
Pagi itu bayu bertanya ke bagas rahma dan nafia kapan pulangnya. Semua jawab terserah lalu bayu usul kalau hari ini aja pulangnya ternyata mereka setuju. Siang sekitar pukul 11 mereka bersiap untuk pulang setelah sebelumnya pamit ke dian,deren,adit dan sepupu dian. Sebelum pulang mbah nang mengingatkan agar kemampuan bayu terus di asah lagi. Semata mata untuk menjaga diri dari musuh yang ada di mana mana.
Singkat cerita bayu dan yang lain tiba di kota M pukul 14.25 lalu bagas mengantar nafia pulang dulu. Saat nafia turun rahma sempat memeluk nafia. Bayu senang melihat rahma dan nafia sangat akrab. Setelah dari rumah nafia bagas mengantar bayu dan ayu pulang duluan. Kalau rahma katanya ingin bermain di rumah bagas dulu.
Sampai rumah bayu istirahat tak lupa memberi kabar nafia kalau bayu akan tidur tapi nafia tidak online kemungkinan nafia sudah tidur duluan. Baru beberapa menit tertidur bayu terbangun karena ada telpon masuk dari miko.
"Hallo Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam Mas udah pulang?"
"Hmm udah mik ada apa?"
"Alhamdulillah nanti malam bisa ke rumah pak anton nggak? Ada hal penting."
"Oke nanti gw ke sana. Ya udah gw istirahat dulu mik."
"Oke mas maaf ganggu."
Setelah telpon di tutup bayu mengaktifkan mode pesawat supaya tidak di ganggu lagi.
Selesai sholat isya bayu mengabari miko kalo dia sedang otw.
Sampai di rumah pak anton miko bersama bapak bapak sudah menunggu di teras rumah.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam ayo masuk mas. Pak masuk dulu kita obrolin di dalam."
Setelah mereka duduk di dalam.
"Jadi saya ke sini untuk berunding dengan mas bayu tentang rumah ini. Kata mas miko rumah ini di tinggal pemiliknya dan di titipkan ke kalian berdua. Saya berniat mengontrak rumah ini mas untuk di jadikan kontrakan bagaimana?"
"Maksudnya gimana ya pak?" tanya bayu belum paham.
"Jadi saya menyewa rumah ini mas dengan 10 juta per tahunnya. Saya menyewa 3 tahun jadi 30 juta saya berikan ke mas berdua di tambah saya akan merenovasi rumah ini yang kamarnya cuma 3 saya buat jadi 8. Kan rumah ini masih sisa banyak di bagian belakang saya akan buat kamar tambahan." jelas bapak itu.
"Ohh begitu tapi kalau sewaktu waktu yang punya rumah pulang gimana pak?" tanya bayu.
"Maka dari itu saya akan buat kamar tambahan di belakang agak kecil. Disitu pemilik asli rumah ini akan tinggal sampai waktu sewa saya habis. Bagaimana kalian berminat?"
"Hmm 10 juta per tahun.🤔 Kayaknya tidak sepada dengan luas rumah ini deh pak. Kalau di jual rumah ini laku di angka 400 juta soalnya dekat jalan utama antar kota juga pak. Gimana kalau 20 juta pak?" tawar bayu.
"Wah masnya ini pintar juga ternyata. Saya setuju 20 juta tapi biasa pembangunan rumah ini untuk di jadikan kost mas yang tanggung bagaimana?"
"Ya nggak bisa gitu dong pak kan 20 juta untuk nilai sewanya. Ya udah kita ambil nilai tengahnya saja. 15 juta per tahun dengan pembangunan bapak yang urus. Kalau bapak tidak mau nggak apa apa." Tawar bayu lagi.
"Hmm baiklah. Btw masnya ini masih sekolah atau udah kuliah?" tanya bapak itu.
"Masih SMK pak."
"Kalau lulus mau kuliah apa kerja mas?"
"Belum tahu pak masih tahun depan lulusnya hehe..."
"Justru mumpung masih lama kita harus punya pandangan kemana langkah kita selanjutnya. Keputusan mendadak biasanya kurang tepat mas. Ohh iya bapak lupa. Perkenalkan nama saya Alex dan saya dosen di Univ ****** Kota M ini mas. Kalau mas minat kuliah bisa hubungi saya. Ohh iya ini surat materai penyewaan rumah ini selama 3 bulan."
Setelah bayu membaca semua lembaran itu bayu tanda tangan di ikuti miko.
"Baik jadi totalnya 45 juta ya mas. Ini di transfer ke rekening mas bayu atau mas miko?"
"Kamu aja mas aku belum punya rekening." ucap miko.
"Ya udah rekening saya aja pak **** **** *** udah pak."
"Baik sudah saya transfer dan mulai besok pembangunan akan di lakukan. Terima kasih atas waktunya saya mohon pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum." ucap pak alex.
"Wa'alaikumsalam pak."
"Mik lu udah ngomong sama pak anton?" tanya bayu.
"Minggu gw nengok om di penjara katanya dia di penjara 18 tahun karena awal mula pembunuhan di rencanakan om anton. Tapi karena om anton tidak melakukan pembunuhan maka dia cuma di hukum 18 tahun aja. Untuk mas anggar aman karena di bantu papahnya. Ohh iya kemarin aku juga ketemu mas anggar. Katanya mas anggar mau lanjut kuliah di Australia." jelas miko.
"Terus terus lu udah ngomong mau nyewain rumahnya?" tanya bayu lagi.
"Kata om aku harus tanya kamu dulu mas kalo mas bayu setuju om cuma pesan jangan bilang kalau rumah ini di tinggal pemiliknya di penjara. Bilang aja orangnya pergi nggak pamit."
"Ohh pantes tadi lu bilang gitu. Btw ini uangnya gimana mik? Kita ambil sekarang terus kita bagi?"
"Mas butuh uang? Kalo iya ambil aja mas aku nggak dulu. Kalau aku butuh tak bilang ke mas." ucap miko.
"Ya udah kalau gitu. Gw mau ke rumah anggar dulu mau ikut nggak?" Ajak bayu.
"Boleh deh, Di rumah juga nggak ada kegiatan."
Mereka berdua meluncur ke rumah anggar dengan miko di bonceng bayu.
Sampai di rumah anggar ternyata pas banget anggar baru pulang dari mushola.
"Assalamu'alaikum Bos. Apa kabar nih kayaknya cerah banget tuh muka." ucap bayu.
"Waalaikumsalam iya lah cerah lu mampir ke rumah gw. Yuk masuk masuk."
Sampai di dalam rumah anggar keadaanya sepi pasti anggar di rumah sebesar ini sendiri.
"Nggar lu sendiri di rumah segede ini?" tanya bayu.
"Ini rumah apa istana mas mewah dan megah." ucap miko.
"Hehe iya gw sendiri. Mik lu mau tinggal di sini nemenin gw?" tawar anggar.
"Mas bayu aja mas aku takut tinggal di rumah yang sepi kayak gini."
"Iya sepi bagaikan pelangi yang kehilangan warnanya kan."
"Lu katanya mau lanjut kuliah? Serius bos?"
"Hehe... Pasti miko yang cerita. Iya gw Juli berangkat ke Australia lu mau ikut yu?" tanya anggar.
"Gw belum lulus lah nggar."
"Iya juga ya. Ohh iya gw punya usaha kecil2an nih mau bantuin nggak?"
"Usaha apaan?" tanya bayu.
"Gw buka warung bakso di pasar dirmo dan di kios depan TPW. Nah di pasar dirmo udah ada yang jualan tapi di depan TPW gw sendiri yang jualan. Tapi bentar lagi gw kan kuliah di luar negeri jadi kalian ada yang mau gantiin gw nggak?"
"Lu tau sendiri kita sekolah masa iya jualan bakso. Apalagi gw udah kelas Xll pastinya bakal sibuk ujian nggar. Lu mau mik?"
"Mau sih tapi resikonya bakso habis modal nggak balik.🤣 Soalnya gw makan sendiri baksonya."
"Wah sialan lu mik. Ya udah gw cari orang lain. Btw motor lu aman yu?" tanya anggar.
"Aman kok emang kenapa?"
"Gpp tapi motor itu belum di servis kan?"
"Belum sih masih enak di pakek kok."
"Motor itu setiap 3 bulan wajib di servis yu biar awet."
"Siap bos."