INDIGO & 7

INDIGO & 7
34. Adek kelas.



Sampai rumah ibu bayu kaget melihat motor yang di naiki bayu. Anggar sudah menjelaskan motor itu gratis untuk bayu tapi ibu bayu menolak dan akan membayar perbulannya 1 juta. Ibu bayu tidak memarahi bayu karena ibunya tahu bayu sangat ingin motor sport dan bayu nggak pernah bilang. Mau kredit ke dealer pasti angsuran nya banyak jadi kata bapak bayu di tabung dulu aja buat beli cash. Ternyata emang rezeki bayu jadi motor anggar di beli tapi nyicil tidak pakai bunga dll.


Sore itu anggar di ajak makan bareng bersama ibu bayu, ayu dan bayu. Setelah makan anggar pamit untuk pulang saat sampai gerbang anggar memberikan uang dari ibu bayu tadi ke bayu.


"Lu pakek selametan dan lain lain yak. Kan gw udah ikhlas ngasih tuh motor kalo uang ini gw terima gw hutang janji dong." ucap anggar lalu gas pulang.


Setelah itu bayu masuk dan memberikan 1 juta ke ibunya buat selametan motor baru. 3 juta bayu simpan buat keperluan motor dan buat sim C karena bayu belum ada sim.


Senin 3 mei


Pagi itu bayu berangkat dengan motor barunya bukan bermaksud pamer tapi pagi itu ibu bayu juga belanja ke pasar daripada ibu jalan kaki maka motor scoopy bayu di pakek ibu. Selama perjalanan banyak cewek yang melirik bayu uppsss... melirik motor bayu yang keren walau warnanya kalem nggak mencolok. Saat tiba di parkiran sekolah banyak juga cewek yang melirik tapi kali ini melirik bayu karena penasaran.


Di parkiran bayu bertemu sekar dan sinta yang baru aja tiba.


"Yu tungguin." teriak sekar yang buru buru turun dari motor di ikutin sinta.


"Kenapa ka?" tanya bayu.


"Kita seruangan yuk cari bareng!" ucap sekar.


"Motor baru nih waktunya traktiran." ucap sinta.


"Iya deh yuk. Nanti habis ujian baru makan2." ucap bayu.


"Keren yu motormu. Di beliin ortu lu ya." ucap sekar.


"hehe.. iya ka."


Mereka bertiga sampai di ruang 10.


"Bentar gw cari nama gw dulu takut salah ruangan." ucap bayu.


"Kata wali kelas kita ruang 10 yu" ucap sekar.


"Nah ini dia dan ini nama lu ka." ucap bayu.


"Nama gw nggak ada berarti gw di ruang sebelah. Dada.. 👋👋" ucap sekar menuju ruang 11.


Bayu dan sekar masuk dan duduk di bangku yang sudah tertulis nomor mereka. Setelah bayu duduk dan belajar sebentar datang gerombolan cewek dan salah satu duduk di sebelah bayu.


"Halo kak bisa minggir sebentar tempat dudukku di sebelah." ucap cewek itu.


Bayu yang tidak mau di ganggu hanya menaikan kakinya dan cewek itu lewat.


"Kakak belajar ya. Emang di rumah nggak belajar." ucap cewek itu.


"Belajar tapi dikit." ucap bayu cuek.


Ujian di mulai dan bayu baru menyadari kalau cewek di sampingnya ini cantik. 🤩Bayu melirik nama di bangkunya dan namanya nafia. Bayu berpikir namanya mirip nadia apa dia adiknya. Tapi bayu malas bertanya jadi saat soal di bagikan langsung ia kerjakan tanpa banyak omong. Saat kelas ramai untuk saling berbagi jawaban bayu hanya diam saja.


"Kak kok diam saja. Kakak nggak nyari contekan gitu? katanya tadi belajar dikit." ucap cewek itu.


"Nggak perlu contekan." jawab bayu tetap fokus pada soal yang bentar lagi selesai semua.


"Kakak pinter ya udah hampir selesai padahal baru 35 menit." ucap cewek itu belum menyerah ngobrol sama bayu.


"Biasa aja dek. Kamu udah selesai?" ucap bayu.


"Belum karu dapet setengah nih. Namanya siapa kak? aku nafia." ucap cewek itu.


"Namaku bayu dari XI pemasaran 1." ucap bayu


"Aku dari X tata busana 2 kak." ucap cewek itu dan lanjut mengerjakan soal.


Bayu tidak menjawab karena dia sedang fokus ke soal terakhir. Setelah selesai bayu melakukan cek ulang dan di rasa udah betul semua bayu memperhatikan cewek di sampingnya itu.


'Cantik banget pasti udah punya cowok. Cewek jaman sekarang cantik nggak mungkin jomblo.'


Merasa di perhatikan cewek itu menengok ke bayu.


"Ada apa kak? ada yang salah ya jawabanku?" ucap cewek itu.


Bayu langsung glagapan.


"Ehh enggak anu itu loh ada nyamuk di atasmu." jawab bayu konyol.


"Hah nyamuk? Kakak bohong ya. Kakak lo natap lurus ke aku bukan ke atasku hihi.. 😁" ucap cewek itu sambil tertawa kecil.


'Sialan ketahuan." Batin bayu.


"Hehe.. iya. Udah selesai belum?" usaha bayu mengalihkan topik.


"Pilihan ganda kurang 5 kak. Mau bantu aku ta? 🤭" ucap cewek itu dan tertawa kecil dan aduh manis banget.


"Ihh kakak kok malah tidur. Ngadep sini pula kan aku jadi nggak konsen." ucap nafia dengan muka merah padam.


"Ye kalau ngadep sana guru tahu kalo aku tidur dek. Udah tenang aja aku tidur kok nggak ngelihatin kamu terus takut deabetes." ucap bayu setengah menggombal.


"Yee dikira aku gula apa. Ya udah tidur sana tapi jangan ngorok ya." ucap nafia.


Baru tidur sebentar bayu sudah di bangunkan nafia.


"Kak kak yang ini betul nggak jawabannya?" tanya nafia sambil menunjuk soal dan jawabannya.


"Hah mana?" Ucap bayu baru bangun.


"Yang ini kak. Di buka dulu dong matanya." ucap nafia dan mendekat ke bayu.


"Ehh.." Ucap bayu kaget setelah tau wajah nafia begitu dekat dengan wajahnya.


"Hihi wajah kakak lucu. Ini loh soalnya" ucap nafia gemes dengan bayu.


"Ohh udah betul sih tapi jawabanya kurang spesifik aja. Tapi guru seneng sih kalau jawabannya detail gini." ucap bayu.


"Terlalu bertele tele ya kak. Ya udah aku ganti dulu. " ucap nafia.


"Nggak usah udah betul kok. Lanjut tidur dulu jangan ganggu lagi ya." ucap bayu ancang2 tidur lagi.


"Kok tidur sih lihat jamnya kak!" ucap nafia sambil mengubah jawabannya.


"Cepet amat ya. Perasaan baru tidur bentar." "Bentar apanya udah setengah jam lebih tidur kak."


Ternyata kurang 5 menit ujian jam pertama selesai. Setelah mengumpulkan soal dan jawaban bayu keluar kelas. Tiba2 bagas sudah menepuk bahu bayu.


"Kata sekar motor lu baru ya? Traktiran dong." ucap bagas.


"Iya deh nanti gw traktir pulang ujian di BC." ucap bayu.


"Ya elah traktir di MD lah yu. Bosen di BC terus." ucap bagas protes.


"Udah di traktir pilih pilih pula. Iya deh tapi kali ini aja." ucap bayu.


"Asikk lagi banyak duit lu. Bokap baru pulang ya." tanya bagas.


"Enggak bulan depan pulangnya. Cuma uangnya di transfer ke ibu." jawab bayu.


Sampai di kantin bayu melihat nafia dan teman temannya.


"Yu ada cewek cantik yu." ucap bagas.


"Yang mana?"


"Itu yang ngadep ke sini."


"Ohh yang itu."


"Ohh doang. Eh itu kan cewek satu ruangan sama kita." ucap bagas.


"Iya dia di samping gw."


"Siang kak bayu." ucap cewek itu saat bayu di samping kursinya


"Siang dek. Lagi ngumpul ya." jawab bayu.


"Iya nih."


"Siapa namanya yu?" tanya bagas.


"Nafia kenapa lu suka?" tanya bayu balik.


"Enggak masih cantikan rahma." jawab bagas.


"Terus?"


"Gw comblangin buat joni biar gk ngejar ngejar yang nggak pasti. Mintain nomornya dong lu kan kenal!" pinta bagas.


"Ogah entar dikira gw yang naksir."


"Emang lu gak suka cewek secantik itu? Dulu aja lu suka banyak cewek." ucap bagas.


"Suka sih dia cantik dan care sama gw. Udah lah itu masa lalu gw udah tobat nih." ucap bayu.


...Lanjut chapter selanjutnya>>i...