
Setelah mendengar ucapan aris tadi bayu sudah tidak mau ikut campur urusan rumah makan yang memakai pesugihan itu. Sore itu bayu pulang sekolah sendiri karena nafia sedang rapat osis. Bayu menuju rumah erlin untuk mengambil buku yang di pinjam erlin. Sebelum ke rumah erlin bayu sudah ijin dulu ke nafia. Ya bayu tidak mau membohongi kekasihnya itu. Sampai di perempatan bayu menengok ke kiri melihat rumah makan itu lagi. Kali ini jumlah pocongnya lebih banyak bahkan di parkiran juga ada. Tapi bayu tidak mau ikut campur jadi bayu lanjut jalan aja. Saat lampu hijau bayu menjalankan motornya dan terasa berat di belakang seperti ada sekarung pasir di jok belakang motor bayu. Saat melihat di spion ada sosok kunti yang ikut bayu.
"Siapa kamu?" tanya bayu ke kunti itu.
"Aku korban dari pesugihan lendir itu." ucap si kunti sambil menangis.
"Hey pesugihan apa yang lu maksud? dan apa hubungannya denganku. Cepat pergi atau aku pakai cara kekerasan." ucap bayu kesal.
"Pesugihan di rumah makan itu. Aku tidak punya waktu banyak aku hanya ingin meminta pertolongan supaya aku bisa pergi ke tempat yang seharusnya bukan di jadikan budak di rumah makan pak hadi yang jahat itu." ucap kunti itu lalu hilang.
"Sialan belum gw jawab udah main hilang tuh kunti. Ya udah bodo amat lah bukan urusan gw juga itu." ucap bayu.
Bayu lanjut ke rumah erlin dan sampai di sana tante linda sangat senang bayu main ke rumahnya. Setelah dari rumah erlin bayu langsung pulang mandi dan chating dengan nafia sampai malam. Saat tidur bayu bermimpi bertemu seorang kakek kakek dengan tubuh tegap berjubah putih dan jenghotnya yang panjang berwarna putih. Kakek itu mendekati bayu yang terpaku tak bergerak.
"Perlu kamu tahu aku adalah penjaga keturunanmu dari era sebelum adanya sebuah agama sampai saat ini. Aku hanya mengingatkan bahwa leluhurmu di takdirkan sebagai penolong makhluk ciptaan Sang Pencipta. Jadi jangan takut membela yang benar karena yang jahat akan kalah dengan yang baik. Teruslah jadi orang baik dan tolong siapun yang membutuhkanmu jangan merasa kamu yang paling benar." ucap kakek itu lalu berubah jadi harimau putih. Setelah itu si harimau jelmaan kakek tadi pergi entah kemana dan bayu terbangun dari mimpinya. Saat bangun bayu teringat kata kata si kakek di dalam mimpinya kalau bayu harus menolong siapapun yang membutuhkan bantuannya. Bayu jadi teringat kunti yang tadi di boncengannya. Apa bayu harus menolongnya? Tapi itu beresiko karena membantu kunti tadi sama saja melawan medon yang mampu menerobos pagar ghaib buatan wulan. Bayu jadi bimbang memilih tindakan selanjutnya kalau di pikir pikir tidak ada untungnya membantu si kunti malah bayu membahayakan diri sendiri kalau menolong sebal dia akan melawan si medon tempo hari. Saat bayu berpikir terdengar suara.
"Tidak perlu takut dengan sesama ciptaan Allah." ucap suara tanpa rupa tapi bayu ingat itu suara si kakek di mimpinya tadi. Bayu jadi merinding lalu lanjut tidur dengan badan tertutup selimutnya..
Pagi tiba bayu udah calling aris untuk berangkat bareng jadi saat ini bayu sedang berboncengan dengan aris ke sekolah. Tapi bayu sengaja lewat timur supaya lewat rumah makan itu. Tiba di lampu merah perempatan bayu menunjukan ke aris dan kamu tahu respon aris seperti apa? Ya aris terbelalak katanya di dalam rumah makan itu ada roh atau jiwa jiwa wanita yang di kurung. Bayu jadi kaget soalnya bayu tidak melihat apa yang di lihat aris padahal mereka sama2 indigo tapi hasil pengelihatan kok beda.
Skip sampai di sekolah bayu bertanya ke aris.
"Gimana ris apa perlu kita tolong jiwa jiea yang terkurung itu?"
"Tapi mereka tidak ada hubungannya dengan kita ris. Nanti kita di anggap ikut campur urusan orang."
"Iya itu betul tapi mas kepikiran kedepannya kayak apa kalau pesugihan itu di biarkan? akan tambah banyak tumbalnya mas. Nah seumpama tumbal selanjutnya keluarga mas apa mas bayu nunggu keluarga atau saudara mas jadi korban baru mas bayu mau bantu? Lebih baik kita cegah sekarang mas." ucap aris lagi lagi dengan pola pikir yang luas membuat bayu jadi malu.
"Iya betul terus langkah selanjutnya apa ris?" tanya bayu.
"Sepertinya kita harus komunikasi sama kunti yang kemarin di boncengan motormu mas. Pulang nanti lewat situ lagi aja mas. Tapi nanti aku ada ekskul PMR mas sampai jam 4. Mending mas duluan aja aku pulang naik angkot langsung ke warung mas." ucap aris.
"Loh kamu kok nggak bilang ris kalau tahu gitu kamu naik sepeda aja tadi. Ya udah ini uang buat bayar angkot ris."
"Gak perlu mas hari ini aku bawa uang 10k cukup lah buat naik angkot 2k masih sisa malah." tolak aris.
"Ya udah kalau gitu."
Bayu mengikuti ide aris untuk lewat rumah makan itu lagi supaya bisa komunikasi dengan kunti yang kemarin tapi sayangnya setelah lama menunggu kunti itu tidak juga muncul. Karena bosan dan jam sudah menunjukan pukul 4 lebih bayu segera pulang saja. Besoknya bayu melakukan hal yang sama dan hasilnya sama. 4 hari berturut turut bayu menunggu kunti itu muncul tapi nihil. Hari sabtu kali ini bayu bareng aris untuk menunggu kunti itu muncul. Tepat pukul 3 mereka sudah stanby di dekat rumah makan itu dan tiba tiba keluar seorang wanita yang kira kira berumur 27 tahun. Kakinya tidak menapak tanah lalu wanita itu berubah jadi kunti yang 4 hari ini bayu cari. Dengan panggilan batin kunti itu melihat ke arah bayu dan aris berada.
"Terima kasih sudah mau membantuku." ucap si kunti berubah jadi wanita biasa.
"Jangan senang dulu kami mau bantu asal kamu cerita lengkap tentang asal mula kamu bisa jadi kunti seperti ini." ucap bayu.
"Waktuku tidak lebih dari 10 menit di luar sini jadi tidak mungkin sempat bercerita. Lebih baik kalian datang lagi malam selasa kliwon nanti aku ceritain. Yang jelas saat ini aku senang ada yang mau bantu." Belum sempat wanita itu berkata lebih banyak sebuah rantai langsung mengikat lehernya dan menariknya kembali ke dalam ternyata benar tak lebih dari 10 menit. Sudah jelas bahwa mereka harus kembali malam selasa kliwon jadi mereka langsung pulang dengan penuh tanda tanya tentang pesugihan di rumah makan itu.