.



Skip di hari menjelang akhir tahun.


Pagi itu bayu sekolah seperti biasanya tidak ada yang aneh dan zola sudah di DO pihak sekolah karena alfanya sudah melebihi batas. Btw indah juga sudah tidak terlihat di sekolah.


"Mas indah kok nggak pernah kelihatan di sekolah ya." ucap aris.


"Iya sih apa dia pindah?" tanya bayu.


"Bisa jadi mas coba di hubungi nomornya. Aku jadi kepo."


"Oke bentar. Terakhir di lihatnya 5 bulan yang lalu ris berarti udah nggak aktif nomornya indah."


"Coba di cek ke kelasnya yuk mas." ajak aris.


"Males ahh nanti di kira kita pacarnya indah." ucap bayu.


"Mas bayu di luar aja aku yang tanya ke temennya mas."


Akhirnya sebelum jam istirahat selesai mereka bergegas ke kelasnya indah. Untung ada beberapa siswi di dalam jadi aris bisa bertanya ke mereka.


"Kata temennya si indah udah pindah sejak bulan juni katanya. Kira kira kenapa ya dia pindah?" tanya aris.


"Apa gara gara perang tempo hari ris?"


"Bisa jadi mas. Zola udah menghilang bersama indah tinggal kita berdua dan agus. Yuk cari si agus takutnya dia ilang juga." ucap bayu.


"Kalian mau cari siapa?" tanya seseorang.


"Ehh ini dia si agus. Kirain lu ngilang juga gus. haha..."


"Soal indah dan zola ya mas? Ya indah pindah karena orang tuanya pindah tugas jadi indah juga ikut pindah. Kalian nggak di kabarin sama indah?" tanya agus.


"Enggak gus nomernya juga nggak aktif."


"Nomernya emang udah ganti gw punya nomor barunya tapi ya gitu sama,aja kayak nomor mati. Gw chat dari bulan agustus sampai sekarang nggak ada balasan."


"Eh lu chat apaan emang gus. Jangan jangan lu naksir indah ya haha..." goda,bayu.


"Hehe... dari awal ketemu sih mas tapi aku sadar diri sadar posisi aku cuma orang miskin yang wajahku tidak seganteng cowok lain." ucap agus.


"Woo pantes. Udah nggak usah sedih gitu kalau jodoh pasti ketemu. Nanti jam 6 gw tunggu di warung bakso deket pas dirmo ya." ucap bayu.


"Ngapain mas?" tanya agus.


"Ya ngobrol lah. Malming masak di rumah aja wkwk.."


"Iya gus sekali kali kencan gitu." tambah aris.


"Kayak yg ngomong punya cewek aja haha..."


Singkatnya malam minggu kali ini agus ikut kumpul di warung bakso tempat aris kerja. Di warung itu sudah ada bayu,aris,agus dan di tambah miko yang ingin ikut daripada di rumah.


"Berangkat jam berapa gus tadi?" tanya bayu membuka obrolan setelah mereka makan.


"Jam 5 mas soalnya rumahku jauh belum lagi sholat ashar di jalan."


"Berapa lama gus perjalanan dari rumah ke sekolah?"


"Rata rata 45 menit mas."


"Jauh juga ya. Hmm gw jadi keinget zola nih."


"Anak kelas 1 yang kesurupan waktu itu ya mas? Kabarnya di DO karena nggak pernah masuk sekolah setelah kejadian itu." ucap miko.


"Iya mas kasihan ya dia. Mas bayu tagu sekarang zola di mana?" tanya agus.


"Beneran mas? Kok bisa?" tanya miko heran.


"Iya mas kok bisa zola sampai seperti itu."


"Bayu menceritakan kejadian kesurupan itu ke agus dan miko."


"Jadi gitu. Kok sampai terjerumus gitu ya."


"Gara gara penjaganya lenyap zola kayak kena mental deh."


"Iya kita juga tidak bisa bantuin dia soalnya lereng itu berbahaya lebih berbahaya dari kelompoknya bono."


"Wah wah kalau urusan ghaib gw nggak ikut2an ahh." ucap miko takut."


"Btw si bono kabarnya di sekolah kayak gimana ya?" tanya bayu.


"Berdasarkan info sih bono di kabarnya pindah sekolah tapi gw heran siapa yang mindahin tuh anak?"


"Apa jangan jangan bono punya keluarga?" tebak bayu.


"Yang artinya mereka bisa aja balas dendam."


"Semoga aja enggak gus."


Mereka lanjut ngobrol berganti ganti topik sampai ya pukul 9 malam mereka baru pamit pulang ke aris dan aris masih lanjut kerja sampai jam 10. Di saat bayu otw pulang bayu melihat seseorang yang familiar si hidup nya. Dia adalah nafia yhup nafis sedang di bonceng cowok naik motor sport. Bayu mengikuti motor itu dari jauh tapi sayang motor bayu kalah cepat dan kehilangan jejak. Memang Akhir akhir ini nafia jadi sangat sibuk karena banyak agenda OSIS yang harus di tanganinya. Bayu langsung gas pol pulang lalu menelepon nafia dan nomornya tidak aktif. Rasa cemburu marah berkobar di hati bayu. Rasanya bayu ingin melabrak nafia ke rumahnya tapi itu konyol bisa2 bayu di usir warga. Akhirnya bayu tidak bisa tidur dan memilih nonton yutube di hpnya. Saat asik nonton pukul 11 malam nafia chat kalau dia ketiduran. Bayu lamgsung tanya apa nafia tadi keluar dan beberapa pertanyaan lainnya. Nafia jawab dari sore dia di rumah tidak kemana mana. Tidak mau menuduh bayu tidak menceritakan kejadian tadi lagipula bayu tidak melihat dengan jelas itu nafia betul atau bukan.


Haeri senin bayu berangkat bareng nafia tapi karena nafia ada perlu di sekolah jadi berangkatnya lebih pagi dari biasanya. Efeknya bayu jadi gabut sendiri karena tidak ada teman yang bisa di ajak ngobrol. Jam pulang sekolah bayu menunggu nafia di parkiran tapi saat cek HP nafia di jemput papahnya ya udah bayu pulang duluan tapi di depan gerbang bayu di panggil bagas yang sedang minum es degan di warung depan sekolah akhirnya bayu mampir dulu nggak jadi pulang. Mereka asik ngobrol sampai ada motor sport yang bayu sangat ingat itu motor yang bonceng nafia pas malming. Bayu masih ngobrol dengan terus mengawasi motor itu dan tak berselang lama sosok cewek yaitu nafia keluar dari gerbang dan langsung naik ke motor itu.


"Tu bukannya cewek lu? Kok sama cowok lain. Wah gak bener nih yuk kejar." Ucap bagas buru buru membayar dan menuju motornya. Tapi sayang lagi lagi mereka lolos dari kejaran.


"Wah sialan cepet banget ngilang nya. Yu mending lu telpon nafia suruh share lok deh." ucap bagas di ikuti bayu tapi lagi2 WA nafia off.


Karena zonk mereka memilih untuk pulang aja tapi di tengah jalan bayu melihat erlin yang menuntun motornya.


"Gas erlin kok motornya di tuntun."


"Iya yuk samperin."


"Lin motormu kenapa?" tanya bayu.


"Ini bocor bannya mau nambal uangku habis mau ambil di atm dari tadi nggak ketemu." Ucap erlin.


"Kamu sih jajan banyak banget nggak takut gendut apa." Ledek bayu.


"Ihh malah ngeselin. Ini bantuin kek."


"Iya iya itu du depan ada tambal ban suruh tambalin aku yang bayar." ucap bayu.


Mereka sampai di tukang tambal ban dan ban motor erlin sedang di tambal oleh tukangnya.


"Udah lama dorong motornya lin?" tanya bagas.


"1 jam lebih aku dorong. Untung aku kuat kalo enggak udah tak tinggal motorku dan minta jemput mamah." ucap erlin bangga.


"Iya tinggal aja terus gw temuin dan gw jual wkwk..." ucap bayu ngakak.


"Ihhh kamu jahat ihhh nih rasain..." erlin mencubit bayu bertubi tubi.


"Ehhh ehhh lin aduh jangan dong sakit." ucap bayu berusaha mengindari


"Makanya jangan resek.".