INDIGO & 7

INDIGO & 7
Erlin punya cowok.



Skip sampai hari terakhir ujian kebetulan hari ini hari selasa Geng bayu akan kumpul di BC setelah pulang sekolah.


Hari itu ujian terasa mudah bagi bayu karena hatinya sedang berbunga bunga karena kemarin nafia sudah menentukan agama pilihannya yaitu nafia memutuskan memeluk agama islam dan hari jum'at nafia akan di ajak ke rumah pak ustad untuk membimbing nafia masuk islam. Bayu sudah tidak sabar sampai sampai otaknya terasa ringan untuk mengerjakan soal soal.


Skip Pulang sekolah bayu mengantar nafia pulang dulu dan meluncur ke BC. Di BC sudah ada gembul dan yeni.


"Udah sampe duluan rupanya."


"Iya yu hari ini cuma 1 mapel jadi daripada gabut kita langsung ke sini." ucap yeni.


"Pesen dulu sono abis itu kita ngobrol."


Setelah bayu pesen bagas dan rahma tiba.


"Cepet banget lu yu? Kayak jet aja." ucap bagas becanda dan masuk ke dalam warung.


"Ngapain juga lama2 gas."


Setelah itu joni,sekar,sinta,arum dan erlin datang.


"Loh gak jadi jemput pacarmu dulu ta jon?" tanya rahma.


"Enggak dia nebeng temennya."


"Temen cowok apa cewek jon?" tanya gembul


"Cewek lah."


"Kenalin gw lah kalo cantik hehe..."


"Gampang itu."


"Sip udah kumpul kalian pesen apa?" ucap bagas dari dalam warung.


Singkatnya mereka sudah dapat pesanan masing masing dan bagas membuka obrolan.


"Lin bokap lu si rumah hari ini?" tanya bagas.


"Ada gas tapi sekarang lagi di kantornya. Pulangnya nanti agak sore." jawab erlin.


"Oke nanti malem kita ke rumah erlin ya bareng bareng minta ijin ke orang tuanya. Semua harus datang oke." ucap bagas.


"Oke."


"Tapi gas..."


"Nggak ada tapi tapi mbul semua udah oke."


"Sialan gw belum juga ngomong alesan gw apaan udah di potong aja."


"Gw tahu alesan lu pasti jagain toko kan. Kalau nggak itu ya alesannya,ada acara. Udah pokok semua ikut gw tunggu sampai jam 6 lebih 15." ucap bagas


Setelah semua oke yeni ijin pulang karena ada perlu sama ortunya sekaligus bilang nanti malem mau keluar istilahnya nyogok hehe..


Pukul 2 giliran arum,sekar dan sinta yang pamit katanya mau ambil barang. Setelah mereka bertiga pulang rahma juga mengajak bagas pulang yang membuat semua ikut pulang juga.


Habis sholat maghrib bayu berangkat ke rumah erlin bersama bagas. Tapi sampai si rumah erlin bayu di suruh masuk dulu karena dia mau jemput rahma dulu. Saat bayu ingin masuk kok suasananya sepi tapi mang ujang tetap stay di posnya.


"Assalamu'alaikum mang." ucap bayu dari luar gerbang.


"Wa'alaikumussalam siapa ya?" ucap mang ujang keluar dari posnya.


"Bayu mang temennya erlin masak lupa sih?" jawab bayu.


"Ohh den bayu iya iya agak lupa soalnya aden jarang main ke sini. Ayo masuk den!" setelah gerbang di buka.


"Erlinnya ada mang?" tanya bayu.


"Erlinnya ada di dalam den masuk aja katanya tadi di tunggu di taman."


"Ayang lagi ngapain?" tanya cowok itu.


"Lagi duduk nih."


"Udah makan belum?"


"Udah kok tapi dikit."


"Kok dikit nanti kamu sakit. Yang banyak dong sayang."


"Iya nanti aku makan lagi. Udah ya aku mau kumpul bareng temen temenku dulu."


"iya yang jangan macem macem ya aku sayang kamu. bye bye."


Telpon di tutup dan kaget melihat bayu berdiri di dekat pohon mangga.


"K kamu udah lama di situ?" tanya erlin.


"Nggak usah panik gitu kayak lihat setan aja. Gw baru dateng kok. Yang lain belum datang?" bayu mengalihkan topik.


"Belum kamu yang pertama tiba. Sini duduk dulu mau minum apa?" tanya erlin.


"Ah nggak usah nunggu yang lain aja." ucap bayu duduk di kursi taman.


"Yu tadi dengan aku telpon sama cowok?" tanya erlin yang duduk di depan bayu.


"Oh iya. Itu cowokmu lin?" ucap bayu dan merasakan ada sesuatu di hatinya. Sebuah rasa yang mengganjal sama seperti bayu kehilangan wulan.


"Iya yu." jawab erlin lalu hening beberapa menit.


"Tapi aku nggak cinta sama dia." ucap erlin membuat perasaan bayu berubah 180°. Bayu merasakan perasaan sama seperti dulu waktu bayu naksir nafia. Apa bayu cemburu erlin punya pacar?


*Maksudnya?" tanya bayu bingung dan senang.😁


"Iya aku terima dia bukan karena cinta."


"Aku males aja tiap hari selalu nemuin aku dan nembak aku."


"Hah tiap hari? Dia anak mana sih?"


"Dia dari SMK sebelah yu. Dulu dia satu SMP denganku. Tiap pulang sekolah dia selaku bawa bunga kayak orang gila."


"Aku kasihan sama dia yang kayak gitu terus dan suatu hari aku terima jadi pacarnya dan berharap dengan itu dis jadi normal tapi aku salah dia terlalu posesif dan sering larang larang aku ketemu cowok lain."


"Terus terus?" Bayu asik mendengarkan.


"Ya intinya aku nyesel nerima dia yu. Aku mau mutusin dia tapi aku kasihan."


"Kalau kamu merasa nggak bahagia ya putusin aja lin kalau kamu mau mencoba untuk mencintai nya ya pertahanan sampai rasa cinta tumbuh di hatimu." ucap bayu bijak padahal di hatinya. (Udah putusin aja lin.) Entah kenapa bayu nggak suka erlin punya pacar. Egois ya haha...


"Nggak bisa yu. Rasa cintaku udah untuk seseorang nggak mungkin berpindah." jawab erlin yang membuat hati bayu tersenyum.


"Kenapa nggak bisa lin? Seiring jalannya waktu bisa aja cinta itu berpindah ke pacarmu." jawab bayu sok menasehati.


"Rasanya sulit deh. Aku malah berharap suatu saat aku dan dia akan bersatu yu. Hidup bahagia bersama anak anak kita. Hmm aku nggak sabar menunggu momen itu tiba." ucap erlin semangat.


"Tadi lu bilang suatu saat emang orang yang lu cinta sekarang udah punya gandengan atau gimana?" tanya bayu kepo.


"Iya dan saat ini susah untuk mendapatkan nya soalnya dia serasi banget dengan pacarnya. Aku yang jekek ini kalah jauh sama ceweknya yang idola banyak cowok.."


"Wah lu waras lin? Lu itu cantik idola cowok juga tapi lu aja yang jual mahal masa iya lu nggak bisa dapetin dia? Tapi lu kudu inget sekarang udah punya cowok masa iya mau kejar cowok lain sih?" ucap bayu geleng geleng kepala.


"Rasa cinta nggak bisa di paksa yu. Gw juga nggak berharap sekarang dia jadi milik gw. ah udah lah kok gw malah curhat sama lu sih."


"Ye gpp kali siapa tahu gw bisa bantu." ucap bayu.