
Pertunjukan pertama yaitu tari kuda lumping dan setelah itu penunggang kuda itu di buat kerasukan atau ndadi. Bayu tahu sosok sosok apa saja yang di panggil bopo itu dengan pecut/cemeti. Sosok itu yaitu pocong dan kuntilanak. Setelah semua di sembuhkan atau di mareni ganti pertunjukan kedua yaitu tari ganongan. Skip aja soalnya kurang lebih sama seperti tari kuda lumping tadi cuma ganti sosok aja.
Di akhir acara ada satu jin yang ikut masuk ke dalam raga salah satu pemain caplokan. Sepertinya jin itu tidak di undang oleh para bopo sehingga saat proses pengeluaran jin itu sulit di keluarkan. Jin itu mengamuk saat di paksa keluar oleh sang bopo. Jin itu melompat menembus pagar gaib yang telah di buat sehingga pagar itu hancur. Untung pemain lain sudah di sembuhkan kalau belum bisa jadi jin lain akan ikut masuk ke raga mereka.
Pemain yang kerasukan jin itu menyerang para penonton dan otomatis pada berhamburan melarikan diri.
"Gas yuk pulang aja udah malam." Ajak bayu.
"Ayuk deh. Rahma juga udah ngantuk nih. Ma Bangun pulang." Tepuk bagas di pipi rahma.
"Hmm udah sampai?"
"Ayo pulang kok udah sampai apanya."
Mereka segera mencari jalan untuk keluar tapi secara mendadak pemain yang di rasuki jin tadi melompat tinggi ke arah bayu. Aneh yhup jin itu terlempar keluar dari tubuh pemain jaranan itu saat mencoba menyerang bayu. Bayu tidak sadar apa yang barusan terjadi maka ia lanjut pulang bersama yang lain. Tiba di perbatasan desa jin yang terpental tadi mendatangi bayu sepertinya dia marah. Bayu yang tak merasa bersalah ya cuek aja tapi jin itu menyerangnya. Reflek bayu mengeluarkan jurus silatnya dan ternyata bayu bisa bersentuhan dengan jin itu tapi efeknya tangan bayu terasa panas seperti kena api. Bagas dan yang lain heran kenapa dengan bayu.
"Lari gas ada setan" ucap bayu sambil berlari kencang.
"Sorry telat." Ucap wulan yang muncul di samping bayu.
Bayu tak perduli karena tangannya terasa tambah panas.
Bagas dan yang lain berlari di belakang bayu dan sekarang mereka sudah sampai di rumah mbah minto.
Sampai rumah bayu segera ke KM dan mencuci tangannya tapi panas itu tetap ada bukannya hilang.
"Sini tanganmu gw sembuhin." ucap wulan di samping bayu.
"Udah." ucap wulan setelah tangan bayu sembuh.
"Jin tadi kenapa tiba tiba nyerang gw ya? Kan gw nggak salah apa apa." ucap bayu keluar dari KM.
"Itu nggak penting yang penting jin itu udah nggak ada."
Bayu ke depan dan nafia bertanya tadi ada setan apa. Bayu berbohong kalau tadi ada kunti di belakang mereka semua.
"Bagas mana?" tanya bayu.
"Nganterin dian ke rumahnya kan dia tadi ikut lari ke sini bukannya pulang." jawab rahma.
"Wah kok lu gk ikut ma? Biasanya lu cemburu banget kalau bagas sama cewek lain."
"Tadi si ajak tapi gw yang ogah. Capek lari gw."
"Ya udah kalian tidur gih udah malem. Fi bangun kok malah ketiduran di situ."
"Eh ngantuk aku." ucap nafia.
Akhirnya nafia dan rahma masuk kamar masing masing dan bayu menunggu bagas di teras. Kok gak di dalam aja nunggunya? Kasihan bagas nanti takut kalau di teras udah sepi.
Beberapa menit bayu menunggu tapi bagas belum muncul juga.
Tak berselang lama bagas tiba juga dan malam itu kita skip.
Minggu pagi semua di ajak mbah nang ke ladang atau sawah yang terletak di sebelah utara desa berbatasan langsung dengan hutan yang masih lebat. Sampai di sawah banyak orang sedang memanen padi. Banyak anak kecil juga yang bermain kejar kejaran. Bayu dan lainnya di suruh duduk aja di tepi tapi rahma melihat pohon mangga yang berbuah lebat di seberang sawah maka bagas di ajak rahma memutari area sawah untuk mengambilkan mangga. Ayu dan sopi juga ikut karena mereka suka mangga. Tersisa bayu dan nafia yang duduk di bawah pohon pisang itu.
"Say kamu nggak ikut mereka?" tanya bayu.
"Enggak ahh kamu aja sana ikutan tapi jangan manjat manjat." jawab nafia.
"Aku di sini aja nemenin kamu takut ada yang nyulik bidadariku ini." ucap bayu.
"Alah gombal kamu yank yank. Yank aku mau tanya sesuatu boleh?" ucap nafia sedikit ragu.
"Tqnya apa sayang? tanya aja."
"manusia berbadan hewan?đŸ¤”Siluman ya?"
"Aku nggak tahu namanya? Apa manusia seperti itu ada yank?"
"Ada say emang kenapa?"
"Saat mendaki aku mimpi di lilit manusia setengah ular yank. Terus kamu datang bersama seorang cewek dan dia bisa bergerak cepat gitu. Terus aku di tolongin dia. Aku bangun badanku seperti di lilit ular beneran yank."
"Itu cuma mimpi sayang tapi emang bener siluman itu memang ada."
"Terus aku tanya lagi apa benar kamu bisa lihat hantu dan yang tak terlihat lainnya?" tanya nafia tiba tiba.
"Emm kata siapa say?" tanya bayu kaget.
"Pertama kamu sendiri yang bilang waktu kita pulang mendaki. Terus yang kedua waktu pulang nonton jaranan kamu juga teriak ada setan tapi aku nggak ngelihat apa apa. Jujur aja yank gapapa.."
"Iya aku emang bisa lihat say. Itu di mulai saat aku hilang di alas jalin."
"Kamu gk takut yank?"
"Aku lebih takut kehilangan cewek secantik kamu say."
"Aku serius sayang malah nggombal ihhh..." nafia mencubit bayu.
"Aduh aduh iya iya aku serius. Awalnya takut pasti sekarang udah mulai nggak say."
"Ohh gitu."
"Giliran aku yang tanya say. Waktu mendaki kamu nemu atau lihat sesuatu yang aneh nggak?"
"Enggak sih tapi aku nemu ini say di saku aku waktu kita sampai di pos sekartaji." Nafia mengeluarkan sebuah batu berwarna merah dan di tengah batu itu seperti ada huruf S.
"Apa itu say? Coba pinjem."
Bayu mengamati batu itu dan ternyata isinya atau penunggu batu itu adalah ular. Ya bayu di beri pandangan seorang wanita setengah ular tapi sayang wajahnya tak terlihat. Bayu berencana menanyakan kepada wulan itu batu apa.
"Aku pinjem dulu ya say. Nanti kalau aman aku kembaliin ke kamu."
"Emang ada apaan di batu kecil itu yank?" tanya nafia kepo.
"Seperti yang kamu bilang tadi isinya siluman ular say."
"Serius say? Ambil aja yank kalo gitu aku nggak mau nyimpen barang kayak gitu."
Skip minggu malam saat semua sudah tidur laci meja di kamar bayu terdengar kemlotek yang membuat bayu risih lalu membuka laci itu ternyata batu itu terbang dan menyerang bayu. Bayu reflek dan melempar batu itu sampai keluar lewat celah bawah pintu kamar. Bayu segera keluar dan alangkah kagetnya bayu karena di luar kamar dia sudah di tunggu siluman ular dengan wajah setengah bersisik ular dengan lidah menjulur seperti ular.
"Siapa kamu?" tanya bayu.
"Kembalikan batu itu kepada pemiliknya atau kumakan kamu hidup hidup." Ancam sosok itu lalu berubah jadi asap dan masuk batu tadi.
"Dia siluman yang menjaga pacarmu. Dia tidak bisa menampakan diri di depan pacarmu karena dia belum punya keyakinan. Dan yang membuat pacarmu di incar penunggu gunung wilis ya karena penghuni gunung wilis tidak suka dengan siluman yang menjaga pacarmu."
"Apa siluman itu berbahaya?" tanya bayu.
"Dia tidak punya kemampuan bertarung yang kuat dia dulunya siluman pesugihan. Bisa jadi siluman itu di suruh keluarganya."
"Berarti keluarga nafia melakukan pesugihan."
"Sepertinya gitu."
Oke sudah terjawab kan kenapa nafia di incar penunggu gunung yaitu karena batu yang tiba tiba ada di sakunya nafia. OK