INDIGO & 7

INDIGO & 7
Gerbang ke 6.



"Kok lu tahu gas?" tanya bayu.


"Ya gw sering ngalamin hal di luar nakar sih tapi gw tutupin biar orang lain nggak takut tapi saat ini gw tahu lagi ngomong dengan orang yang tepat. Lu pasti ngalamin hal di luar nalar kan yu?"


"Hmm jujur sih gw bukan ngalamin hal di luar nalar lagi tapi gw bisa ngelihat meraka gas."


Cittt....Bagas mengerem mendadak karena tiba tiba truk di depannya berhenti mendadak.


"Ada apa sih kok mendadak berhenti nih truk." ucap bagas dan melongok keluar dari kaca samping mobil.


"Ada apa beb kok berhenti mendadak?" tanya rahma.


"Gatau di depan kok ada rame rame." jawab bagas.


"Ohhh...." ucap rahman dan lanjut tidur.


"Coba gw turun cek ke depan gas." ucap bayu keluar dari mobil.


"Ehh dasar bocah itu kalau udah bilang turun ya turun beneran." ucap bagas tak bisa mencegah bayu.


Bayu berjalan di pinggir lalu bertemu bapak bapak.


"Pak di depan ada apa ya?" tanya bayu.


"Ada kecelakaan mas itu mobil nabrak mobil dan tertimpa pohon." ucap bapak itu.


"Kira kira evakuasinya lama nggak ya pak lagi buru buru nih."


"Kurang tahu mas petugas juga baru beberapa yang tiba kurang lebih 2 jam mas baru bisa jalan normal." jawab bapak itu.


"Gitu ya pak. Sekitar sini ada jalan lain nggak pak?" tanya bayu lagi.


"Masnya mau ke mana?"


"Ke arah nganjuk kota pak."


"Ohh lewat pertigaan sebelah sana itu yang ada gapuranya masuk trs ikutin jalannya nanti sampai desa D tanya orang situ tanya jalan lagi tapi jauh sih mas bisa 2 jam lewat sana mending mas tunggu aja kecelakaanya di tangani."


"Tapi di sini ada warung nggak pak yang ada tempat buat parkir mobil."


"Kebetulan ke warung saya aja mas 3 mobil muat malah ayo ikut saya." ucap bapak itu.


Bayu mengikuti bapak itu dan bertemu jono dan edi.


"Yu gimana?" tanya jono.


"Ada kecelakaan di depan kita makan di warung bapak ini aja." ucap bayu di ikuti jono dan edi.


Mereka sudah sanpai si sebuah warung yang bisa di bilang resto mini.


"Jon pinjem motor lu dong gw mau ngabarin bagas." ucap bayu yang memang tidak membawa hp.


"Bentar gw WA aja yu."


"Oke bagas otw." ucap jono.


Mereka bertiga masuk dan tempatnya lumayan luas.


"Duduk lesehan atau di atas mas?" tanya bapak itu.


"Lesehan aja yu enak."


"Iya yu."


"Lesehan aja pak." jawab bayu.


"Baik tempat lesehan di sana yang ada karpet dan meja meja itu. Dan di sini juga sedia WIFI gratis sandinya tertulis di meja ya mas."


"Ohh iya buku menunya ada di sana juga mas." ucap bapak itu lagi.


"Iya pak." Bayu dan jono duduk sedangkan edi mencegat mobil bagas.


"Yu gw pesen ayam geprek satu es teh satu ya gw mau tidur bentar." ucap jono tidur di atas meja.


"Iya jon."


Selang beberapa menit bagas,rahma dan nafia masuk. Nafia duduk di samping bayu dab bagas bersama rahma di depan meja bayu dan nafia.


"Si jono udah molor aja." ucap bagas.


"Biarin mungkin dia lelah. Edi mana gas?" tanya bayu.


"Gatau katanya kamar mandi mungkin ketiduran di sana." jawab bagas santai.


"Wah parah kalau beneran ketiduran. Say pesen apa kamu?" tanya bayu ke nafia yang menyenderkan kepalanya di pundak bayu.


"Apa aja yank aku mau." ucap nafia masih mengantuk.


"Kalian berdua sama ya nemplok kayak cicak di dinding." ucap bagas.


Bayu berdiri sebentar untuk mengantar daftar yang mereka pesan. Saat bayu kembali dia bertemu edi dengan baju agak basah.


"Iya biar seger btw lu dari mana?" tanya edi balik.


"Habis pesen. Lu gw pesenin sama kayak jono gpp kan?"


"Pasti ayam geprek dan es teh kan? Oke gpp gw juga suka itu kok."


Mereka duduk dan ngobrol ringan sampai pesanan datang mereka jadi diam menikmati makanan yang telah di pesan. Setelah makan rahma dan nafia memilih kembali ke mobil dan tidur. Edi dan jono duduk di depan resto mini itu sambil merokok.


Bayu bersama bagas duduk di seberang meja jono dan edi merokok.


"Kita lanjut obrolan yang tadi yu. Lu beneran bisa lihat mereka yang tidak kasat mata?" tanya bagas.


"Iya gas sejak gw ilang itu gw bisa lihat mereka."


"Pantesan sejak saat itu gw ngerasa kalau lu berubah nggak kayak biasanya."


"Berubah kayak gimana? perasaan enggak deh."


"Yang paling mencolok sih lu agak pendiem di tempat tempat yang asing atau sepi. Gw juga pernah lihat lu kayak orang kaget gitu padahal lu sendirian." jelas bagas.


"Hehe iya itu gw kaget lihat mereka gas dan gw diem bukan karena gw bisa lihat mereka tapi gw lagi males ngapa2in aja." ucap bayu berbohong padahal bayu sering diem karena lagi ngobrol sama wulan.


Btw Sejak sampai di pos satu tadi bayu tidak melihat wulan sama sekali.


Bayu coba memanggil nama wulan dalam hati tapi tak kunjung datang. Bayu jadi Khawatir takutnya wulan ketinggalan di gunung wilis tadi.


"Heii malah diem." ucap bagas mengagetkan bayu.


"Ehh sorry sorry ngomong apa lu barusan?" tanya bayu.


"Gw tanya di gunung tadi ada penampakan apa aja?"


"Ohh ada kera kecil jumlahnya banyak,kuntilanak,pocong,ular dan ada naga juga." jawab bayu.


"Hah serius di gunung tadi ada naga?" ucap bagas kaget.


"Iya bahkan dia sempet mau nyerang kita."


"Gas balik yuk!" ajak edi.


"Oke bentar gw bayar dulu. Yu kapan kapan cerita lagi ya." ucap bagas masuk dan membayar makanan.


Skip edi dan jono udah balik ke rumah temennya


dan besok mereka kembali ke jombang.


Bagas dan bayu terus berusaha untuk tidak tertidur karena jika bayu tidur bagas jadi kesepian takutnya bagas ikutan ketiduran.


"Yu siapa yang udah tau lu indigo? Bener kan indigo itu orang yang bisa lihat makhluk halus." tanya bagas biar nggak ngantuk.


"Cuma pak ustad yang tahu."


"Siapa tuh?" tanya bagas.


"Rumahnya deket erlin kapan kapan gw ajak ke rumahnya."


"Ogah nanti orangnya serem."


"Ustad mana ada yang serem lah dodol."


Akhirnya mobil bagas udah sampai di gapura desa sukaman dan aneh. Harusnya kiri kanan setelah masuk gapura itu area persawahan ysng luas tapi malam ini suasana berbeda. Jalan sempit itu ramah seperti ada pasar malam di tempat itu. Bagas menatap bayu seolah bertanya ke bayu apa dia juga melihatnya. Bayu mengangguk dan bagas lanjut melewati keramaian itu sampai ujung dan tiba tiba sunyi yang terdengar hanya suara katak dan jangkrik.


Sampai di rumah bayu membangunkan rahma dan nafia sedangkan bagas turun duluan untuk menata ulang barang yang tetap di begasi dan barang yang di bawa masuk ke rumah.


Nafia dan rahma turun lalu mengetuk pintu rumah.


"Assalamu'alaikum mbah mbah. Ayu Sopi bukain pintunya." ucap rahma.


"Iya sebentar" terdengar suara mbah dok.


"Loh jam segini baru sampai mbah kira besok baru pulang ayo segera masuk. Ya ampun nak kalian kok repot repot ayo segera masuk."


Bayu menaruh kresek berisi makanan di meja.


"Oalah le le lagek teko. Pie mau petuk gapurone?" tanya mbah nang.


"Ketemu i mbah emang kenapa to?" tanya bayu.


"Gapapa wes ndang podo turu mesti podo kesel. Wes podo adus durung?" tanya mbah nang.


"Dereng mbah." Jawab bayu.


"Adus sak iki opo sesok pisan?"


"Besok aja mbah udah malem."


Setelah itu mereka masuk kamar masing masing bayu bersama bagas lalu nafia bersama rahma karena kamar nafia di tempati sopi dan ayu.


Next.....