
Sabtu pagi aris tidak ngamen karena hari ini dia akan ke panti asuhan untuk menyumbangkan uang yang dia punya. Buat yang belum tahu aris bekerja di warung bakso milik anggar dan aris di gaji 2 juta untuk satu bulan tidak memandang aris libur berapa kali. Apa gaji aris dan yang lain sama? Sama karena aris yang meminta supaya tidak ada yang iri dan dengki. Oke lanjut aris sudah sampai di panti asuhan Kasih Ibu dan menyerahkan uang 3 juta untuk di sumbangkan. Bu Rani kepala yayasan panti asuhan menerima dengan senang hati dan sedikit curhat ke aris.
"Makasih banyak ya mas aris sudah menyumbang banyak sekali. Ibu kira mas aris lupa dengan panti ini karena udah 1 bulan tidak ke sini. Ehh hari mas ke sini bawa uang segini. Bentar mas! Sari Sudah belum masaknya ini ada mas aris." ucap bu rani.
"Sudah bu tidak usah di panggilkan aris mau main sama anak anak aja di taman." ucap aris.
"Ya sudah nanti kalau sari udah kelas biar nyusul ya."
Sari adalah cewek yatim piatu sama dengan aris. Sari punya saudara kembar namanya risa tapi sebelum aris tahu panti ini risa telah di adopsi oleh keluarga kaya raya. Awalnya sari dan risa tidak mau berpisah tapi keluarga pengadopsi risa berjanji akan sering membawa risa untuk menemui sari 2 minggu sekali. 2 bulan,4 bulan sampai 1 tahun masih di tepati janjinya tapi setelah itu risa tak lagi datang ke panti untuk menemui sari. Sari sangat sedih sampai dia tidak mau keluar kamar dan tepat hari sari mengunci diri di kamar datanglah aris sebagai penyumbang.
Flashback>>
Suatu hari aris datang ke sebuah panti yang bisa di bilang agak kurang terawat. Aris merasa ini tempat yang tepat untuk berbuat baik. Aris mengucap salam lalu di persilahkan masuk.
"Maaf lama menunggu mas. Ada perlu apa ya?" tanya bu rani.
"Iya bu nggak papa. Saya cuma ingin bersedekah bu saya ingin membantu anak anak di panti ini."
"Oh iya mas silahkan kebetulan sekali kami sangat membutuhkan bantuan karena donatur utama kami telah meninggal."
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kalau boleh bu saya akan jadi penyumbang tetap di sini bu. Tapi mohon maaf saya cuma menyumbang sedikit ini bu mohon di terima."
"Alhamdulillah Semoga berkah ya mas. Masnya namanya siapa?"
"Amin bu. Saya aris bu panggil saja aris saya masih kecil kok hehe.."
"Umur masih kecil tapi kamu sudah seperti orang dewasa mas lagian ibu suka manggil mas. Nama saya rani dan yang membuka pintu depan tadi bu surti. Kami berdua yang mengurus panti ini."
"Pantes saja seperti nggak terurus orang cuma 2 orang pengurus nya." batin aris.
"Bu sari udah 2 hari belum makan bu dan tidak keluar rumah bagaimana kalau kita buka paksa saja kamarnya takut sari kenapa²." ucap bu surti dengan wajah cemas.
"Hmm bagaimana ya?" Bu rani tampak bingung.
"Maaf bu kenapa pintu kamar harus di dobrak? Apa nggak bisa di buka?" tanya aris yang mendengar samar samat ucapan mereka berdua.
"Anu mas anak di dalamnya udah nggak makan dan nggak keluar selama 2 hari dan ini mau kita dobrak saja."
"Kalau boleh saya saja yang mendobraknya." usul aris.
Bu rani berpikir sejenak.
"Baiklah mas ayo ikut ibu."
Aris mengikuti bu rani dan disitu kamar sari berada terkunci dari dalam.
"Bismillahirrahmanirrahim." Brak pintu terbuka sedikit dan ternyata pintu di ganjal meja belajar supaya tidak bisa di buka.
"Mas aris bisa naik ke atas meja itu nggak? dan cek sari di dalam." ucap bu rani.
"Iya bu bisa." Aris naik dan berhasil masuk tapi dia tidak kuat untuk menarik meja besar itu.
Tak usah di tarik mas cek aja kondisi sari.
Aris bingung harus berbuat apa supaya sari bangun tanpa di sentuh olehnya.
"Gimana mas?" teriak dari luar.
Aris resflek menepuk nepuk pipi sari dan tak ada respon aris mulai panik dan dia bilang ke bu rani kalau sari pingsan.
Singkatnya aris mengangkat jendela kamar sari lebar lebar dan aris membawa sari keluar lewat sana. Sampai di RS sari di vonis kena tipes dan kekurangan cairan. butuh waktu seminggu untuk memulihkan keadaannya. Dalam seminggu itu juga aris memilih tidak mengamen hanya untuk memastikan sari makan 3x sehari. Sepulang dari RS bu rani seperti lesu banget.
"Bu kenapa kok seperti sedih? Kan sari udah pulang." tanya aris.
"Sepertinya ibu akan menutup panti ini selamanya mas karena ibu sudah tidak punya apa apa lagi."
"Loh kok gitu terus anak anak panti gimana? Apa ibu tega menelantarkan mereka semua?"
Lalu datang 2 anak cowok yang sepertinya masih SD.
"Bu jangan tutup panti ini! Kita mau tetap di sini. Kita sudah sepakat bu pulang sekolah akan ngamen buat cari uang."
"Maaf bu ini semua salah sari seharusnya sari tak melakukan hal bodoh itu."
"Sudah sari kok kamu keluar sih? kamu istirahat aja.
"Sari penyebab semua ini bu jadi sari akan tanggung jawab. Sari akan keluar saja dari sekolah dan bekerja di mana aja supaya dapat uang."
"Kamu masih sakit sari jangan aneh aneh." ucap bu rani agak emosi.
"Maaf bu saya punya usul." aris menengahi.
"Bagaimana kalau saya carikan pinjaman dan di bayar kalau udah ada aja? Kebetulan sama punya kenalan orang baik. Emang butuh dana berapa sih bu?"
"Ibu buatkan rinciannya dulu."
Setelah di buat rincian total panti butuh dana 51 juta kurang. Aris sempat bingung apa mas anggar bisa membantu panti ini. Singkatnya ternyata anggar malah memberi aris 60 juta di kirim ke rek bayu. Jadi bayu tahu tentang ini tentu tahu. Ibu panti sangat bersyukur dan berjanji sesegera mungkin melunasi hutang itu.
Setelah semua beres dana anak anak sekolah sudah di bayar,uang makan,jajan,gaji bu surti yang udah nunggak 4 bulan, merenovasi panti dan tambah 1 pengurus baru dan uang 60 juta sisa 5 juta untung anggar mengirim sebanyak itu.
Suatu hari aris di telpon untuk ke panti.
"Jadi begini mas dari 60 juta dana dari peminjaman sisa 5 juta kami kembalikan bisa nggak?"
"Waduh mas anggar lagi repot lagi mana mungkin aku berani telpon cuma tanya begini. Aha aku punya ide.",
"Bu kalau sisanya buat usaha kecil kecilan gimana? Buat penghasilan pokok supaya hutang cepat lunas."
"Ohh iya ya bodohnya aku sampai lupa hutang harus di bayar. Betul itu mas ada ide usaha yang cocok apa ya mas? Kalau catering gimana mas?"
"Saran saya warung aja bu. Warung makan lesehan kayaknya pas bu di depan panti."
Alhasil di buatlah warung makan lesehan sesuai ide aris dan ternyata uang 5 juta kurang untuk usaha ini dan aris menyumbang 2 juta dari uang tabungannya sendiri.
Udah itu aja carita tentang awal mula pertemuan aris dan sari.