
Bagas sebagai supir lebih memilik lewat jalan tol saja karena lebih hemat waktu dan lebih aman. Sebelumnya bayu juga berpendapat lewat tol lebih cepat. Perjalanan dari malang ke jombang aman aman saja tidak ada yang aneh dan gangguan. Tapi saat memasuki wilayah nganjuk bayu melihat jalanan berubah ada ceceran darah di aspal. Bayu diam saja dan mengira ini hal biasa sampai nawang muncul dan memperingati.
"Banyak darah tumpah di sini berhati hatilah ingatkan temanmu itu."
Bayu hanya mengangguk.
"Gas sedengan aja kecepatannya,toh masih jauh santai aja." ucap bayu.
"Hehe lu tau wilayah sini yu? Dulu ada kecelakaan tragis di tol ini waktu kita PKL lu di ceritain nggak?" tanya bagas yang beda topik.
"Nggak tuh. Udah nggak usah di ceritain nanti aja di rest area ceritanya." ucap bayu.
"Hehe... Lu lihat apa yu di tol ini? Ada penampakan?" tanya bagas kepo.
"Sejauh ini penampakannya normal sih kunti dan pocong aja belum ada yang aneh aneh dan jangan sampai ada." ucap bayu.
"Masa di tol ini nggak ada yang aneh yu. Lu lihat aspal merah ini? apa cuma gw yang lihat." ucap bagas lagi.
Ya di mata bagas aspal tol ini berubah jadi merah bukan darah seperti pengelihatan bayu
"Udah deh jangan di bahas mending kita berhenti di rest area terdekat gw gantiin nyetirnya." usul bayu.
"Gw gk halu dan gw ngantuk yu tapi emang aspalnya berubah jadi merah darah. Tapi oke deh kita cari rest area."
Beberapa menit kemudian dari kejauhan nampak rest area KM 640.
"Tuh gas area kita berhenti dulu." ucap bayu.
"Oke oke."
Sampai di rest area bayu dan bagas turun melihat ke belakang ternyata yang lain pada tidur padahal masih pagi kok udah pada tidur.
"Masih pagi lo ini kok pada molor sih." ucap bagas.
"Bangunin nggak nih?" tanya bayu.
"Nggak usah lah biarin aja mungkin kemarin pada begadang. Yuk keluar cari tempat buat ngopi." ajak bagas yang di setujui bayu.
Mereka keluar dan berjalan ke arah minimarket yang menyediakan kopi.
"Lu tadi lihat kan aspal warna merah itu yu?" tanya bagas setelah menyeruput kopinya.
Bayu yang sedang minum tidak menjawab sampai.
"Sebenarnya gw lihatnya darah di aspal gas bukan cuma aspal merah biasa." ucap bayu.
"Hah serius lu?" tanya bagas kaget melotot melihat bayu.
"Serius gas. Tapi aman kok mungkin tadi cuma tanda aja kalau di situ pernah ada kecelakaan tragis sampai banyak darah berceceran.
Sedang asik ngobrol terlihat joni keluar dari mobil berjalan ke arah mereka.
"Ngopi nggak ngajak ngajak." ucap joni yang masih setengah ngantuk.
"Pesen sendiri lah. Gw kira,lu nggak bangun tadi ya udah kita berdua keluar." jawab bagas.
Joni masuk untuk pesan kopi.
"Yuk lanjut aja gas biar nggak telat banget kita." ucap bayu.
"Tapi joni baru pesen kopi tuh."
"Udah masukin botol aja di minum sambil jalan biar nggak ngantuk." ucap bayu.
Joni pun ngomel karena merasa di bodohi tapi akhirnya dia setuju kalau kopinya di masukin ke botol wkwk...
Balik ke mobil semua udah bangun dan nyariin bayu sama bagas.
"Kalian dari mana kok tiba tiba ilang?" tanya arum yang duduk di dekat pintu.
"Ngantuk banget ngopi bentar sekalian isi BBM." ucap bagas.
"Ini juga di suruh nyariin malah nggak balik balik." omel arum ke joni.
"Beb aku duduk di depan ya ngantuk banget di belakang." ucap rahma yang sudah duduk manis di samping jok sopir, Mau tak mau bayu mengalah dan duduk di belakang.
"Tapi kan.."
"Udah gpp gas gw di belakang aja. Kalau lu capek tinggal cari rest area aja ok."
Setelahnya perjalanan di lanjut dan sekarang bayu sedang duduk bareng erlin.
"Yu mau cemilan?" tawar erlin.
"Makasih lin." ucap bayu mengambil secukupnya.
"Sama sama. Ohh iya ibu kamu tadi chat aku katanya nitip odading soalnya mau nyobain gimana sih rasanya odading mang oleh hihi..." ucap erlin.
"Ada ada aja ibu ini. Eh tapi kok ibu bisa chat kamu emang ibu punya nomormu?" Ucap bayu tersadar.
"Hehe waktu di rumahmu ibu minta ya aku kasih." jelas erlin.
"Ohh." Bayu membuka HP ternyata Data seluler nya di matikan pantas ibu bayu chat erlin. Semua pesan dari nafia,Ibu bayu,miko dan satu lagi dari nomor tak di kenal.
Pesan dari nafia.
"Yank aku di ajak ortuku ke amerika maaf baru kasih kabar soalnya emang mendadak banget. Kamu jangan nakal ya selama aku tinggal jaga diri baik baik. Aku pulang entah kapan tapi perlu kamu ingat aku pasti kembali." Terlihat seperti ucapan perpisahan tapi bayu tidak atau lebih tepatnya belum menyadari itu dan memilih positif thinking saja.
"Iya sayang hati hati di amerika kalau pulang bawa oleh2 ya. Aku juga bawa oleh nanti dari puncak untukmu." Balas dari bayu.
Dari samping erlin curi curi pandang melihat chat bayu dengan nafia tapi saat bayu melihat erlin dia pura2 fokus lihat ke depan.
Chat dari ibu bayu dan miko nggak perlu di tulis karena isinya sama sama minta oleh oleh.
Chat dari orang tak di kenal berisi golok dan clurit yang bersimpah darah. Bayu jadi bingung kenapa dia di kirimi foto seperti ini. Bayu membalas chat tersebut.
"Ini siapa dan apa maksudnya?" Tanya bayu lewat chat lalu melihat ke samping ternyata erlin juga ikut melihat gambar itu.
"Itu apa yu kok ada celurit sama golok berdarah?" tanya erlin kepo.
"Nggak tahu nomornya juga nggak ku kenal. Mungkin orang iseng neror aku." jawab bayu.
"Tapi serem ih ada darahnya gitu kayak habis di pakai ngebacok orang."
"Udah biarin aja. Kamu nggak main hp gitu biar nggak ngantuk."
"Nggak ah di hp juga isinya itu itu aja di tambah sinyal nggak stabil."
"Cowokmu nggak nyariin lin?" tanya bayu sedikit ragu.
"Justru itu aku males buka HP karena dari tadi dia posesif banget nggak boleh ini itulah. Aku aja yang cewek nggak pernah tuh seposesif itu." ucap erlin serius.
"Posesif berarti dia cemburuan lin dan cemburu artinya dia sayang banget sama kamu. Nggak mau sampai kamu di ambil cowok lain."
"Apa iya seperti itu? Apa kamu juga kayak gitu sama cewekmu? cewekmu yang adek kelas itu ksn idola angkatannya." tanya erlin.
"Enggak sih. Cemburu pasti tapi ya nggak berlebihan. Buktinya dia aku kasih ijin buat berinteraksi sama temen temennya ikut ekskul dan kegiatan lainnya aku bolehin dan dia nyaman aja." ucap bayu.
"Nah itu juga yang aku mau yu. Aku nggak suka terlalu di kekang apa apa nggak boleh. Kayaknya bentar lagi aku mau putus aja." Mendengar ucapan erlin entah kenapa timbul senyum kecil di bibirnya dan hati bayu merasa senang ada apa dengan bayu.
"Oke oke soal itu gw no komen lin itu semua pilihanmu."
Sedang asik ngobrol nawang masuk ke mobil dan anehnya mobil jadi melambat.
"Kok jadi pelan gini ya mobilnya." Keluh bagas.
"Ada masalah mungkin mesinnya cari rest area dulu terus di cek." ucap joni.
"Rest area masih jauh jon." Jawab bagas.
"Apa ini efek kamu ikut naik?" tanya bayu ke nawang.
"Aku cuma mau pamit kembali ke istana karena bunda ratu memanggil." ucap nawang.
"Iya pulanglah di sini aman kok. Kalau ada apa apa aku panggil."